Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Eksplorasi Perencanaan Wilayah dan Mitigasi Bencana: Pengalaman Awal Magang Mahasiswa SaIG di Bapperida Kota Bandung

Tanggal Kegiatan: 7-30 September 2026

Penulis : Riskiya Wigunati (SaIG, 2310615)

Penyunting : Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Bulan September 2026 menjadi momentum yang berharga karena memberikan pengalaman baru bagi kami, mahasiswa program studi Sains Informasi Geografi (SaIG) angkatan 2023. Selama bulan September, kami bertiga Haifa Nabilah (2311606), Liqa Wapiq Kurnia (2300242), dan Riskiya Wigunati (2310615), mendapat kesempatan berharga untuk merasakan iklim kerja di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung. Minggu pertama kegiatan diawali dengan pengenalan lingkungan kerja, yang menjadi langkah awal penting untuk beradaptasi dengan ritme kerja instansi pemerintahan daerah. 

Gambar 1. Orientasi Lingkungan dan Pembagian Kerja

Setelah masa orientasi, fokus kegiatan mulai bergeser pada isu-isu krusial perkotaan. Di sinilah keilmuan SaIG kami aplikasikan. Kami menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan tingkat bahaya bencana hidrometeorologi di Kota Bandung. Hal ini menjadi sangat relevan mengingat Kota Bandung menghadapi berbagai ancaman bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir perkotaan atau genangan, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, angin kencang atau pohon tumbang, kekeringan, hingga kebakaran vegetasi dan lahan. Pemetaan ini menjadi sangat esensial untuk menyusun rencana aksi adaptasi perubahan iklim. Selain itu, terdapat keterlibatan langsung dalam rapat pra-simposium kota tangguh yang bertujuan untuk mempersiapkan Kota Bandung agar lebih adaptif dan tangguh dalam menghadapi berbagai risiko bencana tersebut. 

Gambar 2. Keterlibatan dalam Rapat Pra-Simposium Kota Tangguh Bencana

Selain berfokus pada mitigasi bencana, kegiatan magang kami juga merambah pada evaluasi keberlanjutan kota. Kami mendapat penugasan khusus untuk menyusun data dan mengisi kuesioner UI GreenMetric Sustainable City Rankings, yang menjadi salah satu tolok ukur penting arah pembangunan Kota Bandung ke depan. Pemahaman kami mengenai tata kelola kota yang berkelanjutan ini semakin lengkap saat kami mengikuti seminar khusus mengenai UI GCM Pengelolaan Sampah. Dari dua pengalaman tersebut, kami memahami tentang bagaimana penilaian indeks keberlanjutan, manajemen sistem persampahan, dan aspek ekologis harus saling terintegrasi dengan baik dalam sebuah perencanaan tata ruang wilayah. 

Gambar 3. Seminar UI Green Metric Sustainable City Rankings

Pengalaman magang di Bapperida juga membuka wawasan baru yang melengkapi kompetensi inti keilmuan SaIG seperti Sistem Informasi Geografis (SIG), Penginderaan Jauh, dan Kartografi. Selama proses magang, terdapat pembelajaran intensif mengenai tata kelola administrasi pemerintahan dan analisis perencanaan wilayah. Pembelajaran ini mencakup pemahaman tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai dokumen perencanaan tahunan, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai arah kebijakan pembangunan lima tahunan. Dokumen-dokumen perencanaan strategis ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana data spasial dan analisis keruangan pada akhirnya dieksekusi menjadi kebijakan pembangunan daerah dan perencanaan wilayah yang terstruktur.   

Gambar 4. Analisis Spasial dan Tata Kelola Administrasi

Selama kurang lebih satu bulan penuh, perpaduan antara keilmuan spasial dari bangku kuliah dan ilmu perencanaan wilayah praktis dari Bapperida memberikan pengalaman yang sangat komprehensif. Harapannya, pengetahuan dan wawasan yang telah diperoleh dapat terus dikembangkan serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan keilmuan dan profesi Sains Informasi Geografi kedepannya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *