Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Tarbiyatunnisa Gelar Kajian Fiqih Haid dan Workshop Kreativitas Kawat Berbulu

Bandung, 17 November 2025 — Kegiatan Tarbiyatunnisa kembali digelar sebagai ruang pembinaan keislaman dan pengembangan kreativitas bagi mahasiswi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Pendidikan Indonesia. Bertema “Suci dengan Ilmu: Fiqih Haid dan Bersuci sebagai Bekal Muslimah Cerdas”, program ini diikuti oleh peserta muslimah PPKn UPI, khususnya angkatan 2025, dengan antusiasme tinggi sejak awal acara.

Kegiatan diawali dengan kajian yang membahas fiqih haid secara menyeluruh. Materi mencakup pengertian haid, karakteristik darah, masa suci, hingga tata cara bersuci sesuai ketentuan syariat. Penjelasan disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami, memberikan dasar keilmuan yang penting bagi peserta dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai muslimah.

Sesi diskusi memperdalam pemahaman mengenai praktik bersuci, termasuk tanda-tanda suci setelah haid dan berbagai kesalahan umum yang sering terjadi dalam proses bersuci. Kajian ini menjadi sarana edukatif yang membantu peserta menguatkan pengetahuan dasar keagamaan secara benar dan bertanggung jawab.

Setelah kajian keislaman, kegiatan berlanjut dengan workshop pembuatan kerajinan dari kawat berbulu. Peserta diarahkan untuk membuat berbagai bentuk kreatif seperti bunga, miniatur hewan, ornamen meja, serta aksesoris sederhana.

Workshop ini memberikan kesempatan bagi mahasiswi untuk mengembangkan kemampuan motorik halus sekaligus menyalurkan minat berkarya. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan bahan, teknik pembentukan, hingga penyelesaian karya. Suasana kolaboratif terlihat dari interaksi antarpeserta yang saling membantu dan berbagi ide.

Rangkaian kegiatan Tarbiyatunnisa tidak hanya berfokus pada pemberian materi, tetapi juga membangun kebersamaan di antara mahasiswi PPKn UPI. Sepanjang kegiatan, peserta terlibat aktif dan menunjukkan ketertarikan yang tinggi pada dua sesi yang disuguhkan.

Kegiatan ini memperkuat peran Tarbiyatunnisa sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya menekankan aspek spiritual, tetapi juga kreativitas dan pengembangan diri. Harapannya, kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dengan topik yang semakin beragam, sehingga memberikan kontribusi positif bagi pengembangan muslimah yang berilmu, terampil, dan berdaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *