Penulis: Nisa Nurul Fadilah (SaIG, 2403079)
Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)
Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tahap dua yang dilaksanakan mulai dari Minggu, 10 Mei 2026 menjadi langkah baru bagi Mahasiswa Program Studi Sains Informasi Geografi untuk mengawali simulasi kerja nyata yang mengharuskan praktikum melalui proses validasi bukan hanya lewat citra satelit melainkan terjun langsung ke lapangan. Demi memenuhi hasil pemetaan yang sesuai dengan data sesungguhnya, maka diperlukan kemampuan analisis spasial agar proses pemetaan dapat terselesaikan dengan data-data sesuai parameter dari jurnal yang dijadikan acuan. Area yang dikaji adalah Desa Kalihurip, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Tujuan kegiatan ini ialah untuk menetapkan batas administrasi dari tiap desa yang ada di Kecamatan Cikampek.

Dok. Penulis
Hari pertama diawali dengan observasi ke lapangan oleh Tim yang terbagi menjadi dua sesi yakni: sesi pagi dan siang untuk memvalidasi titik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pertanian, peternakan, perkebunan, dan survei untuk mengetahui apakah titik Independent Check Points (ICP) memenuhi syarat teknis dan perizinan atau tidak, selain itu tim juga berkunjung ke area kajian untuk pertama kalinya dengan tujuan untuk mendapatkan kontak telepon dari Kepala Dusun, RT, dan RW, guna memudahkan komunikasi jikalau membutuhkan data-data yang diperlukan untuk proses pemetaan. Kemudian hari kedua, tim dibagi menjadi empat, ada yang bertugas di studio untuk memetakan peta tematik dan menghadiri acara pembukaan kegiatan KKL di Kantor Kecamatan, lalu tim selanjutnya berkunjung ke Kantor Kepala Desa untuk membahas batas administrasi, tim lainnya melakukan survei ke lokasi terminal angkutan umum untuk memastikan ketersediaan rute transportasi di area kajian, serta tim terakhir melakukan validasi ke lapangan terkait data persebaran Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan industri pabrik.
Kemudian hari ketiga dikhususkan untuk melakukan pengukuran ICP metode statik dengan lima titik di antaranya: CP0941, CP0942, CP0943, CP0944, CP0945. Menggunakan alat pengukuran yaitu, statif, receiver merek E-Survey 300 Pro, meteran, dan Handphone untuk membuka website pengukuran. Durasi yang dibutuhkan untuk sekali pengukuran adalah selama satu jam. Sistem pembagian tugasnya adalah membagi sembilan anggota menjadi lima tim, tim pertama mengukur CP0941, kemudian dilanjut oleh tim kedua untuk mengukur titik selanjutnya, begitu seterusnya. Saat selesai melakukan praktikum terkait ICP, maka data yang diperoleh melewati pengolahan dengan software Trimble Business Center (TBC) untuk mengetahui nilai Root Mean Square Error (RMSE) guna mengukur tingkat ketelitian dan presisi hasil posisi koordinat x, y, dan z yang diperoleh dari pengukuran.

Dok. Penulis
Melanjutkan perjalanan, pada hari keempat dilakukan observasi lapangan terkait validasi data toponimi, penggunaan lahan, UMKM, Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan persebaran sumur atau air tanah. Perjalanan khusus hari keempat dirasa berjalan ‘agak santai’ dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Mula-mulanya terdapat minor problem seperti titik persebaran sumur yang letaknya di dalam hutan sehingga memerlukan perizinan terlebih dahulu untuk memasukinya, dikarenakan kawasan tersebut tidak dapat diakses oleh sembarang orang, bahkan tim juga dipandu oleh salah satu kepala RW yang bertugas di kawasan tersebut. Setelah observasi ke lapangan dan beberapa data yang diperlukan telah terkumpul, tim melakukan kegiatan penutup di tiap harinya yang biasa disebut “Expose”. Namun nyatanya, hari yang dianggap ‘agak santai’ ini malah ditutup dengan berbagai informasi di luar dugaan Mahasiswa. Informasi berisikan list tugas yang perlu dikerjakan dalam rentang waktu yang dekat. Meskipun begitu, pada akhirnya semangat kami mengalahkan berbagai permasalahan yang terjadi selama kegiatan KKL tahap dua ini.