Penulis: Azril Sulthan Aiman (SaIG, 2507130) dan Stevan Rafael Madaida (SaIG, 2502322)
Penyunting: Hilmy Nurizky
BANDUNG – Menghadapi tantangan global dan dinamika dunia kemahasiswaan yang semakin kompetitif, Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi (HIMA SaIG) FPIPS UPI resmi memulai agenda tertinggi organisasi, Musyawarah Mahasiswa (MUMAS) Ke-VI. Kegiatan yang mengusung tema "Transformasi Kepemimpinan HIMA SaIG Menuju Organisasi yang Inovatif dan Responsif" ini direncanakan berlangsung selama sembilan hari dalam tiga pekan berturut-turut, terhitung sejak 06 Februari hingga 01 Maret 2026. Menghidupkan Marwah "Miniature State" sebagai organisasi yang menjalankan fungsi student government atau negara miniatur di tingkat program studi, MUMAS menjadi wadah implementasi nilai-nilai demokrasi tertinggi. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum bagi mahasiswa SaIG untuk mengasah mental, pertanggungjawaban, dan jiwa kepemimpinan sebagai calon pemimpin masa depan.

Dok. Penulis
Pekan pertama yang berlangsung pada 06-08 Februari 2026 di Gedung Geugeut Winda (PKM) UPI, menjadi fase krusial bagi empat fraksi (angkatan 2022 hingga 2025) untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2025-2026. Dalam suasana persidangan yang luring dan interaktif, forum fokus pada pemaparan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari tiga badan utama: Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), Badan Pengurus Harian (BPH), dan Badan Semi Otonom Keilmuan (BSOK).
Forum melakukan "bedah performa" terhadap efektivitas organisasi. Isu-isu strategis seperti profesionalitas koordinasi antar-lembaga, kepatuhan terhadap konstitusi (AD/ART), hingga manajemen aset himpunan menjadi bahan diskusi yang hangat antar-fraksi. Para peserta sidang menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap program kerja. Kritik membangun muncul terkait penanganan teknis kegiatan lapangan serta perlunya transparansi administratif sebagai perwujudan organisasi yang sehat. Selanjutnya, pada sesi BSOK, evaluasi diarahkan pada penguatan kompetensi mahasiswa di bidang GIS, Kartografi, Penginderaan Jauh, dan Survei agar tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Menuju Organisasi yang Inovatif dan Responsif
Sesuai dengan tema besar tahun ini, MUMAS VI diarahkan untuk memicu transformasi pola kepemimpinan. Transformasi ini menekankan pada keterbukaan terhadap gagasan baru dan kecepatan merespons kebutuhan anggota.

Dok. Penulis
Meskipun beberapa LPJ memerlukan revisi untuk penyempurnaan, hal ini dipandang sebagai bentuk kedewasaan berorganisasi. Seluruh elemen yang hadir, termasuk perwakilan Ikatan Keluarga Alumni (IKA), sepakat bahwa evaluasi ini adalah langkah awal untuk melahirkan pemimpin yang tidak hanya mengikuti pola lama, tetapi mampu menghadirkan corak kepemimpinan yang khas dan solutif.

Dok. Penulis
Agenda lanjutan
Pekan pertama telah meletakkan pondasi evaluasi yang kuat. Sidang akan dilanjutkan pada pekan kedua dan ketiga untuk membahas revisi LPJ, amandemen AD/ART, serta puncaknya pada pemilihan Ketua HIMA SaIG yang baru.
MUMAS VI diharapkan menjadi titik balik bagi HIMA SaIG untuk terus bergerak maju sebagai organisasi yang solid, berintegritas, dan mampu mencetak lulusan yang handal bagi bangsa dan negara.