Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Menilik Kesinambungan Pengajaran Akidah di Era Kurikulum Merdeka: Upaya Membangun Fondasi Spiritual yang Kokoh dari SD hingga SMA (Riset IPAI)

Dosen dan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yakni Marshanda Rosy Rahmawati, Agus Fakhruddin, dan Usup Romli, melakukan riset mendalam mengenai pemetaan capaian pembelajaran (CP) dan materi ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) elemen Akidah dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian kualitatif dengan metode analisis isi ini dilaksanakan untuk mengevaluasi sejauh mana kesinambungan materi akidah didistribusikan dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Melalui studi dokumentasi terhadap buku teks terbitan Kemendikbudristek tahun 2021-2022, tim peneliti berupaya memberikan panduan sistematis bagi pendidik dalam mengintegrasikan nilai-nilai tauhid secara holistik di lingkungan sekolah.

Integrasi Dimensi Akidah Hasan al-Banna dalam Kurikulum

Penelitian ini menggunakan kacamata pemikiran Hasan al-Banna yang membagi ruang lingkup akidah ke dalam empat dimensi utama: Ilahiyyah (Ketuhanan), Nubuwwat (Kenabian), Ruhaniyyah (Metafisika/Malaikat), dan Sam’iyyat (Eskatologi). Temuan menunjukkan bahwa dimensi Ilahiyyah merupakan elemen yang paling konsisten dan hadir di seluruh fase pembelajaran, mulai dari Fase A (Kelas I-II) hingga Fase F (Kelas XI-XII). Kontinuitas ini sangat krusial karena akidah berfungsi sebagai tiang utama dalam bangunan karakter Muslim yang tangguh di tengah arus globalisasi.

Secara teoretis, integrasi materi yang berjenjang ini sejalan dengan prinsip spiral curriculum, di mana konsep dasar diperkenalkan di tingkat awal dan diperdalam secara analitis pada tingkat yang lebih tinggi. Hal ini relevan dengan standar pengembangan kurikulum dalam jurnal ilmiah bereputasi yang menekankan bahwa pendidikan agama harus mampu mentransformasi pengetahuan kognitif menjadi internalisasi nilai-nilai moral yang aplikatif.

Analisis Distribusi Materi dari Sekolah Dasar hingga Menengah

Distribusi materi dalam Kurikulum Merdeka memperlihatkan adanya perkembangan bertahap. Di tingkat Sekolah Dasar, pembelajaran difokuskan pada pengenalan konsep dasar melalui cerita moral dan Asmaul Husna yang sederhana. Memasuki tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), materi berkembang menjadi analisis terhadap misi para nabi dan penguatan rukun iman. Sementara itu, di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), siswa didorong untuk melakukan studi kritis, seperti menganalisis cabang-cabang iman (Syu’abul Iman) dan dasar-dasar Ilmu Kalam.

Meskipun secara umum telah terstruktur, penelitian ini menggarisbawahi adanya ketimpangan distribusi pada dimensi Nubuwwat dan Sam’iyyat yang tidak muncul secara eksplisit di beberapa fase tertentu. Evaluasi berkala diperlukan agar tidak terjadi diskontinuitas pemahaman siswa terhadap pilar-pilar keimanan yang bersifat metafisik.

Relevansi dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

Kajian ini merupakan kontribusi nyata Program Studi IPAI UPI dalam mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Dengan memetakan materi akidah secara sistematis, institusi pendidikan dapat memastikan bahwa pembelajaran agama tidak hanya bersifat doktriner, tetapi juga inklusif dan mempromosikan nilai-nilai toleransi serta persatuan dalam keberagaman. Pendidikan akidah yang kokoh menjadi fondasi bagi pembentukan karakter siswa yang berintegritas, yang pada akhirnya akan mendukung terciptanya tatanan masyarakat yang damai dan beradab. Sejatinya, pengajaran akidah bukan sekadar transfer pengetahuan mengenai rukun iman, melainkan upaya menanamkan benih kesadaran ketuhanan yang akan menuntun setiap perilaku siswa di masa depan. Melalui pemetaan yang presisi dalam Kurikulum Merdeka, kita berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang mampu membedakan hak dan batil secara bijaksana. Mari kita terus mendukung penyempurnaan kurikulum pendidikan Islam demi masa depan bangsa yang lebih berakhlak mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *