Penulis : Ashfia Sofiyani Husein ( SPIG, 2304008), Kayla Sabrina Putri (SPIG, 2309610), Siti Pratiwi (SPIG, 2306954)
Cibinong, Februari 2026 – Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis memiliki kesempatan untuk mengikuti program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). BRIN merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas menyelenggarakan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap) secara terintegrasi (Perpres No.78/2021), hasil konsolidasi dari Ristek, LIPI, BATAN, LAPAN, dan BPPT. Program ini menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan perkuliahan. Melalui kegiatan magang tersebut, mahasiswa dapat terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas penelitian dan pengembangan, sehingga mampu memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan praktis, serta memahami penerapan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dalam konteks dunia kerja dan riset.

Kegiatan ini diawali dengan proses pendaftaran dan seleksi melalui laman ELSA BRIN yang dimulai pada tanggal 5 Januari. Setelah melalui tahapan seleksi, mahasiswa dinyatakan lolos pada tanggal 8 Februari, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan perdana yang dilaksanakan pada tanggal 18 Februari. Partisipasi dalam program magang MBKM di BRIN diharapkan dapat menjadi langkah awal yang strategis bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik maupun profesional, sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan di bidang survei, pemetaan, dan informasi geografis di masa mendatang.
Mengenal Pusat Riset Geoinformatika BRIN
Pusat Riset Geoinformatika berada di Organisasi Riset Elektronika dan Informatika dengan fokus pada pengembangan ilmu komputer untuk mengolah dan menganalisis data kebumian yang semakin besar dan kompleks, seperti data penginderaan jauh dari satelit, pengukuran GPS, dan penggunaan LiDAR untuk memperoleh informasi mengenai permukaan bumi. Pusat Riset Geoinformatika terbagi kedalam empat kelompok riset :
- Kelompok Riset Geodata
- Kelompok Riset Geoanalisis
- Kelompok Riset Geoinformasi
- Kelompok Riset Geovisualisasi dan Infrastruktur Geoinformatika
Ketiga mahasiswa SPIG ditempatkan pusat riset Geoinfomatika, dengan kelompok riset yang berbeda beda. Ketiga mahasiswa tersebut, yakni Ashfia Sofiyani Husein (Kelompok Riset Geovisualisasi - Kajian keterkaitan antara penurunan muka tanah dengan penggunaan lahan), Kayla Sabrina Putri (Kelompok Riset Geoinformasi - Integrasi LIDAR dan Global Navigation Satellite System untuk pemetaan 3 Dimensi teliti), dan Siti Pratiwi (Kelompok Riset Geoanalisis - Pengembangan Model Kekeringan dengan Penginderaan Jauh di Kawasan Pertanian).
Kajian Keterkaitan antara Penurunan Muka Tanah dengan Penggunaan Lahan
Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis, Ashfia Sofiyani Husein, berkesempatan melaksanakan kegiatan riset di Pusat Riset Geoinformatika, khususnya pada Kelompok Riset Geovisualisasi. Topik riset yang diambil mengenai kajian keterkaitan antara penurunan muka tanah dengan penggunaan lahan. Topik riset ini hasil diskusi bersama pembimbing di BRIN, yaitu Bapak Joko Widodo S.Si., M.Si., Ph.D., yang merupakan Ketua Kelompok Riset Geovisualisasi dan Infrastruktur Geoinformatika.
Selama menjalani kegiatan magang, secara rutin melakukan konsultasi dengan pembimbing, baik secara langsung (offline) maupun daring (online), terkait penentuan dan pengembangan topik riset yang akan dilakukan. Selain itu, sebagai bagian dari proses pembelajaran, Ashfia juga diberikan tugas untuk membuat ringkasan dari buku berjudul Satellite Radar Interferometry: Subsidence Monitoring Technique karya V.B.H. (Gini) Ketelaar. Buku tersebut memberikan penjelasan secara komprehensif mengenai fenomena penurunan muka tanah serta teknik pemantauannya menggunakan teknologi radar satelit.
Riset ini berfokus pada fenomena penurunan muka tanah di Kota Bandung yang dikaitkan dengan penggunaan lahannya. Kota Bandung dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki beberapa karakteristik yang berpotensi memicu terjadinya penurunan muka tanah, seperti kepadatan penduduk yang tinggi, kondisi geologi yang berada pada cekungan sedimen, serta laju urbanisasi dan pembangunan yang pesat. Selain itu, keragaman penggunaan lahan di Kota Bandung menjadikan wilayah ini rentan terhadap terjadinya penurunan muka tanah. Beberapa contoh penggunaan lahan yang berpotensi memicu penurunan muka tanah antara lain kawasan industri yang berkaitan dengan tingginya pengambilan air tanah, kawasan permukiman yang berkaitan dengan kepadatan bangunan dan jumlah penduduk, serta jaringan transportasi dan infrastruktur yang memberikan beban konstruksi pada lapisan tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Persistent Scatterer Interferometric Synthetic Aperture Radar (PS-InSAR). Metode PS-InSAR merupakan pengembangan dari teknik InSAR konvensional dan Differential InSAR (DInSAR). Teknik ini mampu mengatasi permasalahan dekorelasi temporal dan geometrik sehingga dapat menghasilkan pengukuran deformasi dengan tingkat akurasi hingga milimeter. Selain itu, PS-InSAR juga memungkinkan pemantauan deformasi permukaan secara time series dengan memanfaatkan banyak citra SAR (lebih dari 20 citra), tidak hanya dua citra seperti pada metode interferometri konvensional.


Integrasi LiDAR dan Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk Pemetaan Tiga Dimensi
Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG), Kayla Sabrina Putri, berkesempatan untuk bergabung dalam Kelompok Riset Geoinformatika dengan fokus penelitian pada teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR). Kegiatan riset ini dilaksanakan di bawah bimbingan Bapak Agung Syetiawan selaku pembimbing riset yang memberikan arahan serta pendampingan dalam proses pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan penelitian. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga dalam memperdalam pemahaman terkait pemanfaatan teknologi geospasial, khususnya dalam pengumpulan dan pengolahan data berbasis LiDAR yang saat ini semakin banyak digunakan dalam kegiatan survei dan pemetaan.
Selama menjalani kegiatan magang dan keterlibatan dalam kelompok riset tersebut, berbagai pengalaman praktis telah diperoleh. Salah satunya adalah keterlibatan dalam kegiatan pengambilan data GNSS di kawasan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang bertujuan untuk memperoleh data posisi yang akurat yang untuk mendukung proses akuisisi data LiDAR. Titik kontrol ini berfungsi sebagai referensi posisi yang akurat di lapangan sehingga data yang dihasilkan dari penerbangan LiDAR dapat dikoreksi dan disesuaikan dengan sistem koordinat yang digunakan. Dengan adanya titik kontrol GNSS, proses georeferensi dan kalibrasi data LiDAR dapat dilakukan dengan lebih baik, sehingga meningkatkan ketelitian posisi pada hasil pemetaan yang dihasilkan. Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan untuk menyaksikan serta terlibat dalam demonstrasi penerbangan sistem LiDAR, baik menggunakan sensor LiDAR L2 maupun sensor LiDAR L3. Kegiatan demonstrasi ini memberikan gambaran langsung mengenai proses akuisisi data LiDAR melalui wahana udara, mulai dari persiapan sistem, proses penerbangan, hingga potensi pemanfaatan data yang dihasilkan dalam berbagai aplikasi pemetaan.

Pengembangan Model Kekeringan dengan Penginderaan Jauh di Kawasan Pertanian
Di Kelompok Riset Geoanalisis, Siti Pratiwi mendalami riset terkait kekeringan di kawasan pertanian. Alasan mengambil topik riset ini adalah karena sektor pertanian di Indonesia meski menjadi sumber ketahanan pangan nasional, sangat rentan terhadap ancaman kekeringan yang seringkali tidak terdeteksi secara dini. Kabupaten Subang merupakan salah satu wilayah penghasil beras di Jawa Barat menjadi fokus riset ini.
Melalui diskusi bersama pembimbing, Ibu Khalifah Insan Nur Rahmi, S.Si.,M.Si., riset ini mengembangkan model kekeringan berbasis penginderaan jauh menggunakan teknologi machine learning dengan platform Google Earth Engine (GEE). Model yang dibangun mengintegrasikan tiga komponen kekeringan sekaligus. Komponen pertama berdasarkan kekeringan meteorologis melalui Standardized Precipitation Index (SPI), kekeringan pertanian melalui Vegetation Health Index (VHI) dan kekeringan hidrologi melalui data air tanah groundwater yang diperoleh dari hasil riset BRIN. Lebih jauh, riset ini juga mengkorelasikan dinamika kekeringan dengan data emisi gas metana (CH₄) untuk menjawab terkait permasalahan ketahanan pangan dan perubahan iklim sekaligus.
Menariknya, riset ini juga berkolaborasi lintas institusi bersama dengan mahasiswa Prodi Geografi, Universitas Indonesia. Sebuah bentuk kerja sama yang membuktikan bahwa menjawab persoalan ketahanan pangan dan perubahan iklim sekaligus membutuhkan kolaborasi yang melampaui batas kampus.


Kegiatan magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Pusat Riset Geoinformatika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan pengalaman pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis. Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan riset, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan teknologi geospasial, tetapi juga berkesempatan untuk mengembangkan kemampuan analisis, penelitian, serta pemecahan masalah yang relevan dengan kebutuhan di dunia profesional. Beragam topik riset yang dijalankan, mulai dari kajian penurunan muka tanah dengan teknik InSAR, integrasi teknologi LiDAR dan GNSS untuk pemetaan tiga dimensi, hingga pengembangan model kekeringan berbasis penginderaan jauh, menunjukkan bahwa bidang geoinformatika memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan kebumian dan lingkungan. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik.