Departemen Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (UI) bersama Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Workshop Penerapan Teori Sosiologi dalam Penelitian Sosial bagi Guru Sosiologi SMA/MA di Kota Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Mei hingga Agustus 2026 di lingkungan Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi, Bandung.
Kegiatan pembukaan workshop dilaksanakan pada 4 Mei 2026 dan diikuti oleh guru-guru Sosiologi SMA/MA yang tergabung dalam MGMP Sosiologi Kota Bandung. Program ini dirancang sebagai ruang penguatan kompetensi guru dalam mendampingi penelitian sosial siswa secara lebih mendalam, terutama dalam penggunaan teori sosiologi sebagai alat analisis terhadap fenomena sosial.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik FPIPS UPI, Fitri Rahmafitria, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antarlembaga yang dinilai strategis bagi penguatan pembelajaran sosiologi di sekolah. Ia menekankan bahwa pembelajaran sosiologi tidak hanya diarahkan pada kebutuhan dunia kerja, tetapi juga harus mampu menjawab persoalan-persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Karena itu, penguasaan teori sosiologi menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan analisis sosial peserta didik.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI, Wilodati, menjelaskan bahwa tantangan pembelajaran sosiologi saat ini semakin kompleks. Menurutnya, guru perlu memiliki kemampuan analitis yang kuat agar pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian konsep secara deskriptif. Teori sosiologi dipandang sebagai instrumen penting untuk membantu siswa memahami realitas sosial secara lebih kritis dan kontekstual.
Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara tim dosen Departemen Sosiologi FISIP UI, Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI, dan MGMP Sosiologi Kota Bandung. Kegiatan dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam membimbing penelitian sosial siswa mulai dari penyusunan masalah penelitian hingga analisis data berbasis teori.
Sekretaris Departemen Sosiologi FISIP UI, Andi Rahman Alamsyah, menjelaskan bahwa kebutuhan penguatan riset sosial di tingkat SMA/MA semakin meningkat. Siswa tidak lagi hanya dituntut memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu melakukan proses penelitian sosial secara sistematis, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan pertanyaan penelitian, pengumpulan data, hingga penarikan analisis yang berbasis teori sosiologi.
Ia menambahkan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam memastikan penelitian sosial siswa tidak berhenti pada tahap deskripsi fenomena, melainkan mampu menghasilkan penjelasan sosiologis yang lebih mendalam melalui penggunaan teori yang relevan.
Melalui workshop ini, peserta memperoleh penguatan materi terkait pemilihan teori sosiologi, penyusunan konsep dan indikator penelitian, pengembangan kerangka teori, serta keterkaitan antara teori, metode, data, dan pembahasan penelitian sosial.
Sementara itu, Kaprodi Sarjana Sosiologi FISIP UI, Sakti Wira Yudha, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan disusun secara bertahap melalui pelatihan, seminar, workshop, dan penyusunan luaran akademik. Materi yang diberikan mencakup penerapan teori sebagai alat analisis, konseptualisasi dan operasionalisasi penelitian, penyusunan kerangka teori, analisis data berbasis teori, hingga penulisan pembahasan ilmiah.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 guru Sosiologi SMA/MA anggota MGMP Sosiologi Kota Bandung. Dengan pendekatan yang praktis dan berbasis kebutuhan pembelajaran di sekolah, program ini diharapkan dapat membantu guru meningkatkan kualitas pendampingan penelitian sosial siswa, khususnya dalam membangun argumentasi sosiologis yang kritis dan berbasis data empiris.
Sebagai salah satu luaran kegiatan, tim penyelenggara juga tengah menyusun modul atau monograf berjudul Penerapan Teori Sosiologi dalam Penelitian Sosial untuk Guru SMA/MA. Modul tersebut dirancang sebagai bahan pendamping bagi guru dan akan memuat materi, contoh penerapan, serta template yang dapat digunakan dalam membimbing penelitian sosial siswa di sekolah.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Departemen Sosiologi FISIP UI bersama Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi dengan komunitas pendidikan, khususnya guru sosiologi di tingkat sekolah menengah. Sinergi antara perguruan tinggi dan MGMP diharapkan mampu mendorong terciptanya pembelajaran sosiologi yang lebih reflektif, kritis, dan relevan dengan dinamika sosial masyarakat kontemporer.
