Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
From SaIG UPI to BMKG: Memulai Perjalanan Magang dan Tugas Akhir 

Penulis: Faiz Dzulfikar Akhmad (SaIG, 2311903)

Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Pada 1 September 2026, saya, Faiz Dzulfikar Akhmad, mahasiswa Program Studi Sains Informasi Geografi (SaIG) Universitas Pendidikan Indonesia, mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan magang di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kegiatan ini dilaksanakan dalam skema Magang Tugas Akhir, dengan pembimbing dari pihak universitas dan instansi. Saya ditempatkan di lingkungan Deputi Bidang Klimatologi, khususnya Direktorat Layanan Iklim Terapan.


Dok. Penulis

Berbeda dengan kegiatan magang pada umumnya, magang yang saya jalani kali ini memiliki bentuk penugasan yang cukup berbeda. Jika pada kegiatan magang lainnya mahasiswa biasanya ikut membantu berbagai pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai di instansi, Magang Tugas Akhir yang saya jalani lebih berfokus pada pengerjaan penelitian tugas akhir atau skripsi. Dengan demikian, sebagian besar kegiatan selama magang diarahkan untuk mendukung proses penelitian yang sedang saya kembangkan.

Meskipun berfokus pada tugas akhir, penelitian tersebut tetap memiliki keterkaitan dengan bidang pekerjaan di lingkungan Deputi Bidang Klimatologi, khususnya Direktorat Layanan Iklim Terapan. Hal ini menjadi pengalaman yang menarik karena penelitian yang sebelumnya saya kerjakan dalam konteks perkuliahan dapat dikembangkan di lingkungan instansi yang memiliki keterkaitan dengan bidang iklim dan pengelolaan informasi.

Pada hari pertama magang, kegiatan diawali dengan pengenalan lingkungan Direktorat Layanan Iklim Terapan. Saya juga menyampaikan progres skripsi serta menjelaskan rencana penelitian yang akan dilakukan agar dapat disesuaikan dengan tugas dan kegiatan selama magang.

Penelitian tugas akhir yang saya kerjakan berkaitan dengan estimasi produktivitas padi menggunakan informasi geospasial dengan mempertimbangkan variabilitas iklim. Oleh karena itu, beberapa jenis data yang menjadi perhatian dalam penelitian meliputi data iklim, curah hujan, suhu, serta produktivitas padi. Data tersebut menjadi bagian penting dalam proses penelitian karena perlu dipahami, disesuaikan, dan dipersiapkan sebelum digunakan dalam analisis.

Pada minggu pertama, saya mulai mencari dan mengumpulkan jurnal yang relevan dengan topik penelitian mengenai tanaman padi. Jurnal-jurnal tersebut kemudian dibaca dan dipelajari untuk memahami penelitian terdahulu, metode yang digunakan, serta jenis data yang dapat menjadi acuan. Dari berbagai jurnal yang diperoleh, saya kemudian menyeleksi dan mengerucutkannya menjadi jurnal-jurnal yang paling relevan dengan penelitian untuk dilakukan review lebih lanjut.

Selain mencari referensi, saya juga mulai mengumpulkan data yang sesuai dengan lokasi kajian sebagai bahan pendukung penelitian dan pengembangan WebGIS. Proses ini menjadi salah satu tahap awal untuk memahami kebutuhan data dalam penelitian serta menyesuaikan data yang tersedia dengan tujuan penelitian.

Memasuki minggu kedua, kegiatan mulai berkembang ke arah persiapan teknis penelitian. Data yang telah diperoleh diseleksi dan disesuaikan kembali dengan kebutuhan penelitian serta lokasi kajian. Setelah itu, saya mulai diarahkan untuk mempelajari berbagai perangkat yang dapat mendukung pengembangan WebGIS, seperti Visual Studio Code, Python, GitHub, dan perangkat pendukung lainnya.

Untuk memperkuat pemahaman mengenai dasar pemrograman, saya juga mengerjakan berbagai latihan dan tes melalui platform SoloLearn. Kegiatan tersebut membuat penelitian yang dikerjakan tidak hanya membutuhkan pemahaman mengenai geografi dan pengolahan data spasial, tetapi juga mulai menuntut kemampuan dalam pemrograman dan pengembangan WebGIS.

Selain itu, saya mulai menelusuri berbagai penelitian yang menggunakan data dan sumber dari BMKG, khususnya yang berkaitan dengan curah hujan dan informasi iklim. Penelusuran ini dilakukan untuk mengetahui jenis data yang tersedia, periode pengamatan, serta sumber data yang dapat digunakan sebagai referensi dalam pengolahan dan analisis penelitian.

Pada minggu ketiga, kegiatan mulai semakin terarah pada penelitian tugas akhir. Saya mempelajari jurnal yang diberikan oleh mentor, kemudian melakukan review untuk memahami metode dan materi yang relevan dengan penelitian yang akan dikerjakan. Hasil review tersebut selanjutnya didiskusikan bersama mentor.


Dok. Penulis

Saya juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara bersama pihak BMKG mengenai tata kelola penyelenggaraan informasi geospasial di instansi. Pembahasan mencakup aspek kelembagaan, sumber daya manusia, teknologi, pengelolaan data, implementasi Kebijakan Satu Peta, hingga kompetensi yang dibutuhkan lulusan SaIG di dunia kerja. Hasil wawancara tersebut kemudian digunakan sebagai bahan pengisian instrumen kunjungan instansi.

Pengalaman tersebut memberikan sudut pandang lain bagi saya sebagai mahasiswa SaIG. Selama perkuliahan, saya lebih banyak mempelajari konsep dan teknik geospasial dalam konteks akademik. Sementara itu, melalui kegiatan di BMKG, saya dapat melihat bagaimana informasi geospasial digunakan dan dikelola dalam lingkungan instansi.

Pada tahap berikutnya, saya mulai mempelajari Google Colab dan praktik mengintegrasikannya dengan perangkat lunak GIS bersama mentor. Setelah mendapatkan arahan, saya melanjutkan eksplorasi Google Colab secara mandiri untuk meningkatkan pemahaman mengenai pemrograman dan pengolahan data geospasial.


Dok. Penulis

Memasuki minggu keempat, proses belajar dan penelitian terus berlanjut. Saya kembali mempelajari dasar pemrograman, mengeksplorasi Google Colab, mencari referensi jurnal tambahan, serta mendiskusikan perkembangan penelitian bersama mentor. Setelah itu saya melakukan Google Meet bersama mentor untuk membahas pengerjaan penelitian magang yang berkaitan dengan tugas akhir.

Satu bulan pertama di BMKG memberikan pengalaman bahwa pengerjaan tugas akhir tidak hanya berkaitan dengan menulis penelitian, tetapi juga membutuhkan proses yang panjang, mulai dari mencari referensi, memahami data, mempelajari metode, mengembangkan kemampuan teknis, hingga berdiskusi untuk menentukan arah penelitian.

Bagi saya, Magang Tugas Akhir menjadi kesempatan untuk membawa penelitian yang sebelumnya dikerjakan sebagai bagian dari kewajiban akademik ke dalam lingkungan profesional. Penelitian mengenai produktivitas padi, iklim, curah hujan, suhu, serta pemanfaatan informasi geospasial menjadi semakin menarik ketika dikembangkan dalam lingkungan BMKG yang berkaitan dengan bidang klimatologi.

Perjalanan ini baru memasuki bulan pertama dari keseluruhan masa magang. Masih ada banyak hal yang perlu dipelajari, data yang perlu dipersiapkan, metode yang perlu dikembangkan, serta proses penelitian yang harus diselesaikan. Namun, dari satu bulan pertama ini saya mulai memahami bahwa perjalanan dari SaIG UPI menuju BMKG bukan hanya tentang berpindah dari lingkungan kampus ke lingkungan kerja, tetapi juga tentang membawa ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan untuk dikembangkan melalui pengalaman dan proses penelitian secara langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *