Di ujung hamparan hijau Lampung Timur, Desa Giri Mulyo menyimpan kisah tentang dedikasi, kolaborasi, dan inovasi. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2025, mahasiswa dari berbagai daerah bersatu untuk menghadirkan perubahan, termasuk dua delegasi terbaik dari Program Studi D4 Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) FPIPS UPI.
Tidak sekadar menjadi ajang pengabdian, kegiatan ini menjelma menjadi ruang belajar yang penuh makna—tempat di mana ilmu, empati, dan kreativitas berpadu dalam satu harmoni.
Inovasi dari Desa untuk Dunia
Salah satu wujud nyata dari KKN ini adalah lahirnya Website GIS “e-Astagiri Hub”, sebuah platform digital yang menampilkan potensi Desa Giri Mulyo secara interaktif. Melalui peta, narasi, dan visualisasi, website ini menjadi jendela baru untuk mengenalkan desa sebagai sentra penghasil Alpukat Siger, komoditas unggulan dengan potensi besar untuk menembus pasar lebih luas.
Tidak berhenti di sana, mahasiswa juga berkolaborasi dengan masyarakat dalam inovasi produk olahan Alpukat Siger. Hasil pertanian desa tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar modern.
Sementara itu, melalui Posko Pintar, anak-anak desa menemukan ruang belajar alternatif yang menyenangkan. Belajar sambil bermain, tumbuh bersama dalam semangat keceriaan, dan merasakan bahwa pendidikan bisa hadir dengan cara yang hangat dan penuh kasih.
Kesan Mahasiswa: Belajar, Berkarya, dan Berbagi
Bagi Rayya Putri Nufaisa (NIM 2202412), pengalaman KKN Internasional ini bukan sekadar program akademik, melainkan perjalanan berharga yang akan selalu membekas:
“Interaksi dengan anak-anak melalui Posko Pintar menjadi momen paling berkesan. Kami tidak hanya mengajarkan materi tambahan, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar bersama. Inovasi olahan Alpukat Siger membuka peluang baru bagi desa, sementara kebersamaan dengan teman-teman dari berbagai universitas memperkaya perspektif saya. Harapan saya, Desa Giri Mulyo semakin dikenal luas sebagai sentra Alpukat Siger, dan e-Astagiri Hub dapat menjadi sarana berkelanjutan untuk mempromosikan potensi desa secara digital.”
Prestasi yang Membanggakan
Kerja keras dan dedikasi ini berbuah manis. Delegasi SPIG UPI, Zalzabila Cahaya dan Rayya Putri, berhasil meraih:
Award Best of Marketing and Service
Juara 1 Kategori Non Food Product
Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama UPI di kancah internasional, tetapi juga membuktikan bahwa karya mahasiswa mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menorehkan jejak prestisius di panggung global.
Pesan Kaprodi SPIG
Kaprodi SPIG, Dr. Nanin Tri Anawati Sugito, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan:
“Alhamdulillah mahasiswa Program Studi D4 Survei Pemetaan dan Informasi Geografis FPIPS UPI kembali menorehkan prestasi. Semoga momentum ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa SPIG untuk terus mengukir prestasi gemilang. Terima kasih kepada pimpinan FPIPS UPI, LPPM UPI, dan Ibu Asri Ria Affriani, ST. M.Eng. atas dukungan serta bimbingannya.”
Inspirasi untuk Masa Depan
Kisah dari Desa Giri Mulyo ini adalah bukti bahwa pengabdian mahasiswa bukan hanya kegiatan sesaat, tetapi juga warisan yang akan terus memberi manfaat. Dengan teknologi, kreativitas, dan semangat kolaborasi, desa kecil di Lampung Timur kini memiliki pijakan baru untuk dikenal dunia.
Dan dari sinilah, semoga lahir inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya—mengabdi dengan hati, berinovasi dengan ilmu, dan membangun negeri dengan penuh cinta.