BANDUNG — Komitmen dalam melahirkan inovasi sosial yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan kembali ditunjukkan oleh talenta muda akademisi tanah air. Tim "Menara Movement" yang dipimpin oleh Kayla Nurul Tahira, mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) angkatan 2023, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim kolaboratif ini berhasil dinobatkan sebagai Juara 1 Project Sosial Bidang Pendidikan dalam program Beasiswa Bintang Mandiri yang diselenggarakan oleh MAI Institute - MAI Foundation pada Mei 2026.
Keberhasilan Tim Menara Movement dengan Kayla Nurul Tahira sebagai Project Leader sekaligus pemateri konseptual utama ini menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi interdisipliner. Di dalam perspektif Islam, menginisiasi gerakan penataan pendidikan dan penyebaran ilmu pengetahuan merupakan bentuk pengejawantahan dari amanah tarbiyah umat demi mengentaskan ketertinggalan. Aliansi strategis antara mahasiswi IPAI UPI (Kayla Nurul Tahira), Matematika UPI (Defita Julia Az-zahra), PBSI UPI (Siti Yulianingsih), dan Psikologi UNDIP (Najwa Basandid) ini berhasil mengonstruksi sebuah proyek sosial yang objektif, integratif, dan solutif bagi dinamika psikologi serta kurikulum pengajaran modern.
Secara teoretis, implementasi proyek sosial berbasis rancangan kurikulum terpadu (integrated curriculum design) oleh kelompok mahasiswa lintas disiplin memiliki kontribusi linear terhadap efektivitas luaran pembelajaran di masyarakat. Berdasarkan hasil riset ilmiah teoretis yang dimuat dalam jurnal nasional bereputasi Sinta 2, program intervensi pendidikan yang mengawinkan pendekatan psikologi perkembangan dengan metodologi eksakta dan nilai humaniora terbukti secara signifikan meningkatkan keterlibatan aktif (student engagement) serta ketahanan belajar anak. Dialektika akademik yang dibangun oleh Tim Menara Movement memberikan fondasi baru bagi pengembangan pendidikan non-formal yang adaptif terhadap disrupsi digital.
Aksi nyata yang digelorakan oleh mahasiswa prodi IPAI UPI bersama tim kolaboratifnya ini juga menjadi manifestasi autentik dalam pemenuhan agenda berkelanjutan global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), proyek sosial ini hadir memfasilitasi akses sistem pembelajaran yang inklusif, kreatif, dan bermutu tinggi bagi generasi penerus. Selain itu, aspek kemitraan antarkampus yang solid ini mencerminkan ketercapaian SDG Poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui mobilisasi pengetahuan terapan demi kemaslahatan publik secara makro.
Pencapaian monumental yang diukir oleh Tim Menara Movement ini mempertegas eksistensi program studi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI sebagai lumbung lahirnya para inovator dan pemimpin gerakan sosial yang cerdas serta berakhlak mulia. Prestasi berskala nasional ini merupakan seruan sekaligus pemantik motivasi yang kuat bagi seluruh mahasiswa prodi IPAI lainnya untuk tidak ragu melangkah melampaui batas ruang kelas, berkolaborasi secara inklusif, dan aktif mengabdikan keilmuan di masyarakat. Mari kita jadikan momentum penuh berkah ini sebagai pelecut energi untuk terus belajar, berinovasi, dan konsisten mengharumkan nama almamater tercinta. Pemuda IPAI adalah pelopor pendidikan yang membawa rahmat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!
