Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
DARI KERAGUAN HINGGA KEYAKINAN: PERJALANAN SKRIPSI MENUJU LULUS TEPAT WAKTU

Penulis: Mirna Kurniasih (SaIG, 2207785)

Penyunting: Hilmy Nurizky

Dok. Penulis

Perjalanan skripsi adalah fase yang penuh cerita bagi saya. Ada masa merasa bingung menentukan arah hingga mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Namun di balik semua itu, proses skripsi justru mengajarkan saya arti bertahan, berusaha, dan percaya bahwa setiap langkah yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya.

Saya, Mirna Kurniasih, mahasiswa Program Studi Sains Informasi Geografi Universitas Pendidikan Indonesia, mulai benar-benar memikirkan skripsi ketika melihat angkatan 2021 sudah melaksanakan seminar proposal di akhir semester lima. Dari sana muncul keinginan dalam diri saya untuk bisa mengikuti jejak mereka dan menjadi bagian dari batch pertama seminar proposal di angkatan saya. Keinginan tersebut mendorong saya untuk mulai mencari referensi dan membaca berbagai jurnal sejak libur semester empat. Namun pada masa itu, saya masih diliputi kebingungan karena tertarik pada tiga topik penelitian yang berbeda dan belum mampu menentukan pilihan.

Memasuki semester lima, saya mengontrak mata kuliah Metode Penelitian dan mulai menyusun proposal. Di tahap ini, saya belajar banyak hal, mulai dari menyusun latar belakang masalah, menentukan tujuan penelitian, hingga memilih metode yang sesuai. Proses ini menjadi pengalaman penting karena membekali saya dengan pemahaman alur penelitian yang runtut dan sistematis. Meskipun masih ragu dengan topik yang saya ambil saat itu, saya tetap berusaha menyelesaikan proposal hingga Bab III sebagai bentuk tanggung jawab terhadap proses yang telah saya mulai.

Pada awal tahun 2025, tepatnya bulan Februari, saya bersama teman-teman yang memiliki komitmen untuk lulus dalam waktu 3,5 tahun berkunjung ke rumah Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. Dalam pertemuan tersebut, kami juga berdiskusi dengan kakak tingkat angkatan 2021 yang berbagi pengalaman selama menjalani skripsi. Dari obrolan itulah saya semakin menyadari bahwa topik yang saya ambil pada mata kuliah Metode Penelitian kurang sesuai dengan kemampuan dan kesiapan saya untuk dilanjutkan sebagai skripsi.

Setelah melalui banyak pertimbangan, saya akhirnya memutuskan untuk mengganti topik penelitian dan memulai kembali dari awal. Keputusan ini saya ambil dengan kesadaran bahwa pemahaman saya terhadap proses penyusunan proposal sudah terbentuk melalui mata kuliah Metode Penelitian. Pengalaman tersebut membuat saya lebih memahami alur penulisan skripsi, sehingga meskipun mengganti topik, proses penyusunan terasa lebih cepat, terarah, dan tidak lagi sepenuhnya dimulai dari nol. Dengan bekal tersebut, saya memberanikan diri menyusun tiga bab proposal dalam waktu kurang lebih satu minggu. Topik yang saya pilih berasal dari ketertarikan saya sejak semester empat, dengan pertimbangan utama bahwa topik tersebut lebih saya pahami dan mampu saya selesaikan. Meski di awal sempat muncul rasa takut tidak dapat mengejar waktu, keyakinan dan usaha maksimal membuat proses tersebut dapat saya lalui.

Berkat dukungan dan kesempatan yang diberikan oleh Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi, Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si., saya mendapat peluang untuk mengikuti seminar proposal pada bulan Ramadan tahun 2025. Setelah seminar proposal, perjalanan skripsi tentu masih panjang. Namun motivasi dari dosen dan kakak tingkat membuat saya semakin fokus dan serius. Proposal penelitian terus saya perbaiki hingga akhirnya saya memperoleh Surat Keputusan dosen pembimbing skripsi, yaitu Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. sebagai pembimbing I dan Bapak Haikal Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Sc. sebagai pembimbing II.

Sejak mendapatkan dosen pembimbing, saya mulai menjalani proses penyusunan skripsi dengan lebih disiplin dan terarah. Saya menetapkan target pribadi agar skripsi terus mengalami kemajuan dari minggu ke minggu. Di saat yang sama, saya juga menjalani kegiatan magang walaupun saat itu libur semester. Meski harus membagi waktu dan tenaga, hal tersebut tidak menyurutkan semangat saya. Ada banyak momen lelah, menangis, jatuh, dan bangkit kembali, tetapi semua saya hadapi dengan kesadaran bahwa komitmen yang telah dibuat harus dipertanggungjawabkan.

Saya meyakinkan diri bahwa setiap hal yang dimulai dengan sungguh-sungguh pasti bisa diselesaikan. Saya juga berkomitmen untuk menyelesaikan skripsi sebelum semester tujuh dimulai kembali, setidaknya sudah sampai tahap penelitian lapangan. Harapan saya sederhana, agar saat magang saya bisa lebih tenang tanpa terbebani skripsi. Alhamdulillah, meskipun banyak kendala yang dihadapi, target tersebut dapat tercapai. Ketika rasa lelah datang, saya memberi waktu untuk beristirahat, karena istirahat juga merupakan bagian dari proses. Namun saya selalu mengingatkan diri agar tidak larut terlalu lama dan kembali pada komitmen awal.

Sepanjang perjalanan ini, tentu tidak semua berjalan mulus. Berbagai kendala dan tantangan menjadi bagian dari proses belajar yang harus saya hadapi. Dalam kondisi tersebut, peran dosen pembimbing sangatlah penting. Melalui bimbingan, saya mendapatkan arahan, masukan, serta evaluasi yang membantu saya menyadari kekurangan penelitian, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan kualitas skripsi yang saya susun.

Dok. Penulis

Waktu berjalan begitu cepat, dan alhamdulillah proses penyusunan skripsi terus menunjukkan perkembangan. Di tengah kesibukan magang, skripsi tetap dapat saya selesaikan hingga akhirnya memperoleh persetujuan dari kedua dosen pembimbing dan Ketua Program Studi pada bulan Oktober 2025. Pada titik ini, saya merasa bangga kepada diri sendiri karena telah melewati proses panjang yang penuh dengan keluhan, air mata, dan perjuangan. Saya percaya bahwa dengan usaha yang sungguh-sungguh serta doa kepada Allah SWT, setiap jalan akan dimudahkan, tentu dengan dukungan dosen pembimbing yang selalu membimbing dengan penuh keikhlasan.

Dok. Penulis

Pada bulan Desember 2025, di semester tujuh, saya bersyukur dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian sidang skripsi yang insyaallah akan dilaksanakan pada bulan Januari 2026. Penyelesaian skripsi ini menjadi penutup dari rangkaian proses panjang yang penuh pembelajaran. Dari perjalanan ini, saya tidak hanya memperoleh pemahaman akademik yang lebih mendalam, tetapi juga belajar tentang arti ketekunan, tanggung jawab, dan kepercayaan diri dalam menyelesaikan setiap amanah.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. dan Bapak Haikal Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Sc. atas bimbingan, arahan, ilmu, serta dukungan yang diberikan selama proses penyusunan skripsi dari persiapan seminar proposal hingga saat ini akan sidang. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga yang akan selalu saya ingat. Kini saya merasa lega, bahagia, dan bersyukur karena skripsi telah selesai dan tinggal menanti ujian sidang.

Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa tidak ada proses yang benar-benar sia-sia. Apa yang dipelajari di awal, sekecil apa pun, akan sangat membantu di masa mendatang. Dengan usaha, doa, dan kepercayaan kepada Allah SWT, setiap langkah yang terasa berat pada akhirnya dapat dilewati dan mengantarkan kita sampai pada tujuan.

Melalui pengalaman ini, saya juga ingin menyampaikan pesan kepada teman-teman Program Studi Sains Informasi Geografi angkatan 2022 maupun angkatan lainnya yang sedang mencoba untuk menyusun skripsi. Proses skripsi mungkin terlihat menakutkan di awal, tetapi sebenarnya dapat dilalui jika kita berani memulai dan konsisten menjalani setiap tahapnya. Tidak perlu menunggu semuanya terasa sempurna untuk mulai menulis, karena pemahaman justru akan terbentuk selama proses tersebut berjalan. Setiap orang memiliki ritme dan tantangan yang berbeda, namun dengan usaha, manajemen waktu yang baik, serta kemauan untuk terus belajar, skripsi bukanlah hal yang mustahil untuk diselesaikan. Semoga pengalaman sederhana ini dapat menjadi motivasi bahwa jika kita berkomitmen sejak awal, berani mencoba, dan tidak mudah menyerah, maka proses skripsi dapat dilalui dengan lebih ringan dan pada akhirnya membawa kita sampai pada garis akhir yaitu wisuda.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *