Bandung, April 2026 — Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Tresa Febrianita, S.Pd., berhasil berpartisipasi sebagai presenter dalam ajang internasional 2026 3rd International Conference on Innovative Education and Learning Resources (IELR 2026) yang diselenggarakan pada 17–19 April 2026 di Koriyama City Chuo Community Learning Center, Koriyama, Jepang.
Konferensi internasional yang mengangkat bidang Innovative Education and Learning Resources ini disponsori bersama oleh Nihon University dan IEEE, serta diikuti akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Dalam kegiatan tersebut, Tresa mempresentasikan artikel ilmiah berjudul:
“Culturally Responsive Teaching in Action: A Systematic Literature Review of Curriculum Design and Learning Practices in Formal Education and Diverse Classrooms”
Artikel yang ditulis bersama Dr. Wilodati, M.Si. ini membahas praktik Culturally Responsive Teaching (CRT) atau pembelajaran responsif budaya dalam pendidikan formal. Kajian tersebut menyoroti pentingnya desain kurikulum dan praktik pembelajaran yang mampu merespons keberagaman budaya peserta didik di tengah meningkatnya mobilitas sosial, migrasi, urbanisasi, dan perubahan demografi pendidikan global.

Melalui pendekatan Systematic Literature Review, penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran responsif budaya berperan penting dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif, adil, dan bermakna bagi siswa dengan latar belakang budaya, bahasa, etnis, dan sosial yang beragam. Kajian ini juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengakuan identitas dan pengalaman sosial peserta didik dalam proses belajar.
Keikutsertaan Tresa dalam IELR 2026 menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa Pendidikan Sosiologi UPI dalam memperkuat kajian pendidikan global yang relevan dengan tantangan masyarakat multikultural saat ini. Selain mempresentasikan hasil penelitian, kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan jejaring akademik internasional dan pertukaran gagasan dengan para peneliti dari berbagai negara.
“Mengikuti konferensi internasional di Jepang menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasan akademik saya sekaligus membantu saya memahami berbagai isu pendidikan dari perspektif internasional melalui interaksi dengan peserta dari berbagai latar budaya dan negara,” ungkap Tresa.
Partisipasi ini sekaligus menunjukkan komitmen Program Studi Magister Pendidikan Sosiologi UPI dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam forum akademik internasional dan menghasilkan kajian pendidikan yang responsif terhadap dinamika global.
