Disusun Oleh Tim Publikasi SPIG 2026
Bandung – Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) menyelenggarakan Seleksi Magang Berdampak bagi mahasiswa angkatan 2023 sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan seleksi ini menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengikuti Program Magang Berdampak periode Februari - Mei tahun 2026, yang dikonversikan setara dengan 20 Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai kebijakan akademik yang berlaku. Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga capaian pembelajaran yang terintegrasi langsung dengan kurikulum.
Seleksi Magang Berdampak dilaksanakan pada Sabtu, 25 Januari 2025, secara daring melalui Zoom Meeting, dengan sistem wawancara terstruktur dan pembagian sesi yang dirancang untuk menjamin objektivitas, efektivitas, serta pemerataan penilaian bagi seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi tahapan krusial dalam memastikan kesiapan mahasiswa sebelum terjun langsung ke dunia kerja profesional di berbagai instansi pemerintah, lembaga negara, hingga perusahaan swasta berbasis geospasial.

Briefing Awal: Penyamaan Persepsi dan Orientasi Seleksi
Rangkaian kegiatan seleksi diawali dengan briefing terms and conditions yang diikuti oleh seluruh peserta. Sesi ini berfungsi sebagai ruang orientasi awal untuk menjelaskan tujuan program magang berdampak, alur seleksi, mekanisme wawancara, serta etika yang harus dijaga selama proses seleksi berlangsung. Briefing menjadi penting untuk memastikan bahwa seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai posisi magang berdampak sebagai bagian dari proses akademik, bukan sekadar kegiatan kerja praktik.
Dalam sesi ini, peserta juga diarahkan untuk memahami bahwa magang berdampak menuntut komitmen tinggi, kedisiplinan, serta kesiapan membawa identitas akademik Program Studi SPIG ke lingkungan profesional.

Wawancara Daring sebagai Instrumen Penilaian Utama
Tahapan inti dalam seleksi magang berdampak adalah wawancara, yang dilaksanakan secara daring dengan sistem pembagian breakout room. Wawancara dibagi ke dalam beberapa sesi dengan jadwal yang telah ditentukan untuk menjaga efektivitas dan kelancaran proses seleksi. Setiap peserta mengikuti wawancara secara individual dan diberikan ruang untuk menyampaikan latar belakang akademik, minat magang, serta kesiapan diri dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Wawancara digunakan sebagai instrumen penilaian utama untuk menggali berbagai aspek kesiapan mahasiswa, mulai dari pemahaman keilmuan, kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, hingga kesesuaian minat mahasiswa dengan karakteristik magang berdampak yang akan dijalani.

Tim Penggerak Magang Berdampak sebagai Pewawancara
Proses wawancara dalam seleksi ini dilaksanakan oleh Tim Penggerak Magang Berdampak Program Studi SPIG. Tim ini terdiri dari dosen dan tenaga akademik yang memiliki peran strategis dalam perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi program magang berdampak. Adapun pewawancara yang terlibat dalam seleksi ini adalah Ibu Asri Ria Affriani, S.T., M.Eng., Anisa Nabila Rizki Ramadhani, S.T., M.T., dan Totok Doyo Pamungkas, S.Si., M.Eng.
Keterlibatan Tim Penggerak Magang Berdampak memastikan bahwa proses seleksi berjalan sesuai dengan tujuan kurikulum dan kebutuhan mitra. Pewawancara tidak hanya menilai kesiapan teknis mahasiswa, tetapi juga mempertimbangkan aspek etika, tanggung jawab, serta kemampuan mahasiswa dalam merepresentasikan Program Studi SPIG secara profesional.

Pembagian Sesi dan Efisiensi Pelaksanaan Seleksi
Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang besar, wawancara dibagi ke dalam beberapa sesi dengan durasi waktu yang terukur. Pembagian sesi ini memungkinkan pewawancara melakukan penilaian secara lebih fokus dan mendalam terhadap setiap peserta, tanpa mengurangi kualitas interaksi selama wawancara berlangsung. Pola pelaksanaan ini juga mencerminkan praktik seleksi profesional yang umum digunakan di dunia kerja saat ini.
Melalui pembagian sesi yang sistematis, proses seleksi dapat berjalan secara tertib dan efisien, sekaligus memberikan pengalaman seleksi yang adil bagi seluruh peserta.



Daftar Mitra Magang Berdampak Program Studi SPIG
Keunggulan Program Magang Berdampak SPIG terletak pada luas dan beragamnya mitra strategis yang terlibat. Mahasiswa ditempatkan di berbagai perangkat daerah, lembaga negara, dan perusahaan swasta, antara lain:
- Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat
- Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat
- Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat
- Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat
- Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum
- Badan Informasi Geospasial (BIG)
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
- Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat
- Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung
- Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Kota Bandung
- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat
- Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K)
- PT Datem Indonesia
- PT Tortuga Xcel Dynamics
- PT Geosolution Pratama Nusantara
- PT Barrakusuma Spatial Teknologi
- Terra Drone Indonesia
- Dicoding by DBS Foundation
Menyiapkan Lulusan SPIG yang Adaptif dan Profesional
Melalui rangkaian seleksi yang ketat dan penempatan magang yang strategis, Program Studi SPIG menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap dinamika dunia kerja. Seleksi Magang Berdampak ini menjadi tahap awal pembentukan karakter profesional mahasiswa, sekaligus sarana untuk memperluas jejaring kolaborasi institusional.
Dengan sinergi antara mahasiswa, dosen, dan mitra eksternal, Magang Berdampak diharapkan mampu menghasilkan output yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi instansi mitra dan pembangunan berbasis geospasial di Indonesia.
