Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
PERJALANAN SKRIPSI: BERPUTAR DALAM PENCARIAN ARAH DAN FOKUS PENELITIAN

Penulis: Disha Fadila Aprilia (SaIG, 2200531)

Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Dok. Penulis

Saya Disha Fadila Aprilia. menulis perjalanan ini bukan hanya sebagai bentuk dokumentasi pribadi, tetapi juga dengan harapan dapat menjadi bahan refleksi bagi siapa pun yang sedang berada di tengah proses yang sama. Semuanya berawal dari mata kuliah Metode Penelitian yang saya tempuh pada semester lima. Mata kuliah ini, yang pada mulanya saya anggap sebagai mata kuliah teori biasa, ternyata menjadi gerbang awal yang membuka jalan pikiran saya menuju topik penelitian yang saya geluti hingga saat ini.

Ketertarikan saya bermula dari kebiasaan membaca berita, khususnya berita mengenai bencana alam dan bagaimana negara-negara lain menangani dampaknya. Saya mulai memperhatikan bagaimana negara-negara maju, seperti Jepang dan China, memiliki sistem mitigasi bencana yang begitu tertata. Yang paling menarik perhatian saya adalah banyaknya simulasi edukasi yang dirancang oleh pemerintah kedua negara tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Simulasi-simulasi tersebut tidak hanya berbasis edukasi, tetapi juga memanfaatkan teknologi dan data ilmiah yang mutakhir untuk memprediksi serta memitigasi risiko bencana. Dari sanalah rasa penasaran saya tumbuh. Saya mulai mencari tahu lebih jauh, membaca artikel demi artikel, hingga akhirnya memberanikan diri untuk menjelajahi jurnal-jurnal ilmiah terkait kebencanaan dan mitigasi risiko. Proses membaca jurnal ini bukanlah hal yang mudah bagi saya pada saat itu, karena banyak istilah teknis dan metode analisis yang masih asing. Namun, rasa ingin tahu yang besar membuat saya terus bertahan, membaca ulang, mencari referensi tambahan, dan perlahan mulai memahami pola-pola penelitian yang ada di bidang kebencanaan, khususnya yang berkaitan dengan pergerakan tanah dan deformasi permukaan bumi.

Momen ini menjadi titik balik penting, karena tanpa saya sadari, kebiasaan membaca berita dan rasa penasaran sederhana itu telah menanamkan minat yang tumbuh menjadi topik skripsi saya. Saya percaya, setiap ide besar sesungguhnya berasal dari hal-hal kecil yang kita perhatikan dengan sungguh-sungguh, dan bagi saya, hal kecil itu adalah kebiasaan membaca berita bencana yang kemudian membawa saya jauh ke dalam dunia penelitian ilmiah.

Setelah menelusuri berbagai jurnal, saya menyadari satu fakta penting bahwa penelitian yang ingin saya lakukan membutuhkan perhitungan yang jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar menggunakan data citra atau shapefile sebagaimana umumnya dilakukan pada penelitian-penelitian lainnya. Fakta ini sempat membuat saya ragu, namun rasa penasaran yang sudah terlanjur tumbuh membuat saya memutuskan untuk tetap mencoba mengajukan judul penelitian tersebut. Dari beberapa judul yang saya ajukan pada mata kuliah Metode Penelitian, salah satu judul mendapat apresiasi khusus dari Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa judul yang saya ajukan sangat menarik untuk diteliti, dan yang lebih membanggakan, topik tersebut belum pernah digarap oleh mahasiswa Sains Informasi Geografi (SaIG) sebelumnya.

"Ini judulnya menurut saya sangat menarik untuk diteliti ya Disha, dan ini seingat saya belum pernah dilakukan oleh anak SaIG"

Komentar sederhana itu memiliki dampak besar bagi saya. Sejak saat itu, saya merasa memiliki semangat baru untuk terus mendalami dan mengembangkan topik tersebut lebih jauh.

Namun demikian, jalan menuju kepastian topik tidak semulus yang saya bayangkan. Semakin saya mendalami bidang tersebut, semakin saya menemukan cabang-cabang ilmu lain yang juga menarik perhatian saya. Akibatnya, saya terus berganti judul karena rasa bingung yang belum juga reda. Namun, ketertarikan saya yang meluas ke berbagai bidang justru membuat fokus penelitian saya semakin kabur, bukan semakin jelas. Meski demikian, saya berpegang teguh untuk tetap menuntaskan setidaknya satu topik selama mata kuliah Metode Penelitian berlangsung, yaitu mengenai likuifaksi. Setelah mata kuliah tersebut selesai pada semester lima, saya memberanikan diri untuk melakukan bimbingan dengan dosen wali saya, Bapak Haikal Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Sc. dengan membawa judul mengenai likuifaksi tersebut. Bimbingan pertama dengan dosen wali memberikan banyak arahan berharga untuk memperbaiki kefokusan penelitian saya. Namun, alih-alih menemukan kejelasan, semakin dalam saya menelusuri arahan tersebut, semakin saya merasa bingung. Dibutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan bagi saya untuk benar-benar memantapkan ke arah mana penelitian ini akan dibawa. Selama tiga bulan tersebut, setiap bulannya saya selalu datang menemui dosen

wali dengan membawa proposal penelitian yang judulnya selalu berbeda mulai dari identifikasi likuifaksi, gerakan tanah, getaran tanah, sinkhole, longsor, hingga land subsidence.

Menghadapi perubahan judul yang berganti tersebut, Bapak Haikal hanya melontarkan satu pertanyaan yang sederhana

"Jadi kamu akan membawa penelitian yang mana, Disha?"

Pertanyaan yang terdengar sederhana itu justru membuat saya hanya bisa tersenyum tidak bisa menjawab, karena jujur saja saat itu saya benar-benar belum memiliki jawaban yang pasti. Hingga pada akhirnya, saya membawa satu proposal terakhir dengan topik mengenai deformasi horizontal kepada dosen wali. Namun, pertanyaan yang sama kembali dilontarkan:

"Jadi kamu akan pilih penelitian yang ini atau yang sebelumnya, Disha?"

Saya meminta waktu satu minggu untuk memikirkan secara matang seluruh pertimbangan saya. Namun pada kenyataannya, satu minggu itu tidak cukup. Saya membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang, kurang lebih satu bulan, untuk benar-benar meyakinkan diri sendiri. Selama satu bulan tersebut, saya mencari informasi secara intensif mengenai penelitian deformasi horizontal, mulai dari proses yang harus dilalui, metode yang dapat digunakan, alat pendukung, hingga persiapan data yang dibutuhkan. Hal ini penting saya lakukan karena saya menyadari bahwa apa yang tercantum dalam proposal saya sebelumnya masih jauh dari lengkap.

Setelah proses pencarian yang panjang, saya akhirnya kembali menemui dosen wali dengan membawa proposal yang telah difiksasi, yaitu mengenai topik deformasi horizontal. Pada momen ini saya menyadari satu hal penting bahwa selama ini saya sesungguhnya sedang mencari cara untuk memadukan pendekatan teknik dengan cara pandang keilmuan Sains Informasi Geografi. Proposal-proposal saya sebelumnya banyak dipengaruhi oleh sudut pandang dari berbagai program studi lain, seperti Teknik Sipil, Geologi, Ilmu Tanah, Geofisika, dan Geodesi, sehingga arah keilmuan SaIG dalam penelitian saya belum benar-benar terlihat jelas.

Setelah proposal penelitian saya semakin matang, saya diarahkan untuk melanjutkan bimbingan bersama Ibu Silmi Afina Aliyan, S.T., M.T., dikarenakan dosen wali saya yaitu Bapak Haikal akan melanjutkan studi S3. Selama proses bimbingan bersama Ibu Silmi, saya banyak mendapatkan arahan dari sudut pandang keilmuan geologi. Melalui bimbingan tersebut, saya menyadari adanya hambatan yang sebelumnya tidak saya sadari, yaitu area kajian penelitian saya yang dinilai terlalu luas jika dibandingkan dengan area yang benar-benar dilalui oleh sesar sebagai objek utama penelitian. Saya kembali melakukan revisi sebelum akhirnya proposal tersebut dinyatakan siap untuk dibawa ke tahap Seminar Proposal.

Dok. Penulis

Seminar Proposal menjadi salah satu momen yang paling menegangkan sekaligus paling berharga dalam perjalanan skripsi saya. Pada seminar tersebut, saya diuji oleh tiga dosen penguji, salah satunya adalah Ibu Dr. Tania Septi Anggraini, S.T., M.T., Ph.D. yang memiliki keahlian di bidang geodesi. Melalui berbagai pertanyaan dan masukan yang diberikan, saya mendapatkan sudut pandang baru dari perspektif geodesi yang sebelumnya belum pernah saya pertimbangkan secara mendalam. Masukan tersebut membuka mata saya terhadap kekurangan-kekurangan dalam penelitian yang saya susun. Alih-alih merasa patah semangat, saya justru terpacu untuk mencari dan mengulik lebih dalam, salah satunya dengan menelusuri jurnal-jurnal ilmiah dari peneliti-peneliti di China yang telah banyak melakukan riset serupa mengenai deformasi horizontal dengan pendekatan geodesi. Setelah memperoleh hasil, saya kembali membawanya kepada dosen penguji, dan pada akhirnya proposal penelitian saya dinyatakan disetujui untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Dua bulan setelah seminar proposal, saya akhirnya resmi mendapatkan dosen pembimbing, yaitu Bapak Hendro Murtianto, M.Sc. dan Ibu Silmi Afina Aliyan, S.T., M.T. Sebelum memulai bimbingan pertama, jujur saja saya merasa cukup takut. Bayangan mengenai revisi yang bertumpuk, catatan merah di setiap lembar proposal, dan kritik yang tajam sempat menghantui pikiran saya. Namun, kekhawatiran tersebut ternyata tidak seburuk yang saya bayangkan. Bimbingan pertama dengan Bapak Hendro dan Ibu Silmi justru berjalan jauh lebih hangat dan supportif daripada yang saya duga. Saya banyak diberikan arahan yang membangun serta pertanyaan-pertanyaan reflektif mengenai isi skripsi saya, yang justru membuat saya semakin memahami arah penelitian saya sendiri. Setelah proses diskusi tersebut, saya diarahkan untuk melanjutkan ke tahap pengolahan data.

Sepanjang proses pengolahan data, saya menghadapi berbagai kendala teknis yang cukup berat mulai dari kapasitas memori komputer yang tidak mencukupi, proses pengolahan yang berulang kali gagal, hasil pengolahan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, hingga data orbit citra satelit yang tidak lengkap. Saya mengulang proses tersebut berkali-kali, namun hasilnya tetap tidak bagus. Pada akhirnya, saya memutuskan untuk membawa seluruh kendala tersebut kepada dosen pembimbing saya. Bapak Hendro dan Ibu Silmi memberikan banyak solusi alternatif, salah satunya adalah menyarankan saya untuk mengunduh sebuah aplikasi pengolahan data tertentu. Namun, aplikasi tersebut ternyata tidak dapat diakses oleh publik secara bebas, sehingga saya harus kembali mencari cara lain agar penelitian saya tetap dapat berjalan. Kendala ini berlangsung cukup lama, sekitar dua bulan, tanpa progres yang berarti. Selama masa-masa sulit tersebut, saya banyak berdiskusi dengan teman seperjuangan yaitu Fikri yang kebetulan mengambil topik penelitian serupa mengenai deformasi dan menghadapi kendala yang hampir sama. Kami saling bertukar pikiran dan mencari solusi bersama, hingga akhirnya teman saya berhasil menemukan solusi berupa pengolahan data menggunakan Google Collab. Setelah mendapatkan script pengolahan yang diperlukan, saya segera menunjukkan hasil temuan tersebut kepada dosen pembimbing. Setelah melalui diskusi dan pertimbangan, saya akhirnya mendapatkan persetujuan untuk melanjutkan proses pengolahan data menggunakan Google Collab, dan pada akhirnya seluruh proses pengolahan data penelitian saya dapat diselesaikan dengan baik.

Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa setiap penelitian pasti memiliki kendalanya masing-masing, dan tidak ada satu pun proses penelitian yang benar-benar berjalan mulus tanpa hambatan. Namun, selama kita tetap teguh dalam mencari solusi dan tidak mudah menyerah, insyaallah setiap keraguan yang muncul dari kendala tersebut akan menemukan jalan terbaiknya. Bagi saya pribadi, satu-satunya pegangan yang membuat saya bertahan selama masa-masa sulit tersebut adalah komunikasi yang terbuka dengan teman-teman seperjuangan, serta usaha untuk terus menyemangati diri sendiri agar tidak berhenti di tengah jalan. Peran dosen pembimbing dalam perjalanan ini benar-benar tidak dapat digantikan. Komunikasi yang baik antara mahasiswa dan dosen pembimbing terbukti sangat membantu dalam mengarahkan fokus penelitian, memberikan solusi atas berbagai kendala teknis, serta menjaga semangat mahasiswa agar tidak mudah menyerah di tengah proses yang panjang dan melelahkan. Tanpa arahan, kesabaran, dan dukungan dari para dosen, perjalanan skripsi ini mungkin akan terasa jauh lebih berat dan lebih lama untuk diselesaikan.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh dosen yang telah berperan penting dalam perjalanan skripsi saya.

Kepada Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan komentar positif yang beliau berikan pada awal perjalanan ini. Kata-kata sederhana beliau mengenai judul penelitian saya yang belum pernah digarap oleh mahasiswa SaIG sebelumnya telah menjadi salah satu motivasi semangat terbesar saya untuk terus melangkah maju, bahkan di saat saya sendiri masih diliputi keraguan.

Kepada Bapak Haikal Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Sc. selaku dosen wali, saya mengucapkan terima kasih yang tulus atas kesabaran beliau dalam menghadapi saya yang berkali-kali datang dengan judul yang berbeda-beda. Pertanyaan sederhana beliau, pada akhirnya menjadi pertanyaan yang paling berharga dalam proses pencarian arah penelitian saya. Tanpa kesabaran dan ketegasan beliau dalam mengarahkan, saya mungkin akan terus berputar-putar tanpa arah yang jelas.

Kepada Bapak Hendro Murtianto, M.Sc. selaku dosen pembimbing pertama saya, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas segala arahan, kesabaran, dan solusi yang beliau berikan di sepanjang proses bimbingan, terutama pada saat saya menghadapi berbagai kendala teknis dalam proses pengolahan data. Ketenangan dan dukungan beliau membuat saya merasa tidak sendirian dalam menghadapi setiap tantangan yang muncul.

Kepada Ibu Silmi Afina Aliyan, S.T., M.T., saya mengucapkan terima kasih yang mendalam atas bimbingan beliau, baik sebelum maupun sesudah beliau resmi menjadi dosen pembimbing kedua saya. Arahan beliau dari sudut pandang geologi membuka wawasan saya mengenai batasan area kajian yang lebih tepat, dan kesabaran beliau dalam mendampingi proses bimbingan turut menjadi kekuatan besar bagi saya untuk terus melangkah.

Kepada Ibu Tania Septi Anggraini, S.T., M.T., Ph.D. dan Dr. Andika Permadi Putra, S.T., M.T. selaku dosen pembahas pada Seminar Proposal, saya mengucapkan terima kasih atas masukan berharga dari sudut pandang geodesi yang beliau berikan. Kritik dan pertanyaan beliau, meskipun sempat membuat saya menyadari banyak kekurangan dalam penelitian saya, justru menjadi titik balik yang mendorong saya untuk mendalami referensi lebih jauh hingga akhirnya penelitian saya dapat disetujui untuk dilanjutkan.

Dan yang terakhir, kepada Prof. Dr. rer. Nat. Nandi, MT., M.Sc., Muhammad Ihsan, S.T., M.T., dan Achmad Fadhilah, S.Pd., M.Sc. selaku dosen penguji sidang skripsi saya, terdapat masukan dan juga perubahan yang sebelumnya tidak saya pikirkan, pada akhirnya skripsi saya telah di revisi sesuai dengan sudut pandang terbaru baik dalam perhitungan, pengolahan, dan analisis.

Terima kasih juga saya sampaikan kepada teman-teman seperjuangan yang selalu bersedia berdiskusi, berbagi kendala, dan mencari solusi bersama. Tanpa kebersamaan dan saling dukung di antara kami, mungkin proses pengolahan data yang sempat terhenti selama dua bulan itu akan memakan waktu yang jauh lebih lama lagi.

Dok. Penulis

Menoleh perjalanan saya ke belakang, saya menyadari bahwa perjalanan skripsi ini bukan sekadar proses akademik untuk memenuhi syarat kelulusan, melainkan sebuah proses pendewasaan diri yang sangat berharga. Dari rasa penasaran sederhana ketika membaca berita bencana, hingga berbulan-bulan berputar dalam kebingungan menentukan judul, dari kegagalan berkali-kali dalam proses pengolahan data, hingga akhirnya menemukan solusi berkat kolaborasi dengan teman, semua fase tersebut mengajarkan satu hal penting bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil, selama kita mau terus bertahan dan mencari jalan keluar. Saya juga belajar bahwa kebingungan dan keraguan bukanlah tanda kegagalan, melainkan bagian yang wajar dari sebuah proses pencarian jati diri akademik. Pertanyaan sederhana seperti "penelitian yang mana yang akan kamu bawa?" ternyata dapat menjadi pengingat yang sangat kuat bahwa keputusan besar sering kali lahir dari proses perenungan yang panjang dan tidak instan.

Pada akhirnya, skripsi ini bukan hanya menjadi bukti kemampuan akademik saya, tetapi juga menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang penuh perjuangan, dukungan, dan kebersamaan. Semoga catatan perjalanan ini dapat menjadi inspirasi dan pengingat, baik bagi saya sendiri di masa depan, maupun bagi siapa pun yang sedang berjuang menyelesaikan skripsinya masing-masing, bahwa setiap kesulitan yang dihadapi hari ini kelak akan menjadi kisah yang membanggakan untuk diceritakan kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *