BANDUNG — Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses melaksanakan forum pendalaman teologis-akademis melalui Kajian Rutin Tafsir Tarbawi. Kegiatan bernuansa ilmiah-religius yang digawangi oleh Kabinet Baituna ini digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu, 16 Mei 2026, mulai pukul 05.00 WIB hingga selesai. Kajian subuh interaktif ini menghadirkan pakar legendaris rumpun pendidikan Islam UPI, Dr. KH. Aam Abdussalam, M.Pd., sebagai narasumber utama untuk membedah tema mendalam: "Kisah Nabi Sholeh: Dialektika Pedagogis Nabi Sholeh dengan Kaum Tsamud (QS. al-'Araf 73-79)".
Suksesnya pelaksanaan kajian rutin yang dikoordinasikan oleh Irsyad dan Alfin selaku narahubung ini, memberikan kontribusi besar pada rekonstruksi metode komunikasi dakwah kontemporer mahasiswa. Di dalam epistemologi Islam, tafsir tarbawi memegang peranan krusial untuk mengekstrak ayat-ayat qashash (kisah) menjadi instrumen pendidikan watak yang aplikatif. Dr. KH. Aam Abdussalam sebagai pemateri utama memaparkan secara objektif bagaimana Nabi Sholeh AS menerapkan pendekatan pedagogis yang santun, logis, dan penuh kesabaran dalam menghadapi penolakan rasionalitas serta arogansi struktural dari Kaum Tsamud. Refleksi kisah ini melatih para calon pendidik Muslim untuk mengadopsi etika komunikasi persuasif di tengah pluralitas tantangan zaman.
Jika ditinjau dari dimensi akademis dan teori psikologi komunikasi kependidikan Islam, pola interaksi antara seorang pembawa risalah kebenaran dan masyarakatnya memiliki pengaruh linear terhadap keberhasilan transfer nilai moral. Berdasarkan hasil penelitian ilmiah teoretis yang dirilis oleh jurnal nasional bereputasi Sinta 2, internalisasi kisah-kisah quranic berbasis pendekatan naratif-dialogis terbukti efektif memperkuat kapasitas empati sosiologis serta ketajaman analisis etika mahasiswa kependidikan. Telaah analitis terhadap QS. al-'Araf 73-79 dalam kajian ini memberikan fondasi teoretis baru bahwa ketahanan kepemimpinan kependidikan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan kognitif teknis, melainkan oleh kematangan emosional dan keteguhan spiritual (spiritual resilience).
Langkah proaktif BEM Hima IPAI UPI dalam menyelenggarakan kajian tafsir tematik secara konsisten ini juga menjadi manifestasi nyata dalam pemenuhan agenda pembangunan berkelanjutan global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), forum subuh rutin ini menyediakan ruang pengayaan karakter non-formal yang inklusif, kredibel, dan mudah diakses bagi civitas akademika untuk memperkuat literasi keagamaan. Selain itu, penekanan pada aspek etika berkeadilan dan penolakan terhadap kezaliman sosiopolitik Kaum Tsamud berkelindan erat dengan nilai SDG Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions).
Keberhasilan pascapelaksanaan Kajian Rutin Tafsir Tarbawi ini mempertegas komitmen Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Terintegrasi UPI dalam menjaga keseimbangan kultur tradisi intelektual qurani di era modern. Momentum ilmu yang mencerahkan ini diharapkan tidak sekadar menjadi catatan akademik pasif, melainkan mampu menjadi pemantik kesadaran spiritual dan pelecut motivasi bagi seluruh mahasiswa IPAI untuk mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan profetik dalam kehidupan bermasyarakat. Mari kita jadikan butir-butir hikmah dari kisah Nabi Sholeh ini sebagai bekal untuk terus belajar, berbenah diri, dan konsisten mengharumkan nama almamater tercinta. Pemuda IPAI adalah pelopor syiar dan penggerak peradaban yang membawa rahmat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!
