Dibuat oleh : Rafis M Fahreza, Muhammad Imam M, Muhammad Ridlo M

Bandung – Upaya modernisasi pengelolaan infrastruktur jalan nasional terus didorong seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem pemeliharaan yang efisien dan berkelanjutan. Salah satu terobosan yang kini mulai diperkenalkan adalah penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam Sistem Kinerja Jalan (SKJ) untuk mendukung pemeliharaan jalan secara prediktif dan berbasis data.
PT Harmonik Analitika Cipta Karya (HACK) secara resmi mengajukan permohonan audiensi kepada Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pada 11 Januari 2026. Audiensi tersebut bertujuan memperkenalkan dan mendemonstrasikan teknologi AI untuk mendukung peningkatan kinerja pengelolaan dan pemeliharaan jalan nasional di Indonesia.
Teknologi yang dikembangkan HACK merupakan hasil riset dan pengembangan internal berbasis standar industri serta antariksa, termasuk pemanfaatan teknologi NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL-based technology). Sistem ini dirancang untuk membantu pengambil kebijakan dan pelaksana teknis dalam mengambil keputusan pemeliharaan jalan yang lebih akurat, cepat, dan terukur.
Dalam paparannya, HACK menjelaskan bahwa sistem pemeliharaan jalan berbasis AI ini memiliki beberapa keunggulan utama. Pertama, teknologi ini mampu meningkatkan akurasi penilaian kondisi jalan agar memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Direktorat Jenderal Bina Marga. Kedua, sistem menghasilkan dataset kondisi jalan berkualitas tinggi yang terintegrasi dan sesuai dengan standar pelayanan nasional.
Selain itu, sistem AI ini dirancang mampu memprediksi tingkat risiko dan dampak kerusakan jalan secara dini, sehingga kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan secara lebih objektif, tepat waktu, dan berbasis kondisi aktual di lapangan. Dengan pendekatan prediktif, potensi kerusakan berat dapat ditekan sebelum menimbulkan biaya perbaikan yang lebih besar.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan sistem dalam mengalokasikan anggaran pemeliharaan secara lebih tepat sasaran melalui algoritma berbasis data intelligence. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi belanja infrastruktur sekaligus memperkuat ketahanan jalan nasional dalam jangka panjang.
Dari sisi implementasi, teknologi ini diklaim mudah diintegrasikan, fleksibel, dan dapat dikembangkan secara bertahap, sehingga mendukung seluruh ekosistem pengelolaan jalan nasional tanpa mengganggu sistem yang sudah berjalan. Pendekatan ini juga dinilai relevan untuk mendukung transformasi digital di sektor kebinamargaan.
PT HACK meyakini bahwa penerapan AI dalam Sistem Kinerja Jalan memiliki potensi besar untuk diadopsi secara luas di Indonesia, khususnya dalam mendukung kebijakan pemeliharaan jalan yang efisien, terukur, dan berkelanjutan. Audiensi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi antara inovasi teknologi dan kebijakan infrastruktur nasional.