Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
BUKAN TENTANG CEPAT LULUS, TAPI TENTANG BERTAHAN ANTARA TANGGUNGJAWAB, KELUARGA, DAN SEBUAH GELAR

Penulis: Riza Khoirul Amri (SaIG, 2001472)

Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)

Dok. Penulis

Skripsi merupakan salah satu tahapan akhir dalam proses akademik untuk memperoleh gelar sarjana. Bagi sebagian orang, proses skripsi sering kali menjadi momok yang menakutkan, penuh tantangan, tekanan, bahkan cerita yang tak terlupakan. Namun bagi saya, perjalanan skripsi bukan hanya tentang menyelesaikan tugas akhir, melainkan tentang haru, kebahagiaan, perjuangan, dan tanggung jawab yang besar.

Saya menyelesaikan proses ini dalam waktu yang tidak singkat, yaitu selama 11 semester, hingga akhirnya berhasil meraih gelar Sarjana Geografi dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Saya, Riza Khoirul Amri, merupakan mahasiswa Program Studi Sains Informasi Geografi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia. Perjalanan skripsi saya dimulai ketika mengambil mata kuliah Metode Penelitian pada semester 5. Pada semester tersebut, saya dibimbing oleh Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. Proses awal dimulai dengan penyusunan proposal penelitian. Di tahap ini, saya mulai belajar bagaimana merumuskan latar belakang, menentukan tujuan penelitian, hingga memilih metode yang relevan dengan topik yang saya ambil.

Seiring berjalannya waktu, di akhir semester 5, banyak teman-teman saya yang sudah mantap dengan topik penelitiannya dan berhasil melanjutkan ke tahap Seminar Proposal. Jujur, melihat teman-teman seperjuangan berhasil seminar membuat saya ikut bahagia, tetapi di sisi lain juga menjadi beban tersendiri karena saat itu saya masih belum yakin dengan proposal yang saya buat.

Dari situlah perlahan saya mulai kehilangan fokus dalam proses penyusunan draft skripsi. Saya mengalihkan perhatian dengan mengembangkan kemampuan di bidang bisnis dan kegiatan sosial masyarakat. Namun, hal itu bukan berarti saya ingin lari dari tanggung jawab akademik. Justru sebaliknya, saya ingin memperkuat diri agar bisa kembali menyelesaikan tanggung jawab tersebut dengan lebih baik, sekaligus sebagai bentuk hormat kepada orang tua saya.

Setelah program MSIB selesai, saya mengalami masa yang cukup berat. Kedua orang tua saya jatuh sakit dan saya harus pulang ke Kota Dumai, Riau, untuk merawat mereka. Ayah saya saat itu mengalami serangan jantung, sedangkan ibu saya terkena stroke. Kondisi tersebut tentu sangat memengaruhi fokus saya dalam menyelesaikan skripsi.

Dok. Penulis

Bulan April 2024 menjadi salah satu momen terbaik dalam perjalanan ini. Setelah tiga semester bergelut dengan proposal skripsi, akhirnya saya berhasil melaksanakan Seminar Proposal. Saya sempat berpikir bahwa setelah seminar, perjalanan akan terasa lebih mudah. Ternyata ujian berikutnya justru semakin berat.

Bisnis yang saya jalankan hampir mengalami kebangkrutan akibat perubahan kebijakan pajak oleh pemerintah. Di saat yang sama, kondisi kesehatan orang tua saya juga semakin memburuk. Pada akhirnya, saya memutuskan untuk berhenti sejenak dari proses akademik agar bisa fokus merawat orang tua dan memperbaiki kondisi keuangan bisnis.

Waktu terus berjalan dan perlahan satu per satu ujian itu berhasil saya lewati. Kesehatan orang tua saya mulai membaik, bisnis pun perlahan kembali stabil. Pada Mei 2025, saya memulai bimbingan kembali bersama dosen pembimbing skripsi saya, yaitu Bapak Hendro Murtianto, M.Sc. dan Bapak Haikal Muhammad Ihsan, M.Sc.

Saya sangat berterima kasih kepada beliau, karena bukan hanya membimbing saya dalam proses akademik, tetapi juga memberikan dorongan moral dan spiritual agar saya tetap semangat menyelesaikan skripsi ini.

Tidak terasa waktu terus berlalu. Alhamdulillah, skripsi saya terus menunjukkan progres yang baik hingga akhirnya pada Oktober 2025 skripsi saya rampung dan saya dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian sidang yang dilaksanakan pada 12 November 2025.

Namun, sidang bukanlah akhir dari segalanya. Masih ada proses penting lainnya, yaitu revisi hasil sidang serta penyelesaian seluruh syarat administrasi sebelum yudisium dan wisuda. Semua proses itu perlahan saya lalui, hingga akhirnya saya menjalani yudisium pada 9 Januari 2026 dan wisuda pada 10 Februari 2026.

Dari perjalanan skripsi yang luar biasa ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. yang telah sabar membina kami sebagai Ketua Program Studi. Saya juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Hendro Murtianto, M.Sc. dan Bapak Haikal Muhammad Ihsan, M.Sc. atas bimbingan, arahan, ilmu, serta dukungan yang telah diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan hasil terbaik.

Dok. Penulis

Dan juga saya mengucapkan banyak terimakasih untuk ayah dan ibu saya yang telah sabar mendukung dan menunggu saya dalam berproses. Semoga semua ilmu yang saya dapat menjadi amal jariyah untuk mereka. 

Untuk teman-teman yang belum lulus, maupun adik-adik tingkat yang saat ini masih berjuang menyelesaikan skripsi atau tugas akhir lainnya, saya ingin mengucapkan selamat dan semangat karena kalian sudah mampu bertahan sampai sejauh ini.

Semua ini adalah proses pendewasaan diri yang harus kita lewati demi kehidupan yang lebih baik di masa depan. Jangan hanya puas dengan pembelajaran yang didapatkan di dalam kelas, karena ilmu kehidupan jauh lebih luas dan masih banyak yang harus kita pelajari.

Bersyukurlah menjadi bagian dari Prodi SaIG, karena kurikulumnya mendorong kita untuk tidak hanya berkembang di bidang spasial, tetapi juga di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Selain itu, jangan pernah membandingkan keberhasilan diri dengan orang lain. Keberhasilan kalian adalah hasil dari konsistensi yang selama ini kalian perjuangkan. Jangan lupa bersyukur, karena bisa jadi keberhasilan kecil yang kalian rasakan hari ini adalah impian besar bagi banyak orang di luar sana.

Dok. Penulis

Di saat kalian merasa jenuh dan gagal, mungkin kalian bisa mengingat ini:

“Kegagalan dan frustrasi adalah cara terbaik untuk jatuh, dan juga cara terbaik untuk bangkit. Silakan dipilih, karena setiap pilihan adalah tanggung jawab yang harus kalian tempuh.”

Dan juga ini: “Semua orang ada waktunya, dan setiap waktu ada orangnya. Jadi tugas kalian adalah mempersiapkan diri semaksimal mungkin dan mengambil momentum di waktu yang tepat sesuai dengan perencanaan yang kalian tuju.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *