Tanggal Kegiatan: Selasa, 6 Oktober 2025
Penulis: Salwa Alifia (2405615), Irgi Chandra Irgi Chandra (2406613), Samuel Prada Situmorang (2501240)
Penyunting: Muhammad Naufal Rifasyah (SaIG, 2500436)
Pendahuluan
Pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, tim dari Sains Informasi Geografi yang beranggotakan Salwa Alifia, Irgi Chandra, dan Samuel Prada Situmorang melakukan simposium yang dilakukan pada salah satu event American Society for Photogrammetry and Remote Sensing (ASPRS),

yaitu ASPRS 2026 International Technical Symposium. simposium tersebut merupakan sebuah pertemuan berskala internasional di mana baik para ahli, peneliti, maupun profesional di bidang informasi geospasial dan penginderaan jauh berkumpul untuk mempresentasikan inovasi, hasil penelitian teknis terbaru, dan mendiskusikan perkembangan standar di industri tersebut. Pada prapelaksanaan zoom meeting di tanggal 6 oktober, tim SaIG ikutserta dengan mengirimkan abstrak berjudul “Coral Reef Degradation Attributed to Anthropogenic Stressors and Natural Disturbances Through Satellite-Based Imagery” dan berhasil terseleksi, lalu dilanjutkan dengan pembuatan poster.
Isi
Perjalanan tim 3 menuju ASPRS 2026 International Technical Symposium dimulai pada pertengahan Juli 2026. Pada tahap ini, tim 3 yang terdiri atas Salwa Alifia, Irgi Chandra, dan Samuel Prada Situmorang melakukan pendaftaran dengan mengirimkan judul dan abstrak penelitian berjudul “Coral Reef Degradation Attributed to Anthropogenic Stressors and Natural Disturbances Through Satellite-Based Imagery”. Penelitian tersebut mengangkat isu degradasi terumbu karang akibat aktivitas manusia dan gangguan alami melalui pemanfaatan citra satelit. Lalu pada Agustus 2026, tim memperoleh informasi bahwa abstrak yang diajukan berhasil lolos seleksi dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu persiapan materi untuk simposium.
Setelah pengumuman kelulusan abstrak pada Agustus 2026, tim melanjutkan proses persiapan dengan menyusun poster ilmiah sebagai media penyampaian penelitian dan bahan peninjauan dalam simposium. Penyusunan poster dilakukan dengan merangkum latar belakang, metode, serta hasil kajian ke dalam bentuk visual yang informatif. Setelah seluruh materi poster selesai dipersiapkan, tim 3 mengikuti ASPRS 2026 International Technical Symposium pada Selasa, 6 Oktober 2026, secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian persiapan yang telah dilakukan sejak Juli sekaligus kesempatan bagi tim untuk melakukan pemaparan hasil penelitian dalam forum ilmiah internasional.
Dalam simposium tersebut, tim membawakan penelitian mengenai degradasi terumbu karang di Pulau Gag, Raja Ampat, dengan meninjau perubahan penggunaan dan tutupan lahan pada dua periode waktu berbeda menggunakan citra satelit. Hasil pengamatan menunjukkan adanya perubahan besar pada kawasan pertambangan yang berpotensi memberikan tekanan terhadap habitat terumbu karang di perairan dangkal sekitarnya. Aktivitas pertambangan dapat meningkatkan limpasan sedimen menuju laut, menyebabkan kekeruhan air, mengurangi penetrasi cahaya matahari, serta memicu pengendapan material pada permukaan karang. Tim berupaya menunjukkan peran penginderaan jauh dalam memantau perubahan lahan dan mengidentifikasi potensi dampaknya terhadap ekosistem pesisir, sekaligus menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan.
Penutup
partisipasi tim Sains Informasi Geografi yang terdiri dari Salwa Alifia, Irgi Chandra, dan Samuel Prada Situmorang dalam ajang ASPRS 2026 International Technical Symposium pada tanggal 6 Oktober 2026 merupakan sebuah pencapaian yang sukses dan sangat bermakna. Perjalanan yang telah dipersiapkan sejak pertengahan Juli 2026 ini mulai dari kelulusan seleksi abstrak hingga penyusunan poster ilmiah memuncak pada pemaparan hasil penelitian di forum bertaraf internasional yang mempertemukan para ahli di bidang informasi geospasial dan penginderaan jauh.
Melalui penelitian berjudul "Coral Reef Degradation Attributed to Anthropogenic Stressors and Natural Disturbances Through Satellite-Based Imagery", tim berhasil menyoroti isu kritis mengenai degradasi terumbu karang di Pulau Gag, Raja Ampat akibat aktivitas pertambangan. Dengan memanfaatkan citra satelit, tim mampu menunjukkan bagaimana perubahan penggunaan lahan dan peningkatan limpasan sedimen dari pertambangan dapat mengancam ekosistem pesisir. Pada akhirnya, presentasi ini tidak hanya membuktikan peran penting teknologi penginderaan jauh dalam memantau lingkungan, tetapi juga membawa pesan esensial mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dan upaya kelestarian lingkungan.


