Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mahasiswa SPIG Angkatan 2024 Laksanakan Praktikum Detail Situasi Selama Satu Semester

Bandung, 2025 — Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Angkatan 2024 tengah melaksanakan Praktikum Detail Situasi yang berlangsung selama satu semester penuh pada Semester 3. Praktikum ini merupakan salah satu kegiatan inti dalam kurikulum SPIG yang bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar pemetaan menggunakan metode survei terestris.

Sebagai mata kuliah lapangan pada semester menengah, Praktikum Detail Situasi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan teori pengukuran yang telah dipelajari sebelumnya. Kegiatan ini mencakup pengukuran berbagai objek permukaan bumi seperti bangunan, jalan, pagar, saluran air, pepohonan, serta fitur topografi yang terdapat di area praktikum.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan berbagai instrumen survei terestris, termasuk Total Station, Theodolite, Rambu Ukur, Roll Meter, dan alat sketsa lapangan. Setiap kelompok bekerja secara bergiliran dalam mengoperasikan alat, membaca rambu, mencatat hasil pengukuran, hingga menyusun sketsa situasi. Proses ini tidak hanya melatih ketelitian dan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga meningkatkan kerja sama tim serta ketepatan dalam pengolahan data.

Screenshot 2025-11-21 105211

Meskipun praktikum masih berlangsung, mahasiswa Angkatan 2024 menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tetap bersemangat meski harus berhadapan dengan kondisi lapangan yang menantang, seperti cuaca panas, medan yang bervariasi, dan objek pengukuran yang kompleks. Tantangan tersebut justru menjadi pengalaman berharga dalam membentuk kesiapan mahasiswa sebagai calon surveyor profesional.

Pada kegiatan Detail Situasi, mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap berbagai objek permukaan seperti bangunan, pagar, jalan, saluran air, vegetasi, serta fitur lingkungan lainnya untuk memetakan kondisi aktual di lapangan secara menyeluruh. Observasi dilakukan dengan cermat untuk memastikan setiap objek terekam sesuai bentuk, posisi, dimensi, dan karakteristiknya.

Selain menggambar atau mencatat lokasi objek, mahasiswa juga menambahkan informasi pendukung seperti kondisi fisik objek, arah orientasi, batas area, serta hubungan spasial antarf fitur di sekitarnya. Proses ini menuntut ketelitian tinggi dalam pengamatan sekaligus kemampuan memahami konteks spasial sehingga peta yang dihasilkan nantinya dapat merepresentasikan kondisi lapangan secara akurat, rinci, dan informatif.

Screenshot 2025-11-21 105319

Melalui praktikum yang tengah berlangsung ini, Program Studi SPIG berharap mahasiswa mampu memahami seluruh tahapan survei terestris secara komprehensif, mulai dari proses pengukuran di lapangan hingga penyusunan peta detail situasi yang akurat. Pada akhir kegiatan, mahasiswa akan menghasilkan peta detail situasi lengkap, laporan teknis, serta evaluasi pengukuran sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus syarat kelulusan praktikum.


Penulis: Devika Natasya