Penulis: Mutia Marwah (SaIG, 2501400)
Penyunting: Hilmy Nurizky
Tanggal Kegiatan: 13, 14, 15 Februari 2026
Organisasi kemahasiswaan menjadi tonggak penting untuk membentuk karakter setiap mahasiswa. Di setiap program studi, organisasi menjadi wadah mahasiswa untuk menyalurkan dan mengembangkan potensi-potensi khusus, seperti halnya di Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi yang memayungi tiga badan organisasi utama: DPO, BSOK, dan BPH. HIMA SaIG pun terwujud sebagai sistem atau replika negara (miniature state) yang tidak hanya menjalankan sebuah program kerja, tetapi juga menjunjung tinggi nilai demokrasi dalam setiap pengambilan keputusan. Wujud konkret dari nilai tersebut terlihat dengan adanya praktik Musyawarah Mahasiswa (MUMAS). Memasuki pelaksanaannya yang ke-VI dan dimulai pada tanggal 6 Februari 2026 di Gedung Geugeut Winda PKM, forum tertinggi ini membawa tema “Transformasi Kepemimpinan HIMA SaIG Menuju Organisasi yang Inovatif dan Responsif”, dan memiliki makna untuk selalu merefleksikan upaya pembaharuan dalam pola kepemimpinan HIMA SaIG agar mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan zaman. Transformasi ini pun menekankan pentingnya keterbukaan terhadap gagasan-gagasan baru, kesigapan dalam merespons kebutuhan organisasi, serta dorongan kuat untuk menumbuhkan budaya inovasi.
Musyawarah Mahasiswa (MUMAS) HIMA SaIG Ke-VI berlangsung secara terus-menerus selama tiga hari di setiap pekan, begitu pula pada pekan ke-2 di tanggal 13 hingga 15 Februari 2026, yang dihadiri oleh beberapa perangkat sidang, seperti fraksi, peninjau, tamu undangan, presidium, steering committee, dan organizing committee sebagai panitia pelaksana.
Agenda sidang di pekan ke-2 diawali dengan pembahasan kriteria dan prosedur pemilihan ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) periode 2026/2027, serta terdapat poin-poin penting yang ditetapkan, meliputi: wajib memiliki IPK minimal 3,00, telah menyelesaikan minimal satu tahun kepengurusan di HIMA SaIG dan lulus rangkaian kaderisasi, dan tidak sedang menjabat sebagai ketua organisasi lain. Untuk kriteria dan prosedur pemilihan ketua Badan Semi Otonom Kompetensi (BSOK) periode 2026/2027 memiliki kesamaan seperti pada poin-poin di kriteria pemilihan ketua DPO, hanya saja yang membedakan yaitu pada poin IPK untuk calon ketua BSOK minimal 3,50. Sidang pun berlanjut dengan tiap-tiap calon ketua memaparkan visi misi dan disusul dengan sesi tanya jawab dengan para fraksi. Pada saat pemilihan ketua BSOK berjalan dengan lancar dan khidmat karena hanya terdapat satu calon, yaitu Arrayan Alwan Sayyidina. Meskipun calon tunggal, forum tetap kritis dan banyak bersuara serta berpendapat dalam menguji visi misinya.
Berkebalikan dengan itu, suasana saat pemilihan ketua BSOK jauh lebih dinamis dengan banyaknya pertanyaan yang menguji kedua bakal calon. Forum pun terasa lebih hidup karena atmosfer persaingan secara sehat terasa dan kedua calon memiliki kualitas yang bagus dan berkompeten, sehingga terjadi diskusi yang alot antar fraksi di sesi pandangan umum dan kecenderungan dalam menentukan ketua BSOK terpilih. Setelah proses pertimbangan yang matang dan berdasar pada musyawarah untuk mufakat, forum secara sah menetapkan:
- Arrayan Alwan Sayyidina sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) HIMA SaIG periode 2026/2027.
- Muhammad Fadhiil Al-Ghifaary sebagai Ketua Badan Semi Otonom Keprofesian (BSOK) SaIG periode 2026/2027.
Penetapan kedua pimpinan terpilih diiringi dengan rasa bahagia dan optimisme yang besar karena menandai bab baru dalam estafet kepengurusan HIMA SaIG. Momentum ini menjadi penggerak nyata dalam upaya Memprakarsai Prime Meridian HIMA SaIG Melalui Musyawarah Mahasiswa, yang diharapkan mampu meneguhkan titik koordinat utama dalam pergerakannya, layaknya fungsi prime meridian.
Asa terbesar pada kepemimpinan periode 2026/2027 ini yaitu dapat mampu mempraktikkan prinsip kartografi yang selalu berlandaskan faktual, lalu melakukan tumpang susun (overlay) antara pembaharuan dan budaya internal secara bijak, serta pemilihan interpolasi yang tepat disela kebutuhan mahasiswa dan cita-cita organisasi sehingga mendapat resolusi spasial yang tinggi dalam melihat banyaknya peluang di masa depan.
Selamat menjalankan tugas kepada pimpinan terpilih; semoga HIMA SaIG dapat berperan sebagai episentrum transformasi yang getarannya memberikan dampak positif bagi seluruh mahasiswa Sains Informasi Geografi.

