Oleh Handaru Akmal Panandjoeng – 2026
Bandung, 2026 — Salah satu mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Layanan Digital, Data, dan Informasi Geospasial (UPTD PLDDIG) atau yang kerap dikenal dengan Jabar Digital Service (JDS), di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat. Instansi ini memiliki peran sebagai pengakselerasi transformasi digital, pengelolaan big data, serta integrasi informasi geospasial guna mewujudkan kebijakan Satu Data dan Satu Peta Jawa Barat. Kegiatan magang ini dimulai pada tanggal 09 Februari 2026. Selama bulan pertama pelaksanaan magang, penulis terlibat langsung dalam siklus end-to-end pengelolaan data geospasial, mulai dari tahap standarisasi data hingga visualisasi produk akhir.
Orientasi dan Penguatan Infrastruktur Geospasial
Memasuki minggu pertama pelaksanaan magang di bulan Februari, kegiatan diawali dengan orientasi pengenalan lingkungan kerja di Jabar Command Center (JCC). Pada masa adaptasi ini, penulis langsung berkesempatan untuk mengamati dinamika operasional UPTD PLDDIG secara nyata dengan dilibatkan dalam kegiatan "Pendampingan Replikasi Aplikasi Satu Peta Kabupaten/Kota". Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dengan melibatkan aparatur dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya.
Mengingat kapasitas penulis sebagai mahasiswa magang, peran yang dijalankan dalam forum tersebut difokuskan sebagai fasilitator pendukung yang bertugas mendokumentasikan jalannya acara. Meskipun tidak bertindak sebagai peserta aktif yang melakukan praktik langsung, pelibatan ini memberikan wawasan dan paparan yang sangat berharga bagi penulis.

Melalui proses observasi dan dokumentasi selama kegiatan pendampingan berlangsung, penulis dapat mempelajari dan memahami alur teknis infrastruktur geospasial yang diterapkan dan ditransfer oleh Pemprov Jabar kepada pemerintah kabupaten/kota. Alur tersebut mencakup pemahaman mengenai proses data cleansing, manajemen database spasial, tahapan pembuatan metadata terstandar menggunakan platform GeoNetwork, hingga metode publikasi layanan peta (map services) di GeoServer yang bermuara pada integrasi sistem Portal Data Jabar.
Inventarisasi Tema dan Pengembangan Visualisasi Story Maps
Memasuki pertengahan hingga akhir bulan Februari, fokus penugasan beralih pada aspek visualisasi informasi spasial. Langkah awal yang dilakukan penulis dalam tahap ini adalah meninjau daftar inventarisasi ide dan tema peta tematik yang telah dikembangkan sebelumnya oleh instansi. Berdasarkan daftar yang sudah ada tersebut, penulis ditugaskan untuk mengeksplorasi dan menyeleksi ide-ide baru yang belum tervisualisasi namun memiliki ketersediaan data yang memadai untuk dikembangkan.
Setelah melalui proses penelusuran ide dan penyesuaian kelayakan, penulis memutuskan untuk mengangkat tema yang menonjolkan kekayaan alam dan sejarah, yakni mengenai "Site Museum dan Geopark di Jawa Barat". Gagasan ini kemudian diwujudkan ke dalam bentuk visualisasi naratif menggunakan platform ArcGIS Story Maps. Dengan mengusung tajuk "Jejak Geologi di Jawa Barat: Geopark & Site Museum", produk ini dirancang untuk tidak hanya menampilkan titik lokasi penyebaran geopark secara spasial, melainkan juga menyuguhkan storytelling (narasi cerita) yang edukatif dan informatif bagi masyarakat.

Proses perancangan Story Maps ini dilakukan secara bertahap. Tahapan dimulai dari pengumpulan bahan materi, penyusunan kerangka konten narasi, hingga tahap eksplorasi fitur-fitur pemetaan interaktif di dalam platform ArcGIS. Penulis kemudian menyusun draf awal yang secara berkala dikonsultasikan kepada mentor guna mendapatkan feedback dan melakukan revisi berjenjang. Puncak dari kegiatan di bulan Februari ini adalah tahap finalisasi, di mana hasil Story Maps Geopark Jawa Barat yang telah disetujui diduplikasi dan diintegrasikan sepenuhnya ke dalam lingkungan akun resmi ArcGIS Diskominfo Jawa Barat agar dapat diakses oleh publik.
Implementasi Pembelajaran dan Rencana Tindak Lanjut
Keterlibatan dalam pengelolaan data dari infrastruktur Satu Portal Jabar hingga visualisasi Story Maps memberikan pemahaman komprehensif bagi penulis mengenai tata kelola Jaringan Geospasial di pemerintahan. Tidak berhenti pada pengelolaan internal, menjelang akhir bulan Februari, penulis juga mulai dilibatkan dalam tahapan persiapan dan penyusunan modul untuk acara Pendampingan Penggunaan Satu Peta Jabar bagi pemerintah Provinsi lain, yang rencananya akan dieksekusi pada awal bulan berikutnya. Keterlibatan aktif dari penulis diharapkan dapat terus mendukung upaya Diskominfo Jawa Barat dalam menciptakan ekosistem data spasial yang inklusif dan bermanfaat luas.