Penulis: Muhammad Fadhiil Al - Ghifaary (SaIG, 2401987) dan Salsa Alifia Aurell (SaIG, 2309891)
Penyunting: Reva Laelatul Zahra
Perjalanan kami dalam mempelajari pemrograman dimulai dari kegiatan KRK pertama di bulan keempat yang diselenggarakan pada 5 September 2025, yang menjadi langkah awal untuk memahami bahasa Python sebagai fondasi dalam membangun logika berpikir komputasional. Pada tahap ini, kami diperkenalkan dengan dasar-dasar pemrograman seperti sintaks, struktur logika, serta perintah dasar yang dijalankan melalui Jupyter Notebook. Melalui lingkungan interaktif Jupyter, kami dapat langsung melihat hasil eksekusi kode dan memahami kesalahan secara real time, sehingga proses belajar terasa lebih intuitif dan menyenangkan. Pembelajaran ini kemudian berkembang dalam tema “Pelatihan Python Komprehensif untuk GIS: Visualisasi Data, Pemodelan Spasial, Manajemen Data Lanjutan, dan Automasi Processing Tools”, yang menjadi tonggak penting bagi kami untuk memahami peran Python dalam dunia Geographic Information System (GIS) secara lebih luas dan aplikatif.

Setelah menguasai dasar-dasar pemrograman, pembelajaran kami berfokus pada penerapan Python dalam konteks geospasial. Pada tahap ini, kami mulai mengenal berbagai pustaka penting seperti Geopandas, Rasterio, dan Folium, yang memungkinkan kami untuk mengelola data spasial dalam format vektor maupun raster. Melalui kombinasi pustaka-pustaka tersebut, kami belajar membuat model spasial sederhana, menampilkan visualisasi data, serta membangun peta interaktif yang dapat menampilkan berbagai lapisan data seperti elevasi, jarak sungai, jaringan jalan, hingga distribusi permukiman. Implementasi ini membuktikan bahwa Python bukan hanya sekadar alat akademik, tetapi juga mampu mengotomasi proses pengolahan data spasial yang sebelumnya hanya dapat dilakukan dengan perangkat lunak GIS konvensional. Peta interaktif yang kami hasilkan menjadi bukti konkret bahwa pembelajaran pemrograman dapat memberikan hasil nyata yang relevan dengan kebutuhan analisis geospasial.

Perjalanan pembelajaran kami kemudian berlanjut ke tahap yang lebih kompleks melalui kegiatan KRK kedua di bulan keempat pada 26 September 2025 yang menandai transisi dari pembelajaran internal menuju level expert. Sebelum mencapai tahap ini, kami telah melalui proses pendalaman Python secara mandiri di lingkungan internal kelompok yang berfokus pada penguatan logika dan struktur program. Namun, pada tahap eksternal ini, kami mulai menerapkan Python dalam studi kasus pemetaan potensi tsunami di Kabupaten Temon dan Wates, Yogyakarta, sebagai bentuk implementasi nyata dari kemampuan analisis spasial yang telah dipelajari. Topik ini dipilih karena memiliki urgensi tinggi dalam konteks mitigasi bencana, mengingat kawasan pesisir selatan Jawa merupakan wilayah rawan tsunami dan membutuhkan pendekatan pemodelan spasial yang akurat serta berbasis data.

Dalam pelaksanaan tahap lanjutan ini, kami mulai menggunakan Google Colab sebagai platform utama. Berbeda dengan Jupyter yang berjalan secara lokal, Colab berbasis Google Cloud dan memungkinkan kolaborasi secara daring. Integrasi dengan berbagai layanan seperti Google Drive, GitHub, Google Earth Engine (GEE), dan PostGIS memperluas cakupan serta profesionalitas kerja tim. Penggunaan Colab membuat kami lebih mudah melakukan eksplorasi data, membagikan kode, serta mengelola proyek secara terstruktur. Melalui pengalaman ini, kami belajar bahwa mempelajari pemrograman bukan hanya tentang menulis baris kode, melainkan juga membangun pola pikir sistematis, bekerja kolaboratif, dan mengaitkan teknologi dengan isu-isu nyata di lapangan. Dari KRK pertama hingga tahap expert, kami semakin menyadari bahwa Python adalah alat penting dalam pengembangan analisis geospasial modern yang dapat mendukung mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang berbasis data.
