Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
ILMU SEJARAH DALAM RUMPUN ILMU SOSIAL

Menurut Kontowijoyo, sejarah dimaksudkan sebagai rekonstruksi masa lalu dan yang direkonstruksi sejarah adalah apa saja yang sudah dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami manusia. Pada intinya sejarah merupakan suatu penggambaran ataupun rekonstruksi peristiwa, kisah maupun cerita, yang benar-benar telah terjadi pada masa lalu. Sejarah sebagai peristiwa adalah sesuatu yang terjadi pada masyarakat manusia di masa lampau. Dengan konsep siapa yang menjadi subjek dan objek sejarah serta konsep waktu yang menjadi dasar sejarah sebagai peristiwa. Berbagai bidang dalam
kehidupan manusia saling terhubung dalam peristiwa sejarah. Hal ini menandakan sejarah memiliki keluasan dan keanekaragaman seperti kompleksitas kehidupan manusia.

Sejarah sebagai cerita merupakan hasil rekonstruksi sejarawan terhadap sejarah sebagai peristiwa berdasarkan fakta-fakta sejarah yang dimilikinya. Di dalam nya terdapat pula hasil penafsiran sejarawan terhadap makna suatu peristiwa. Sehingga, dalam sejarahsebagai cerita merupakan suatu karya yang dipengaruhi oleh subjektivitas sejarawanatau cenderung tergantng pada sudut pandang penulis sejarah tersebut.

Menurut Ismaun (1993;125-131) mengemukakan bahwa di dalam metode penelitian sejarah terdapat empat tahapan yakni :
a) Heuristik (pengumpulan sumber-sumber)
Tahap pertama dalam penelitian sejarah adalah heuristik, yaitu proses mencari dan mengumpulkan berbagai sumber yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu. Sumber-sumber ini bisa berupa dokumen tertulis, artefak, catatan lisan, atau bukti lain yang dapat memberikan informasi tentang kejadian yang diteliti. Semakin banyak sumber yang ditemukan, semakin banyak data yang bisa dianalisis dalam penelitian sejarah.
b) Kritik atau analisis sumber (eksternal dan internal)
Setelah sumber-sumber terkumpul, langkah selanjutnya yaitu melakukan kritik atau analisis terhadap sumber tersebut. Dalam tahap ini, peneliti harus mengevaluasi keaslian dan kredibilitas sumber melalui dua pendekatan, yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kritik eksternal ini berfokus pada keabsahan fisik sumber (misalnya, apakah dokumen tersebut asli atau hasil salinan), sedangkan kritik internal berusaha
memahami isi dari sumber tersebut dan memastikan apakah informasi di dalamnya akurat.
c) Interpretasi
Setelah memastikan validitas sumber, peneliti juga harus menafsirkan faktafakta yang telah diperoleh dan mencari keterkaitan di antara berbagai informasi yang ada. Proses ini tidak hanya sekadar mengumpulkan data, tetapi juga memahami makna di balik fakta-fakta tersebut serta bagaimana peristiwa sejarah saling berhubungan.
d) Historiografi (penulisan sejarah)
Tahap terakhir adalah historiografi atau penulisan sejarah. Pada tahap ini, hasil interpretasi atas fakta-fakta sejarah disusun dalam bentuk narasi yang runtut dan koheren. Penulisan sejarah tidak hanya tentang menyusun kronologi peristiwa, tetapi juga tentang menyampaikan kisah yang menarik dan bermakna.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *