Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
GARUT DALAM GENGGAMAN SIG: SEBUAH TULISAN MAHASISWA DI PERIODE AWAL PROGRAM PENGUATAN PENGALAMAN PROFESIONAL NON PENDIDIKAN

Penulis: Ahmad Syuhada (SaIG, 2206597) dan Hasna Rizqi (SaIG, 2205887)
Penyunting: Nanda Herry Fadillatu Yasmin

Dok: Penulis

Magang bukan hanya sekadar formalitas untuk memenuhi syarat kelulusan, melainkan sebuah gerbang awal menuju dunia profesional yang sesungguhnya. Di Dinas PUPR Kabupaten Garut, kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga menjadi bagian dari tim yang mengelola peta-peta dan data GIS. Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana data spasial dimanfaatkan dalam perencanaan infrastruktur dan pengambilan keputusan pembangunan daerah. Pengalaman ini membuka wawasan baru bahwa keterampilan analisis spasial tidak hanya berguna di ruang kelas, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam pembangunan daerah.

Pekan pertama magang diawali dengan pengenalan lingkungan kerja di Dinas PUPR Kabupaten Garut. Kami diperkenalkan pada ruang lingkup kerja serta berbagai bidang yang ada di dalamnya. Sementara itu, kami ditempatkan di Bidang Jasa Konstruksi (Jakon) sembari menunggu penempatan. Di sana kami mempersiapkan bahan paparan untuk dipresentasikan di depan pegawai PUPR. Isi dari paparan tersebut ialah pengenalan program studi, kompetensi yang dimiliki, serta apa yang dapat kami lakukan di PUPR dengan ilmu yang kami miliki. Setelah dilakukan pemaparan, akhirnya kami ditempatkan di Bidang Penataan Ruang.

Dok: Penulis

Memasuki pekan kedua hingga kelima, kami mulai diberikan tugas nyata, yaitu membuat Peta Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Melalui tugas ini, kami belajar memahami proses penyusunan peta dari tahap pengumpulan data hingga analisis spasial menggunakan perangkat lunak GIS, sekaligus melihat bagaimana peta menjadi dasar penting dalam perencanaan tata ruang dan kebijakan pembangunan daerah. Dalam pengerjaan KKPR, kami secara eksklusif diberikan akun OSS milik Kepala Dinas PUPR untuk mendapatkan data yang selanjutnya akan kami analisis. Setiap bangunan yang akan dibangun akan dilakukan analisis terhadap kesesuaiannya dengan RTRW Kabupaten Garut 2011–2031, RTRW Provinsi Jawa Barat 2022–2042, serta Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Analisis tidak berhenti pada tiga aturan tersebut, tetapi berlanjut dengan Perda Kabupaten Garut Nomor 1 Tahun 2015 tentang Sepadan Jalan, menghitung luasan lahan yang akan dibangun, menganalisis kawasan pendirian bangunan apakah masuk ke dalam peta rawan bencana, dan lain-lain. Setelah dilakukan analisis terkait kesesuaian, akan dilaksanakan forum antar pemerintah, masyarakat, serta pihak yang mengajukan permohonan KKPR untuk menentukan apakah lahan tersebut disetujui untuk dialihfungsikan atau tidak.

Pada pekan selanjutnya, kami mulai dengan tugas baru yang berfokus pada pemetaan persebaran perumahan di Kabupaten Garut. Tugas ini menantang kami untuk mengolah dan menganalisis data spasial guna menampilkan sebaran lokasi perumahan yang ada di berbagai kecamatan. Melalui kegiatan ini, kami semakin memahami bagaimana peta digunakan sebagai alat analisis untuk melihat pola persebaran permukiman serta mendukung perencanaan pembangunan perumahan yang berkelanjutan di daerah. Data yang dimiliki Dinas PUPR akan disatukan sehingga dapat dilakukan analisis lebih lanjut.

Dok: Penulis

Hari-hari di Bidang Penataan Ruang sangat menyenangkan karena kami disambut dengan hangat oleh Bapak dan Ibu pegawai. Tawa dan canda menemani kami dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan. Di sini, kami tidak pernah merasa kelaparan karena setiap saat selalu disuguhi makanan yang sangat enak, mengingat di sekitar kantor kami tidak banyak pedagang yang menjajakan jualannya. Kami pun bertemu dengan mahasiswa dan adik-adik SMK yang sedang melaksanakan magang, meski tidak di bidang yang sama. Kami selalu bertemu dan berbincang-bincang dengan mereka saat apel pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *