BANDUNG — Himpunan Mahasiswa Hukum sukses menyelenggarakan Musyawarah Mahasiswa ke-2 yang berlangsung penuh semangat dan tertib di Gedung Amphitheater dan Gedung Center of Excellent Universitas Pendidikan Indonesia, Jumat s.d. Minggu 27 s.d. 01 Maret 2026. Forum tahunan ini dihadiri oleh seluruh anggota aktif himpunan, jajaran pengurus, serta perwakilan dari organisasi mahasiswa fakultas lain sebagai tamu undangan. Kegiatan yang dimulai sejak sore hari tersebut membahas berbagai agenda strategis organisasi, mulai dari evaluasi program kerja yang telah berjalan hingga penyusunan rencana kegiatan ke depan. Momen ini sekaligus menjadi ruang demokrasi bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi secara langsung, terbuka, dan bertanggung jawab.
Musyawarah Mahasiswa ke-2 ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai demokrasi bukan sekadar teori yang dipelajari di ruang kelas, melainkan sesuatu yang dihidupkan dalam praktik berorganisasi. Para peserta musyawarah dengan antusias terlibat dalam sesi tanya jawab dan pembahasan setiap agenda, dengan mengedepankan etika bicara, menghormati perbedaan pendapat, serta menjunjung tinggi prinsip musyawarah mufakat. Ketua Himpunan Mahasiswa Hukum, Agung Setiawan, menyampaikan bahwa forum ini dirancang agar setiap mahasiswa berani mengungkapkan pikiran dan aspirasinya secara konstruktif. "Kami ingin Musyawarah ini bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar menjadi laboratorium berdemokrasi yang sehat bagi seluruh anggota," ujarnya di hadapan peserta.

Proses jalannya musyawarah dipimpin oleh presidium sidang yang terdiri dari tiga mahasiswa terpilih yang telah melalui seleksi berdasarkan kompetensi dan integritas. Setiap sesi sidang berjalan dengan tata tertib yang ketat namun tetap kondusif, di mana setiap peserta diberikan kesempatan yang setara untuk berbicara sesuai mekanisme yang telah disepakati bersama. Dinamika perdebatan yang terjadi dalam sidang pun berlangsung hangat, namun selalu berakhir dengan keputusan bersama yang dijunjung tinggi oleh semua pihak. Para dosen pembimbing yang turut hadir mengapresiasi kedewasaan mahasiswa dalam mengelola perbedaan pendapat, dan menilai bahwa forum seperti ini adalah bentuk pendidikan karakter kepemimpinan yang paling efektif di luar kurikulum formal.

