Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
MENYELESAIKAN STUDI DALAM 3,5 TAHUN: SEBUAH PROSES, TANTANGAN, DAN PEMBELAJARAN

Penulis: Yumna Hanin Rohadatunisa (SaIG, 2204183)

Penyunting: Hilmy Nurizky 

Masa akhir perkuliahan merupakan fase yang penuh dinamika bagi setiap mahasiswa. Pada tahap ini, fokus tidak lagi hanya pada mengikuti perkuliahan, tetapi juga pada menyelesaikan skripsi yang menuntut konsistensi, ketelitian, serta kesiapan mental. Di tengah tuntutan tersebut, menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun bukan sekadar persoalan kecepatan, melainkan bagaimana mengelola berbagai tanggung jawab agar tetap berjalan seimbang tanpa mengorbankan kualitas proses yang dijalani.

Dalam perjalanan saya, tantangan tersebut terasa semakin kompleks ketika penyusunan skripsi harus berjalan beriringan dengan berbagai aktivitas lain, termasuk program magang. Kondisi ini menuntut saya untuk tidak hanya bekerja lebih keras, tetapi juga lebih terencana dan disiplin dalam mengatur waktu. Setiap keputusan yang diambil menjadi bagian penting dalam menentukan apakah seluruh proses dapat berjalan sesuai target yang diharapkan.

Manajemen waktu menjadi tantangan utama yang saya hadapi. Hari-hari saya diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari menjalankan tugas magang, mengolah data penelitian, menulis skripsi secara bertahap, hingga menjadwalkan bimbingan dengan dosen. Dalam situasi tersebut, saya berusaha menyusun jadwal yang terstruktur dan menjalankannya dengan disiplin, sehingga setiap tanggung jawab tetap dapat diselesaikan tanpa menghambat progres skripsi yang sedang dikerjakan.

Perjalanan skripsi ini sebenarnya telah dimulai sejak saya mengambil mata kuliah Metode Penelitian. Pada saat itu, penyusunan proposal menjadi titik awal untuk menentukan arah penelitian secara lebih serius. Motivasi saya juga tumbuh ketika melihat kakak tingkat yang mampu menyelesaikan studi lebih cepat, sehingga mendorong saya untuk mencoba menempuh jalur serupa.

Pada tahap awal, saya sempat mengalami kebingungan dalam menentukan topik dan lokasi penelitian. Hingga akhirnya, saya menyadari adanya perubahan yang cukup signifikan di daerah sekitar rumah saya. Frekuensi kepulangan yang hanya satu hingga dua kali dalam setahun membuat perubahan tersebut terasa lebih jelas—wilayah yang sebelumnya didominasi hutan perlahan berubah dengan munculnya permukiman baru. Kondisi ini menimbulkan kesadaran sekaligus keresahan, yang kemudian menjadi titik awal dalam menentukan fokus penelitian.

Berangkat dari fenomena tersebut, saya mulai mempertimbangkan topik deforestasi melalui analisis perubahan tutupan hutan menggunakan citra SAR. Ketertarikan terhadap metode ini juga dipengaruhi oleh pengalaman saya dalam mata kuliah Penginderaan Jauh Radar. Meskipun pengolahan citra SAR tergolong kompleks dan sering kali menghadapi kendala teknis, tantangan tersebut justru mendorong saya untuk mempelajarinya lebih dalam. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menggunakan metode polarimetric decomposition sebagai pendekatan dalam penelitian.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, termasuk kendala perizinan di beberapa wilayah, saya akhirnya memilih lereng barat Gunung Slamet sebagai lokasi penelitian. Keputusan ini semakin mantap setelah melalui proses diskusi dan brainstorming bersama dosen pembimbing.

Saya mulai menyusun proposal pada Februari 2025 dan menjalani proses bimbingan. Secara umum, topik dan metode yang diajukan dinilai telah sesuai, meskipun terdapat beberapa penyesuaian, terutama terkait lokasi penelitian. Pada tahap awal pengolahan data, saya sempat mengalami kebingungan karena hasil yang diperoleh belum sesuai dengan ekspektasi. Namun, melalui berbagai percobaan dengan data yang berbeda, saya akhirnya mulai menemukan hasil yang menunjukkan potensi.

Meskipun sempat tertinggal dari beberapa teman dalam pelaksanaan seminar proposal, saya memilih untuk tidak terburu-buru. Waktu yang ada saya manfaatkan untuk mematangkan penelitian agar hasil yang diperoleh lebih optimal. Hingga akhirnya, saya dapat melaksanakan seminar proposal pada batch kedua di bulan Juli 2025.

Setelah seminar proposal, saya mendapatkan masukan untuk menambahkan citra optik guna mendukung analisis data SAR. Saya juga memperoleh Surat Keputusan dosen pembimbing pada minggu ketiga Agustus 2025, yang berdekatan dengan dimulainya program magang. Sejak saat itu, saya mulai menjalani proses bimbingan skripsi secara bersamaan dengan kegiatan magang.

Dalam proses penyusunan skripsi, tantangan terbesar justru terletak pada aspek teknis pengolahan data. Citra SAR memiliki ukuran data yang besar, membutuhkan kapasitas penyimpanan yang tinggi, serta waktu pemrosesan yang tidak sedikit. Selain itu, proses pengolahan juga tidak selalu berjalan lancar karena beberapa kali mengalami error. Saya sempat merasa kebingungan ketika hasil awal tidak sesuai dengan harapan, bahkan sempat terpikir untuk mengganti metode penelitian. Namun, melalui berbagai percobaan dan eksplorasi yang terus dilakukan, saya akhirnya menemukan pendekatan yang dapat digunakan sehingga penelitian dapat dilanjutkan.

Menjalani skripsi bersamaan dengan magang tentu memerlukan strategi tersendiri. Saya berusaha membagi waktu dengan menyesuaikan ritme pekerjaan, dengan menetapkan satu hingga dua hari dalam seminggu untuk fokus mengerjakan skripsi, biasanya pada akhir pekan atau saat beban pekerjaan tidak terlalu padat. Di sisi lain, saya juga berusaha menjaga profesionalitas dengan tidak mengerjakan skripsi saat sedang menjalankan tugas magang, sehingga kedua tanggung jawab tersebut dapat berjalan secara seimbang.

Tantangan terbesar justru saya rasakan setelah program magang selesai. Pada saat itu, terdapat kendala pribadi yang cukup mempengaruhi proses penyusunan skripsi hingga sempat membuat saya mempertimbangkan untuk menunda kelulusan. Ditambah dengan batas waktu pendaftaran sidang yang semakin dekat, saya sempat merasa bahwa target menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun mungkin tidak dapat tercapai.

Namun, dukungan dari dosen pembimbing menjadi salah satu faktor utama yang menguatkan saya untuk tetap melanjutkan. Setelah kendala tersebut dapat diatasi, saya melanjutkan pengambilan data lapangan pada bulan Desember dan kembali ke Bandung sesegera mungkin untuk menjalani bimbingan secara intensif. Melalui proses bimbingan yang rutin dan terarah, pada awal Januari saya berhasil memperoleh persetujuan dari dosen pembimbing dan ketua program studi, sehingga dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti sidang skripsi.

Pada akhirnya, saya melaksanakan sidang skripsi pada akhir bulan Januari dan menyelesaikan proses yudisium pada tanggal 9 Maret. Pencapaian ini menjadi momen yang sangat berarti bagi saya, mengingat berbagai tantangan, keraguan, serta proses panjang yang telah dilalui hingga sampai pada tahap tersebut.

Dalam perjalanan ini, saya menyadari bahwa keberhasilan menyelesaikan studi tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama dosen pembimbing yang senantiasa memberikan arahan, masukan, serta motivasi di setiap tahap proses. Oleh karena itu, dengan penuh rasa hormat dan terima kasih, saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bapak Drs. Asep Mulyadi, M.Pd dan Ibu Silmi Afina Aliyan, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membimbing saya dengan penuh kesabaran. Setiap arahan, koreksi, dan diskusi yang diberikan menjadi bagian penting dalam membantu saya memahami proses penelitian secara lebih mendalam, sekaligus mendorong saya untuk terus berkembang.

Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi yang telah memberikan dukungan serta kesempatan dalam proses penyelesaian studi ini. Tidak hanya itu, saya juga menyadari bahwa lingkungan akademik yang suportif serta kehadiran orang-orang di sekitar saya turut memberikan peran besar dalam menjaga semangat untuk terus melangkah hingga mencapai tahap akhir.

Perjalanan ini memberikan banyak pelajaran berharga. Saya menyadari bahwa manajemen waktu merupakan kunci utama dalam menjalankan berbagai tanggung jawab secara bersamaan. Selain itu, proses skripsi juga mengajarkan tentang ketekunan, kesabaran, serta kemampuan untuk tetap bertahan dalam situasi yang tidak selalu mudah.

Bagi saya, pengalaman ini menjadi langkah awal untuk terus berkembang di bidang geospasial. Program Studi Sains Informasi Geografi tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membentuk pola pikir yang kritis, adaptif, dan solutif dalam menghadapi berbagai permasalahan di dunia nyata.

Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi kepada teman-teman yang sedang berada dalam proses penyusunan skripsi. Setiap orang memiliki ritme dan cara masing-masing dalam menjalaninya—ada yang melangkah dengan cepat, ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang. Perbedaan tersebut adalah hal yang wajar, karena setiap perjalanan memiliki tantangan dan kondisi yang tidak sama.

Proses skripsi pun tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada kalanya kita merasa tertinggal, bingung, bahkan meragukan diri sendiri. Namun, fase-fase tersebut merupakan bagian dari perjalanan yang hampir semua orang alami. Yang terpenting bukan seberapa cepat kita mencapai akhir, melainkan bagaimana kita tetap bertahan dan terus melanjutkan apa yang telah dimulai. Pada akhirnya, setiap usaha, sekecil apa pun, akan membawa kita selangkah lebih dekat menuju penyelesaian.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *