Pada 15 Mei 2026, kegiatan Studi Banding atau SABA ORMAWA antara Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi (HMPS) dan Himpunan Mahasiswa Pendidikan IPS (HIMA PIPS) diselenggarakan di Gedung Rabbani University. Mengusung tema “Integrasi Sinergi: Memperkuat Kualitas Organisasi Melalui Keselarasan Kolaboratif”, kegiatan ini menjadi wadah bagi kedua himpunan untuk saling belajar, mempererat relasi, serta membangun pola kerja organisasi yang lebih efektif dan terintegrasi. Tema tersebut dipilih untuk menyesuaikan kebutuhan aktual kedua himpunan, khususnya dalam pengembangan program bersama seperti olimpiade nasional dan berbagai bentuk kolaborasi organisasi lainnya.
Menurut Syahdan Idzarulhaq selaku Ketua Pelaksana Studi Banding HMPS, proses persiapan acara dilakukan secara kolektif bersama seluruh panitia dan pengurus. Konsep kegiatan dirancang melalui berbagai diskusi dan masukan hingga akhirnya mendapat persetujuan dari dosen pembina. Sementara itu, Eka Sunardi selaku Ketua Pelaksana Studi Banding HIMA PIPS menjelaskan bahwa studi banding ini menjadi forum untuk saling mengenal, memaparkan program kerja, serta memahami sistem organisasi masing-masing himpunan agar dapat dijadikan bahan pembelajaran bersama.
Dari pihak HIMA PIPS, rasa penasaran terhadap pengelolaan sumber daya manusia, sistem delegasi, dan kaderisasi HMPS menjadi salah satu tujuan utama kegiatan ini. Sebaliknya, HMPS juga ingin mempelajari sistem kerja Olimpiade IPS Siswa Nasional yang selama ini dijalankan oleh HIMA PIPS.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sesi pemaparan grand design dari masing-masing himpunan sebagai gambaran umum arah gerak organisasi serta pola kerja yang diterapkan. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam dua sesi Focus Group Discussion (FGD), yakni FGD antar departemen dan bidang, serta FGD khusus mengenai program besar organisasi seperti Olimpiade Sosiologi Indonesia milik HMPS dan Olimpiade IPS Siswa Nasional milik HIMA PIPS.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibimbing oleh LO lapangan untuk membentuk kelompok diskusi kecil sesuai departemen masing-masing. Khusus Departemen Pendidikan HMPS bersama Bidang Pendidikan dan Kominfo HIMA PIPS, sesi diskusi dilakukan di tempat terpisah agar pembahasan lebih fokus dan mendalam.

Melalui kegiatan ini, kedua himpunan berharap terciptanya keselarasan pola kerja dalam menjalankan program kolaboratif, meningkatnya kualitas koordinasi antar departemen, serta terbentuknya pemahaman bersama mengenai arah pengembangan organisasi yang lebih efektif dan terintegrasi. Sasaran utama kegiatan dari pihak HIMA PIPS ditujukan kepada seluruh pengurus Kabinet Ruang Tumbuh agar dapat mengambil banyak pembelajaran dari pola organisasi HMPS. Sementara itu, bagi HMPS, kegiatan ini menjadi sarana memperluas relasi dan mempererat silaturahmi antarorganisasi mahasiswa di lingkungan FPIPS.
Sebanyak 50 peserta dari HMPS dan sekitar 27 peserta dari HIMA PIPS turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Setelah sesi FGD selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan, mulai dari poin permasalahan, solusi, hingga peluang kolaborasi yang dapat diwujudkan bersama di masa mendatang. Diskusi yang berlangsung aktif dan terbuka menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai forum formal, tetapi juga ruang bertukar pengalaman dan gagasan antar pengurus organisasi.
Di akhir kegiatan, kedua ketua pelaksana turut menyampaikan pesan dan kesan mereka. Eka Sunardi mengaku cukup terkejut melihat semangat dan solidaritas pengurus HMPS yang dinilainya sangat kuat, terutama dalam menjaga komunikasi internal maupun hubungan antar lembaga seperti BEM dan DPM. Ia juga menyampaikan pesan agar pada pelaksanaan kegiatan berikutnya fokus kepanitiaan tetap terpusat dan tidak terpecah ke banyak divisi sehingga koordinasi dapat berjalan lebih efektif.
Sementara itu, Syahdan Idzarulhaq mengungkapkan bahwa proses persiapan kegiatan sempat terasa melelahkan dan penuh tantangan. Namun, berkat kerja sama seluruh panitia serta sikap kooperatif dari HIMA PIPS, kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Ia juga menilai sinergi antara kedua himpunan semakin kuat dengan dukungan para ketua himpunan yang mampu membangun komunikasi positif selama kegiatan berlangsung.
Lebih dari sekadar studi banding, SABA ORMAWA 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya kolaborasi, komunikasi, dan integrasi organisasi mahasiswa. Diharapkan hubungan baik antara HMPS dan HIMA PIPS tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi berkembang menjadi kerja sama nyata yang berkelanjutan dalam berbagai program organisasi di masa mendatang.
