Penulis: Dea Vita Alisya (SaIG, 2504575)
Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)
Kita harus selalu mencoba berbuat sesuatu,
menyalakan sesuatu, sekecil apa pun dalam kegelapan di negeri ini.
- Leila S. Chudori

Dok. Penulis
Sebuah perubahan tidak selalu lahir dari sebuah gemuruh yang besar, tetapi dari diskusi-diskusi yang terbuka, dari bertemunya pemikiran-pemikiran, telinga-telinga yang saling mendengar dan dari ambisi untuk menciptakan perubahan. Terkadang perubahan bermula dari pemikiran-pemikiran yang disampaikan atau mungkin dari langkah-langkah kecil yang diambil tanpa ragu.
Di sela hiruk-pikuk dinamika kehidupan perkuliahan, terdapat sebuah ruang yang dipenuhi gagasan-gagasan, aspirasi serta harapan-harapan yang tumbuh dalam jiwa para mahasiswa. Kursi-kursi yang tersusun, tumpukan kertas berisi agenda sidang, laporan pertanggungjawaban dan konstitusi, serta argumen-argumen dari individu-individu yang setiap harinya belajar, bertumbuh dan berproses bersama menciptakan atmosfer ruangan menjadi khas. Musyawarah Mahasiswa, atau biasa disingkat MUMAS, merupakan forum tertinggi dalam suatu organisasi mahasiswa. Forum ini menjadi hal yang esensial karena tidak hanya untuk pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap kinerja pengurus pada periode sebelumnya dan penentu arah kebijakan organisasi selanjutnya.
Musyawarah Mahasiswa (MUMAS) merupakan salah satu kegiatan yang diikuti oleh seluruh pengurus dan Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) HIMA SaIG FPIPS UPI. Kegiatan ini berisikan pembahasan-pembahasan mengenai agenda sidang, tata tertib sidang, laporan pertanggung jawaban (LPJ) kepengurusan HIMA SaIG FPIPS UPI Periode 2025-2026, pembahasan AD/ART, RENSTRA, GBPK, MKO, pemilihan calon ketua organisasi serta penetapan ketua organisasi yang terpilih. Kegiatan ini berjalan selama 3 pekan berturut-turut pada hari Jum’at, Sabtu dan Minggu.
Pekan ketiga yang berlangsung dari tanggal 27 Februari 2026-1 Maret 2026 menjadi salah satu bagian yang esensial dalam rangkaian MUMAS VI HIMA SaIG FPIPS UPI. Pekan ketiga ini berisikan pemaparan revisi LPJ BPH (Badan Pengurus Harian), pemilihan Ketua Umum HIMA SaIG Periode 2026-2027 serta pembahasan AD/ART dan konstitusi lainnya. Pemaparan revisi LPJ BPH merupakan ruang refleksi terhadap program-program dan kinerja kepengurusan BPH sebelumnya. Pada pembahasan ini, berbagai kritik, pertanyaan serta tanggapan dari peserta sidang disampaikan secara terbuka.

Dok. Penulis
Kemudian pembahasan dilanjut pada pemilihan Ketua Umum HIMA SaIG Periode 2026-2027. Para calon Ketua Umum menyampaikan visi misi mereka masing-masing, tentang bagaimana mereka akan membawa HIMA SaIG dapat melangkah lebih jauh dari hari kemarin. Diskusi berlangsung cukup panjang, pertanyaan demi pertanyaan yang disampaikan para peserta sidang membentuk ruang sidang menjadi lebih hidup. Jawaban yang dilontarkan calon ketua umum bak cermin yang memperlihatkan seberapa jauh pemahaman para calon terhadap organisasi yang akan mereka pimpin nantinya. Karena pada akhirnya, kursi kepemimpinan yang akan diisi buka hanya sekadar jabatan struktural, tetapi pijakan dari arah gerak himpunan untuk satu periode ke depan.
Pada saatnya pemilihan, suasana ruang sidang berubah menjadi lebih ricuh, setiap peserta sidang menyampaikan pandangan dan pilihannya masing-masing pun dengan rasionalisasinya agar pilihan tersebut nantinya dapat dipertimbangkan oleh para fraksi. Musyawarah mahasiswa menjadi ruang dilahirkannya sebuah keputusan melalui pertimbangan kolektif. Setiap pendapat disampaikan dan dipertimbangkan.

Dok. Penulis
Sementara itu, draf AD/ART dibuka kembali, bab demi bab dikaji dengan saksama. AD/ART pada dasarnya merupakan pedoman penting yang berisikan peraturan-peraturan untuk seluruh pengurus dalam menjalankan kegiatan pada suatu organisasi. AD/ART berperan layaknya kompas yang menjadi penunjuk arah supaya setiap langkah yang akan diambil tidak melenceng dari tujuan yang telah disepakati bersama. Pada saat pembahasan berlangsung, terdapat beberapa pasal yang dipertahankan karena masih relevan dengan kondisi HIMA SaIG pada saat ini dan ada juga yang diusulkan untuk disempurnakan, baik dari segi diksi, tata bahasa, dan lainnya.
Pada akhirnya, Musyawarah mahasiswa selalu menyisakan makna tersendiri bagi mereka yang terlibat di dalamnya. Dari laporan pertanggungjawaban, pembahasan mengenai konstitusi hingga pemilihan ketua-ketua HIMA SaIG Periode 2026-2027, semua tumbuh dari bebagai pemikiran yang embuh duduk bersama di ruang sidang, saling mendengar, menautkan pikiran untuk menemukan titik temu.
