
Ditulis oleh Tim Publikasi
Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) melaksanakan kegiatan praktikum perdana bagi mahasiswa angkatan 2025 yang berfokus pada pengenalan alat-alat survei dan pemetaan. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami berbagai instrumen utama yang digunakan dalam kegiatan pengukuran geospasial di lapangan.

Praktikum yang dilaksanakan di lingkungan kampus ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai fungsi, prinsip kerja, serta prosedur penggunaan alat survei yang umum digunakan dalam kegiatan pemetaan. Pada kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan dengan beberapa instrumen utama seperti Total Station, Theodolite, Waterpass, serta perlengkapan pendukung survei lainnya.

Para dosen dan instruktur praktikum memberikan penjelasan secara langsung mengenai komponen alat, cara pemasangan (setup), proses kalibrasi sederhana, serta teknik dasar pengoperasian alat di lapangan. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi penggunaan alat secara langsung, sehingga mereka dapat memahami proses pengukuran secara lebih aplikatif.

Kegiatan praktikum ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena bidang survei dan pemetaan sangat menekankan pada keterampilan praktis selain pemahaman teoritis. Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali karakteristik setiap alat serta memahami peran teknologi pengukuran dalam menghasilkan data geospasial yang akurat.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap sesi penjelasan dan praktik. Banyak mahasiswa yang untuk pertama kalinya berinteraksi langsung dengan instrumen survei profesional yang biasa digunakan dalam proyek pemetaan, konstruksi, hingga pengembangan wilayah.

Melalui kegiatan praktikum perdana ini, Program Studi SPIG berharap mahasiswa angkatan 2025 dapat membangun fondasi keterampilan dasar dalam survei dan pemetaan, yang nantinya akan terus dikembangkan pada berbagai praktikum lanjutan seperti pengukuran detail situasi, pemetaan topografi, fotogrametri, hingga pemanfaatan teknologi geospasial modern.

Kegiatan ini juga menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia geodesi, geomatika, dan teknologi geospasial, yang saat ini memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya wilayah.