Penulis: Reva Hermayadina (240593)
Editor: Nendeh Rizka Nurfadilah (2508823)

https://www.liputan6.com/photo/read/8319479/potret-kabut-asap-karhutla-kepung-sumatra-dan-kalimantan

https://www.merdeka.com/foto/read/8319493/karhutla-belum-usai-kabut-asap-selimuti-sumatra-dan-kalimantan
Bagi sebagian warga Sumatera dan Kalimantan, bulan Oktober 2026 dimulai dengan pemandangan yang sudah terlalu akrab: langit abu-abu, matahari yang pucat, dan udara yang membuat mata perih. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beserta kabut asap yang ditimbulkannya kini menjadi isu lingkungan yang paling menonjol di Indonesia. Persoalannya bukan hanya soal api yang menyala di satu dua titik, melainkan menyangkut kesehatan masyarakat, transportasi, ekosistem, bahkan hubungan dengan negara tetangga.
Pada awal Oktober, data BMKG menunjukkan kabut asap menyebar di hampir seluruh Pulau Sumatera, dan sebagian besar asap itu berasal dari karhutla di lahan gambut (Kompas, 2026). Beberapa hari kemudian, Satelit Himawari yang diolah BMKG memperlihatkan bahwa karhutla tidak lagi terbatas di Sumatera dan Kalimantan, tetapi juga muncul di Papua, sehingga kabut asap terpantau dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Asap dari Sumatera bahkan terdeteksi sampai Semenanjung Malaysia dan Singapura (Kompas, 2026). Pada 13 Oktober, tercatat 2.253 titik panas di Sumatera bagian selatan (Monitor Indonesia, 2026).
Hingga 21 dan 22 Oktober, situasi belum benar-benar reda. Asap kiriman dari Kalimantan dan Sumatera Selatan kembali menyelimuti seluruh wilayah Sumatera Utara (CNN Indonesia, 2026), sementara kabut asap pekat masih menyelimuti permukiman dan perairan di Sumatera dan Kalimantan. Petugas gabungan bersama warga memadamkan api dan membasahi lahan gambut agar bara di bawah permukaan tidak menyala kembali (Liputan6, 2026).
Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
Salah satu tantangan terbesar adalah karakter lahan gambut. Api di gambut dapat bertahan di bawah permukaan tanah, sehingga pemadaman di permukaan belum tentu menuntaskan masalah. Kondisi diperparah oleh cuaca kering yang dipengaruhi potensi El Niño, yang membuat vegetasi mengering dan api lebih mudah menyebar (Liputan6, 2026). Di Sumatera Selatan, petugas juga menghadapi keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi pemadaman (ANTARA, 2026).
Pemerintah dan pemerintah daerah menempuh berbagai cara. Pemprov Sumatera Utara, misalnya, merencanakan operasi hujan buatan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca bersama BMKG (iNews, 2026). Di Sumatera Selatan, pemerintah menyiapkan uji coba inovasi dry ice untuk mengurai kabut asap, dan satgas karhutla menyegel lahan milik sebuah perusahaan di Banyuasin (ANTARA, 2026). Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa penanganan dilakukan dari dua sisi, yaitu memadamkan api dan menindak pihak yang diduga bertanggung jawab.
Dampak bagi Kesehatan dan Kehidupan Sehari-hari
Dampak karhutla paling cepat terasa pada napas dan aktivitas harian. Di Sumatera Selatan, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap dilaporkan menembus 416 ribu kasus (ANTARA, 2026). Jarak pandang di Kota Jambi sempat mencapai titik terendah pada 8 Oktober (Kompas, 2026), dan penerbangan di bandara setempat tertunda karena jarak pandang yang pendek. Masyarakat di daerah berjarak pandang rendah juga diimbau berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan, dan menyalakan lampu kendaraan (CNN Indonesia, 2026).

Merdeka.com
Nelayan menebar jala di tengah kabut asap tebal, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 22/10/2026. https://www.merdeka.com/foto/read/8319493/karhutla-belum-usai-kabut-asap-selimuti-sumatra-dan-kalimantan
Dampaknya juga menyentuh keanekaragaman hayati. Pemberitaan Kompas (2026) turut menyoroti kawasan yang menjadi habitat satwa dilindungi seperti harimau sumatera, sehingga api dan asap berpotensi mengancam ekosistemnya. Sementara itu, asap yang melintasi batas negara menjadi pengingat bahwa karhutla bukan sekadar persoalan domestik, melainkan juga isu lingkungan regional.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Bagi masyarakat, langkah paling dekat adalah memantau informasi resmi dari BMKG dan BNPB, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, serta menggunakan masker yang sesuai. Bagi mahasiswa dan generasi muda, karhutla adalah contoh nyata bahwa isu lingkungan tidak hanya hadir dalam laporan ilmiah, tetapi juga dalam udara yang kita hirup setiap hari. Literasi lingkungan, pengawasan terhadap kebijakan pencegahan, dan dorongan agar penegakan hukum berjalan transparan merupakan peran yang dapat dijalankan bersama.
Pada akhirnya, memadamkan api hanyalah separuh pekerjaan. Pencegahan melalui pengelolaan gambut, kesiapsiagaan musim kemarau, dan penegakan hukum yang konsisten menentukan apakah cerita tentang langit berasap ini akan terus berulang setiap tahun. Menjaga hutan dan lahan bukan hanya tugas petugas pemadam, melainkan tanggung jawab bersama.
Daftar Pustaka
ANTARA. (2026, Oktober). Karhutla di Sumsel meluas, pemadaman capai 300 hektare per hari. https://www.antaranews.com/video/5797417/karhutla-di-sumsel-meluas-pemadaman-capai-300-hektare-per-hari
CNN Indonesia. (2026, 21 Oktober). Wilayah Sumut kembali diselimuti kabut asap karhutla kiriman. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20261021141511-20-1417980/wilayah-sumut-kembali-diselimuti-kabut-asap-karhutla-kiriman
iNews. (2026, Oktober). Kabut asap selimuti sejumlah wilayah Sumut imbas karhutla Sumsel-Kalimantan. https://www.inews.id/regional/sumut/kabut-asap-selimuti-sejumlah-wilayah-sumut-imbas-kathutla-sumsel-kalimantan
Kompas. (2026, 5 Oktober). Kabut asap selubungi langit Sumatera. https://www.kompas.id/artikel/kabut-asap-selubungi-langit-sumatera
Kompas. (2026, 13 Oktober). Kabut asap karhutla selimuti Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. https://www.kompas.id/artikel/kabut-asap-karhutla-selimuti-sumatera-kalimantan-hingga-papua
Liputan6. (2026, 22 Oktober). Potret kabut asap karhutla kepung Sumatra dan Kalimantan. https://www.liputan6.com/photo/read/8319479/potret-kabut-asap-karhutla-kepung-sumatra-dan-kalimantan
Merdeka.com. (2026, 22 Oktober). Karhutla belum usai, kabut asap selimuti Sumatra dan Kalimantan. https://www.merdeka.com/foto/read/8319493/karhutla-belum-usai-kabut-asap-selimuti-sumatra-dan-kalimantan
Monitor Indonesia. (2026, Oktober). Kabut asap karhutla kepung Sumatera, udara memburuk hingga Singapura. https://monitorindonesia.com/nasional/read/2026/10/636832/kabut-asap-karhutla-kepung-sumatera-udara-memburuk-hingga-singapura