Penulis: Diandra Vanya Chairunissa
Penyunting: Tio Noviar
Jika ada satu kata yang dapat menggambarkan perjalanan skripsi saya, mungkin kata tersebut adalah proses. Sebuah proses yang mengajarkan saya tentang kesabaran, ketekunan, dan bagaimana bertahan ketika keadaan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ketika pertama kali memilih Program Studi Sains Informasi Geografi (SAIG) Universitas Pendidikan Indonesia, saya tertarik karena bidang ini menggabungkan teknologi, pemetaan, penginderaan jauh, dan analisis spasial yang dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di lingkungan sekitar. Seiring berjalannya waktu, saya semakin yakin bahwa pilihan tersebut adalah keputusan yang tepat karena banyak pengalaman dan ilmu baru yang saya peroleh selama menempuh pendidikan di program studi ini.
Memasuki tahun-tahun akhir perkuliahan, saya mulai dihadapkan pada salah satu tahapan yang paling menantang bagi mahasiswa, yaitu penyusunan skripsi. Awalnya saya menganggap skripsi hanyalah sebuah tugas akhir yang harus diselesaikan sebagai syarat kelulusan. Namun setelah menjalaninya sendiri, saya menyadari bahwa skripsi merupakan perjalanan panjang yang tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga menguji kesabaran, komitmen, dan kemampuan untuk bangkit setiap kali menghadapi kesulitan.
Saya mengangkat penelitian mengenai “Analisis Perkembangan Ruang Terbuka Hijau Menggunakan Metode Object-Based Image Analysis (OBIA) dan Identifikasi Faktor Penyebab Perubahannya di Kota Cimahi”. Topik tersebut saya pilih karena ketertarikan terhadap isu lingkungan perkotaan dan perkembangan wilayah yang terus berubah dari waktu ke waktu. Meskipun demikian, penelitian hanyalah sebagian kecil dari cerita perjalanan skripsi saya. Bagian yang paling berkesan justru berasal dari proses panjang yang harus saya lalui untuk menyelesaikannya.
Perjalanan itu mulai terasa nyata ketika saya melaksanakan Seminar Proposal pada tanggal 25 November 2024. Saat itu saya berpikir bahwa bagian tersulit telah berhasil dilewati. Namun ternyata, proses setelah seminar proposal justru menjadi bagian yang paling panjang dan penuh tantangan. Revisi demi revisi mulai berdatangan. Mulai dari perbaikan penulisan, penyempurnaan metodologi, analisis data, hingga penyusunan hasil penelitian. Jika ditanya berapa kali saya melakukan revisi, mungkin saya sendiri sudah tidak mampu menghitungnya. Ada kalanya saya merasa sangat lelah karena satu bagian yang sudah selesai
ternyata masih harus diperbaiki kembali. Bahkan tidak jarang saya merasa bingung harus memulai dari mana ketika melihat banyaknya catatan perbaikan yang harus diselesaikan.
Di tengah proses tersebut, saya juga harus melaksanakan survei lapangan sebagai bagian dari penelitian. Pengalaman turun langsung ke lapangan menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama penyusunan skripsi. Saya mengunjungi 77 titik sampel yang tersebar di berbagai wilayah Kota Cimahi untuk melakukan pengecekan kondisi aktual dan validasi data. Selain itu, saya juga melakukan wawancara kepada 15 responden untuk memperoleh informasi mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perubahan Ruang Terbuka Hijau di Kota Cimahi. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga karena saya dapat melihat secara langsung kondisi lapangan yang sebelumnya hanya saya amati melalui data dan citra satelit.

Dok: Penulis
Momen yang paling berat selama penyusunan skripsi bukanlah ketika berada di lapangan ataupun saat mengolah data, melainkan ketika harus menghadapi proses revisi yang terasa tidak ada habisnya. Ada saat-saat ketika saya merasa kehilangan semangat dan mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Terlebih ketika melihat teman-teman lain mulai menyelesaikan skripsi dan mempersiapkan sidang lebih dahulu. Namun dari situlah saya belajar bahwa setiap mahasiswa memiliki perjalanan yang berbeda. Tidak ada gunanya membandingkan proses diri sendiri dengan orang lain. Yang terpenting adalah tetap melangkah, meskipun perlahan.
Dalam perjalanan tersebut, saya beruntung mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak. Dosen pembimbing saya, Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. dan Ibu Annisa Joviani Astari, Ph.D., selalu memberikan arahan, masukan, dan bimbingan yang sangat membantu selama proses penyusunan skripsi. Meskipun revisi yang diberikan sering kali membuat saya harus kembali memperbaiki banyak hal, saya menyadari bahwa semua itu
dilakukan agar penelitian yang saya hasilkan menjadi lebih baik. Saya juga sangat bersyukur mendapatkan motivasi dan dukungan dari Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi, yang selalu memberikan semangat kepada mahasiswa untuk terus berkembang dan menyelesaikan studi dengan baik.
Setelah melewati berbagai proses yang panjang, akhirnya saya melaksanakan sidang skripsi pada tanggal 23 Juli 2025. Hari itu menjadi salah satu momen yang paling saya tunggu sekaligus paling menegangkan selama masa perkuliahan. Semua waktu, tenaga, pikiran, dan perjuangan yang telah saya curahkan selama berbulan-bulan akhirnya dipertanggungjawabkan di hadapan para dosen penguji. Rasa gugup tentu tidak dapat dihindari, tetapi di balik itu semua terdapat rasa syukur dan lega karena berhasil mencapai tahap yang selama ini diperjuangkan.

Dok : Penulis
Menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun bagi saya, setiap langkah yang dilalui dalam proses tersebut memiliki cerita dan pelajaran yang sangat berharga. Skripsi mengajarkan saya bahwa keberhasilan tidak selalu datang dengan cepat. Ada proses yang harus dijalani, kesalahan yang harus diperbaiki, dan tantangan yang harus dihadapi. Dari skripsi, saya belajar untuk lebih sabar, lebih disiplin, dan lebih percaya pada kemampuan diri sendiri.
Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam setiap proses yang saya jalani. Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua dan keluarga yang selalu memberikan doa, dukungan, serta semangat tanpa henti. Terima kasih
kepada seluruh dosen Program Studi Sains Informasi Geografi yang telah memberikan ilmu dan pengalaman berharga selama masa perkuliahan. Secara khusus, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. dan Ibu Annisa Joviani Astari, Ph.D. yang telah membimbing saya dengan sabar selama proses penyusunan skripsi. Terima kasih pula kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. yang selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada mahasiswa untuk terus berkembang dan menyelesaikan studi dengan baik. Tidak lupa, saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman seperjuangan yang selalu hadir untuk berbagi cerita, saling membantu, dan memberikan semangat selama perjalanan skripsi ini.
Untuk adik-adik tingkat yang saat ini sedang atau akan menyusun skripsi, jangan pernah takut untuk memulai. Tidak apa-apa jika proses yang kalian jalani terasa berat atau membutuhkan waktu lebih lama dari yang direncanakan. Tetaplah percaya pada diri sendiri, nikmati setiap prosesnya, dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi revisi. Percayalah bahwa semua perjuangan yang dilakukan hari ini akan menjadi cerita yang membanggakan di masa depan.

Dok : Penulis
“Karena pada akhirnya, skripsi bukan tentang siapa yang paling cepat lulus, tetapi tentang siapa yang mampu bertahan hingga garis akhir”
SAIG The Heart of Geospatial!
