Bandung, 2025 – Di tengah dinamika perkuliahan Program
Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Universitas Pendidikan
Indonesia, terdapat satu mata kuliah yang bukan hanya menantang secara teknis,
tetapi juga memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sebuah pekerjaan
perencanaan dijalankan di dunia profesional. Mata kuliah tersebut adalah Manajemen
Proyek Survei Pemetaan dan Informasi Geografis, yang diampu oleh Muhammad
Ihsan, ST., M.T. dan Maya Indah Sari, S.Pd., M.Sc.
Melalui mata kuliah ini, mahasiswa SPIG Angkatan 2023 tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga diajak untuk memasuki simulasi lingkungan kerja sebagai konsultan perencana. Setiap kelompok diberikan Kerangka Acuan Kerja (KAK) layaknya dokumen proyek sungguhan, yang harus diterjemahkan menjadi perencanaan proyek yang komprehensif, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Belajar Menyusun Proyek Layaknya Profesional
Perkuliahan menjadi ruang praktik nyata saat mahasiswa
mulai menyusun dokumen perencanaan proyek dari awal hingga siap
dipresentasikan. Elemen-elemen penting yang harus diselesaikan antara lain:
Work Breakdown Structure (WBS)
Mahasiswa memetakan seluruh tahapan pekerjaan secara sistematis, disertai rincian aktivitas yang mendukung pencapaian tujuan proyek.
Gantt Chart
Setiap aktivitas dijadwalkan dalam bentuk timeline
yang runtut sehingga alur pekerjaan dapat dipahami dan disimulasikan dengan
jelas.
Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Seluruh kebutuhan proyek dihitung secara detail, mulai dari tenaga kerja, peralatan, hingga kebutuhan teknis lainnya, sehingga total biaya yang dihasilkan realistis dan akuntabel.
Kurva S
Mahasiswa memvisualisasikan hubungan antara progres pekerjaan dan alokasi anggaran dari waktu ke waktu, yang menjadi indikator apakah pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana.
Melalui rangkaian tugas ini, mahasiswa belajar bahwa manajemen proyek bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan mengatur sumber daya, memproyeksikan risiko, dan memastikan pekerjaan berjalan efektif serta tepat waktu.
Simulasi Dunia Kerja: Presentasi Meyakinkan Pengguna
Jasa
Tidak berhenti pada penyusunan dokumen, mahasiswa juga
diwajibkan melakukan presentasi di kelas layaknya pertemuan resmi antara
konsultan dan pengguna jasa. Pada sesi ini, mahasiswa harus mampu menyampaikan
gagasan, konsep perencanaan, jadwal kerja, dan perhitungan anggaran secara
jelas, logis, dan meyakinkan.
Layaknya dunia kerja sesungguhnya, presentasi dinilai
tidak hanya dari isi dokumen, tetapi juga kualitas penyampaiannya, termasuk
kemampuan mahasiswa untuk:
- Menjelaskan
konsep secara runtut dan komprehensif
- Memberikan
argumentasi logis terhadap keputusan perencanaan
- Menjawab
pertanyaan dari “pengguna jasa”
- Mempertahankan
rencana proyek yang telah disusun
Momen ini menjadi pengalaman penting yang membangun
kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, dan kemampuan analisis mahasiswa
ketika berhadapan dengan situasi profesional yang nyata.
Lebih dari Sekadar Mata Kuliah
Bagi mahasiswa SPIG Angkatan 2023, mata kuliah
Manajemen Proyek menjadi pengalaman pembelajaran yang memberikan gambaran
konkret tentang bagaimana perencanaan teknis dijalankan di lapangan. Mereka
belajar berkolaborasi, berdiskusi, membagi tugas, menyelesaikan konflik, hingga
mempresentasikan hasil secara profesional. Inilah mata kuliah yang bukan hanya mengajarkan teori,
tetapi membentuk mahasiswa menjadi calon surveyor, perencana, dan manajer
proyek yang siap terjun di dunia kerja.
Penulis: Shazadil Akhyar Rezky