BANDUNG — Suasana penuh khidmat dan antusias menyelimuti jalannya Musyawarah Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Hukum ke-2 saat memasuki agenda puncak yang paling ditunggu-tunggu: pemilihan Ketua Umum baru untuk periode mendatang. Proses pemilihan yang berlangsung secara musyawarah mufakat ini diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif Prodi Ilmu Hukum dengan tertib dan penuh semangat. Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat — mulai dari pengajuan bakal calon, penyampaian visi-misi, hingga sesi tanya jawab terbuka — forum akhirnya menetapkan satu nama sebagai Ketua Umum yang baru yaitu Moh Fakhri Akbar. Keputusan tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta musyawarah sebagai wujud penerimaan kolektif atas hasil proses demokrasi yang telah dijalankan.
Moh Fakhri Akbar selaku Ketua Umum terpilih, yang berhasil meraih kepercayaan mayoritas suara peserta musyawarah, menyampaikan pidato perdananya dengan penuh kerendahan hati dan tekad yang kuat. Ia mengungkapkan rasa syukur dan tanggung jawab besar yang kini berada di pundaknya, sembari mengajak seluruh anggota untuk bersatu padu membangun himpunan yang lebih progresif dan berdampak nyata. "Amanah ini bukan milik saya pribadi, melainkan milik seluruh anggota himpunan. Mari kita kawal bersama setiap langkah organisasi ini dengan penuh integritas dan semangat kebersamaan," ungkapnya dengan suara lantang di hadapan forum. Pernyataan tersebut langsung disambut sorak sorai dan tepuk tangan panjang dari ratusan mahasiswa yang memadati ruang sidang.

Ketua Umum periode sebelumnya turut memberikan ucapan selamat dan secara simbolis menyerahkan estafet kepemimpinan kepada penerusnya dalam sebuah prosesi sederhana namun penuh makna di hadapan seluruh peserta musyawarah. Ia mengapresiasi seluruh proses yang telah berjalan dengan lancar dan menyatakan keyakinannya bahwa pemimpin baru mampu membawa Himpunan Mahasiswa Hukum menuju pencapaian yang lebih gemilang, momen serah terima ini menjadi penanda resmi bahwa babak baru dalam sejarah perjalanan organisasi telah dimulai.
Terpilihnya Ketua Umum baru melalui Musyawarah Mahasiswa ke-2 ini menjadi bukti nyata bahwa demokrasi di lingkungan kampus bukan sekadar jargon, melainkan sebuah proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran. Himpunan Mahasiswa Hukum berhasil menunjukkan bahwa mahasiswa hukum tidak hanya mahir mengkaji teori ketatanegaraan, tetapi juga mampu mempraktikkan nilai-nilai demokrasi itu sendiri secara konsisten dan bermartabat. Dengan kepemimpinan yang baru, harapan besar disematkan agar himpunan semakin aktif dalam advokasi isu-isu hukum kemasyarakatan, pengembangan kompetensi anggota, serta penguatan solidaritas di antara seluruh mahasiswa Fakultas Hukum. Perjalanan panjang masih terbentang di hadapan, namun semangat yang menyala dalam musyawarah hari ini menjadi modal paling berharga untuk melangkah maju
