Pada Minggu, 4 Oktober 2025, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi (HMPS) menyelenggarakan Sociology Edu Guide melalui kegiatan Running HMPS di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Mengusung tema "SCL: Growing Roots Beyond Potential: Creating Impact Through a Purpose as Sociologist", kegiatan ini menjadi tahap awal kaderisasi HMPS. Melalui kegiatan ini mahasiswa baru diajak untuk mengenal organisasi, kehidupan akademik, serta dinamika kampus, fakultas, dan program studi sebagai bekal menjalani perkuliahan.
Running HMPS dirancang sebagai kegiatan post to post untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada berbagai organisasi dan komunitas di lingkungan Program Studi Pendidikan Sosiologi. Tujuan utamanya adalah agar mahasiswa baru memahami struktur, fungsi, dan peran aktif organisasi kemahasiswaan, serta termotivasi untuk terlibat dalam kegiatan organisasi maupun komunitas selama masa perkuliahan.

Dalam pelaksanaannya, peserta menyusuri sejumlah pos di area kampus UPI, dimulai dari Poliklinik, dilanjutkan ke Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Perpustakaan, dan Balai Bahasa, hingga berakhir di Museum Pendidikan Nasional (Mupenas) dan sekitar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS). Di setiap pos, peserta diperkenalkan dengan himpunan, komunitas, serta BEM, dan DPM HMPS. Pos-pos tersebut diisi oleh inti BEM, DPM, enam departemen, hingga komunitas yang berada di bawah naungan HMPS, sehingga peserta mendapat gambaran langsung tentang peran masing-masing.
Menurut Abigail Miracle selaku Ketua Pelaksana Sociology Edu Guide, kegiatan ini adalah awal petualangan yang seru dan penuh cerita. Ia mengajak mahasiswa baru untuk tidak takut atau canggung, cukup membawa senyum, rasa penasaran, dan semangat untuk menjalani prosesnya bersama-sama.
Pada akhir kegiatan, Abigail Miracle menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir, belajar, dan berproses bersama. Ia menilai peserta datang dengan semangat, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk bertanya, hal berharga yang tidak dimiliki semua orang. Dari para peserta, panitia pun belajar banyak tentang kesabaran, kekompakan, dan cara memandang sesuatu dari sudut pandang baru. Ia berharap bekal tentang organisasi, akademik, dan kondisi objektif kampus ini membuat mahasiswa baru melangkah lebih peka, kritis, dan peduli. Ia juga berpesan agar peserta terus bertanya, tidak ragu berproses, dan tidak sungkan mendatangi panitia kapan pun membutuhkan teman diskusi atau bantuan.
Sociology Edu Guide menjadi pintu pembuka bagi mahasiswa baru untuk mengenal rumah barunya di Pendidikan Sosiologi. Diharapkan semangat yang tumbuh sejak tahap awal ini terus berlanjut hingga tahap kaderisasi berikutnya.
