Penulis: Ai Sulastri (SaIG, 2206656), Auliya Dewi Ayu Pujaretna (2203284), Khairul Anam (SaIG, 2203949)
Penyunting: Nanda Herry Fadillatu Yasmin

Perjalanan magang di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2025 menjadi pengalaman berharga bagi enam mahasiswa SaIG angkatan 2022 yang berhasil lolos seleksi nasional. Pendaftaran program ini dibuka pada 1–11 Juli 2025 melalui laman resmi ELSA BRIN, di mana peserta diminta melengkapi berkas administrasi seperti CV, transkrip nilai, sertifikat pendukung, surat pengantar magang, dan surat pernyataan, serta menyusun proposal riset sesuai minat yang bahkan dapat diselaraskan dengan topik skripsi masing-masing.
Dari proses seleksi yang ketat, enam mahasiswa SaIG UPI dinyatakan lolos dan ditempatkan di berbagai pusat riset sesuai minatnya. Empat mahasiswa, yakni Ai Sulastri (Pusat Riset Sains Data dan Informasi – Pemodelan Limpasan Genangan Banjir dan Estimasi Area Terdampak Menggunakan Teknologi Digital Twin Kota), Khairul Anam (Pusat Riset Sains Data dan Informasi – Pengembangan Model GerAI untuk Analisis Citra Satelit dalam Mendukung Ketahanan Pangan), Ridho Alfi Mubarok (Pusat Riset Kebencanaan Geologi – Gempa Bumi), dan Sandi Ahmad Habibie (Pusat Riset Kebencanaan Geologi – Pemodelan Spasial Bencana Longsor) ditempatkan di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung.
Sementara itu, Calsya Aulia Nursyabia Husna (Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat – Pemetaan Potensi Stok Karbon Atas Mangrove dengan Citra LiDAR di Pesisir Muara Gembong) dan Auliya Dewi Ayu Pujaretna (Pusat Riset Geoinformatika – Pengembangan Platform Digital Pemantauan Land Subsidence) menjalankan kegiatan magang di KST Cibinong.
Setelah pengumuman penerimaan, para peserta mengikuti pembekalan daring, menyelesaikan tugas awal melalui platform ELSA, dan resmi memulai kegiatan magang pada 11 Agustus 2025 dengan bimbingan dari PIC kampus UPI sebagai bentuk pendampingan akademik selama program berlangsung.
Pada awal kegiatan magang di BRIN, kami memulai dengan pertemuan bersama pembimbing dari pihak BRIN. Dalam pertemuan tersebut, kami mendapat pengenalan mengenai pusat riset tempat kami ditempatkan, termasuk fokus penelitian dan kegiatan yang sedang dikembangkan di sana. Setelah itu, kami berdiskusi dengan pembimbing mengenai topik riset. Melalui sesi pembimbingan tersebut, kami mendapatkan arahan dan masukan untuk memperdalam pemahaman terhadap konsep penelitian yang dipilih.
Selanjutnya, kami melakukan presentasi awal proposal penelitian yang telah disusun sebelumnya, kemudian mendapatkan berbagai saran untuk perbaikan dan penyempurnaan isi proposal. Setelah presentasi, kami melanjutkan dengan studi literatur untuk memperkuat dasar teori serta memahami penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Pada tahap berikutnya, kami mulai melakukan pengolahan data yang berkaitan dengan topik riset, sambil terus melakukan revisi terhadap proposal penelitian sesuai hasil diskusi dan masukan dari pembimbing BRIN.

Terdapat banyak jenis topik riset yang dilakukan di BRIN. Di antara kami sendiri telah sepakat memilih topik yang berbeda pada saat proses pendaftaran dibuka. Hal ini karena tidak menutup kemungkinan, dalam riset yang dilakukan, kami berkolaborasi dengan mahasiswa yang berasal dari jurusan berbeda atau di luar keahlian Sistem Informasi Geografis.
Magang ini memberikan kami kesempatan, khususnya dalam lingkungan pemerintahan, untuk mengimplementasikan hasil pembelajaran yang didapat dalam beberapa semester ke belakang. Terbukanya relasi antarmahasiswa dengan latar belakang berbeda juga menimbulkan interaksi berupa transfer of knowledge yang, menurut kami, saling membentuk diskusi pengetahuan satu sama lain.


Lingkungan magang di BRIN memberikan kesan yang sangat kondusif untuk belajar dan berdiskusi. Suasana kantor yang rapi, fasilitas yang lengkap, serta dukungan dari para pembimbing dan peneliti senior membuat kami merasa nyaman dalam menjalankan kegiatan magang. Setiap ruangan dipenuhi dengan aktivitas penelitian dan diskusi ilmiah yang menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berinovasi.
Selain itu, interaksi dengan para peneliti memberi kami wawasan baru tentang bagaimana riset dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan. Lingkungan yang terbuka dan kolaboratif ini juga memotivasi kami untuk lebih percaya diri dalam mengemukakan ide dan berkontribusi dalam proyek yang sedang dijalankan.
Kegiatan magang di BRIN ini berlangsung selama kurang lebih enam bulan, mulai dari Agustus 2025 hingga Januari 2026. Waktu yang terbilang cukup lama, namun kami sangat menikmati setiap prosesnya karena kegiatan magang ini benar-benar memberikan banyak insight baru bagi kami. Selain mengenal lebih dekat bagaimana dunia riset bekerja, kami juga berkesempatan meningkatkan kompetensi sesuai bidang magang masing-masing—seperti peribahasa, “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui,” hehehe.


Menariknya lagi, kami tidak sendiri. Kami magang bersama mahasiswa dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, sehingga suasananya sangat dinamis dan penuh pertukaran ide. Setiap pekan, kami rutin melaksanakan sesi mentoring bersama pembimbing untuk membahas progres pekerjaan, mendapatkan arahan, serta penugasan baru untuk minggu berikutnya. Tidak jarang pula kami diajak mengikuti berbagai kegiatan menarik di luar kantor, seperti ground check, ekskursi, dan kegiatan lapangan lainnya yang menambah pengalaman kami secara langsung di dunia riset.
Secara keseluruhan, magang di BRIN benar-benar menjadi pengalaman yang sangat berharga dan worth it karena tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga menumbuhkan semangat baru untuk terus belajar dan berkontribusi di bidang penelitian.
Dokumentasi Magang:




