Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
DINAMIKA PENDIDIKAN SEBAGAI ALAT MOBILITAS SOSIAL MASYARAKAT INDONESIA

Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia pada periode 1973–
2011 memainkan peran ganda yakni sebagai sarana mobilitas sosial sekaligus penguat
ketimpangan. Pada era Orde Baru, program Wajib Belajar Enam Tahun dan pembangunan
SD Inpres berhasil meningkatkan literasi serta membuka peluang mobilitas bagi masyarakat
pedesaan, meskipun masih dihadapkan pada kesenjangan kualitas antara kota dengan desa
dan wilayah barat dengan timur. Memasuki dekade 1980-an, pendidikan menengah
berfungsi sebagai jembatan menuju industrialisasi, memberi akses ke pekerjaan
formal, tetapi keterbatasan ekonomi keluarga membuat banyak anak berhenti di jenjang ini,
sehingga mobilitas sosial sering terhenti. Krisis ekonomi 1997–1998 rapuhnya akses pendidikan
bagi keluarga miskin, banyak anak terpaksa putus sekolah, meski program beasiswa Jaring
Pengaman Sosial membantu sebagian siswa tetap melanjutkan pendidikan. Sementara itu,
pada dekade 2000–2011 pendidikan tinggi berkembang pesat, terutama di sektor swasta,
dan menjadi simbol prestise serta pintu masuk ke kelas profesional. Namun, akses ke
perguruan tinggi masih sangat timpang, anak dari keluarga kaya lebih banyak menikmati
peluang tersebut dibanding kelompok miskin. Dengan demikian, dinamika
pendidikan di Indonesia sepanjang 1973–2011 memperlihatkan bahwa meskipun pendidikan
mampu membuka jalan mobilitas vertikal, ia
juga berpotensi memperlebar jurang sosialekonomi. Hal ini menegaskan pentingnya
kebijakan yang tidak hanya memperluas akses, tetapi juga menjamin pemerataan kualitas dan ekuitas agar pendidikan benarbenar menjadi instrumen mobilitas sosial yang inklusif


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *