Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mahasiswi Pendidikan Sosiologi UPI Raih Pendanaan PKM Lewat Penelitian SIGAPILKADA

Azzahra Dita, mahasiswi Pendidikan Sosiologi UPI angkatan 2022, berhasil menorehkan prestasi dengan lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Bersama timnya, ia mengusung penelitian bertajuk “Sistem Informasi Geografis untuk Asesmen Korelasi Pilkada dengan Kondisi Sosial Ekonomi Pendidikan di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung” atau yang mereka singkat menjadi SIGAPILKADA.

Ide penelitian ini lahir dari keresahan sederhana: mengapa banyak warga masih memilih pasangan calon pemilu tanpa mempertimbangkan latar belakangnya? Dari pertanyaan itu, Azzahra dan tim mencoba menelusuri faktor pendidikan dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Bandung, untuk melihat apakah benar ada keterkaitan dengan partisipasi politik mereka.

Proses penyusunan proposal bukan tanpa hambatan. Kesibukan tiap anggota tim menjadi tantangan tersendiri. Azzahra, misalnya, sedang magang saat proposal disusun sehingga waktu yang tersedia sangat terbatas. “Rasanya agak kewalahan, tapi karena ada pembagian tugas yang jelas dan saling dukung, akhirnya bisa juga kelar,” ujarnya.

Saat pengumuman pendanaan keluar, Azzahra dan timnya justru terkejut. Mereka merasa proposal yang disusun seadanya tak akan lolos. “Nggak nyangka banget, rasanya campur aduk. Senang, lega, dan bangga,” kenang Azzahra.

Keberhasilan ini tak lepas dari peran banyak pihak. Pak Haikal selaku dosen pembimbing selalu memberikan masukan, sementara Bu Anin menjadi orang pertama yang menawarkan kesempatan kepada Azzahra untuk bergabung. Dukungan orang tua dan semangat kerja sama tim SIGAPILKADA juga menjadi pendorong utama.

Dalam penelitian ini, Azzahra memberikan kontribusi dari sisi analisis sosial-politik. Ia menekankan pentingnya membuat penelitian tidak berhenti pada ranah akademis, tetapi juga bisa dikenalkan ke masyarakat dengan cara yang lebih kreatif dan menyenangkan. Menurutnya, PKM bukan hanya soal data dan laporan, melainkan juga bagaimana menyampaikan hasil riset agar mudah dipahami.

Ke depan, Azzahra berharap SIGAPILKADA bisa menjadi wadah edukasi politik yang berkelanjutan. Ia ingin masyarakat Bandung mengenal program ini, sekaligus mendapatkan manfaat dari riset yang dilakukan. “Harapannya, SIGAPILKADA bisa jadi sarana belajar politik yang relevan dan tetap menarik buat masyarakat luas,” tuturnya.

Bagi Azzahra, pengalaman ini membuka pandangan baru tentang arti penelitian dan pengabdian. Ia belajar bahwa kerja tim, konsistensi, dan kreativitas sama pentingnya dengan teori dan data. Kepada mahasiswa lain, ia berpesan: “Coba aja dulu. Jangan takut gagal, yang penting kita sudah berusaha semampu kita. Kalau ternyata lolos, itu bonus.”

Dengan semangat tersebut, Azzahra yakin PKM bukan hanya tentang kompetisi, melainkan ruang untuk tumbuh, berkontribusi, dan memberi arti bagi masyarakat.

Instagram: @sigapilkada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *