Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
SATU RUANG, EMPAT KOMUNITAS: KONSULTASI DAN BIROKRASI KRK BSOK BERSAMA KAPRODI SAIG 

Penulis: Alfirdaus Sabil Kautsar (SaIG, 2405520)
Penyunting : Farrelius Simeon (SaIG, 2509009)

Rabu, 4 Juni 2026, menjadi momen yang cukup bersejarah bagi Badan Semi Otonom Kompetensi (BSOK) Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi (HIMA SaIG). Pada hari tersebut, seluruh perwakilan komunitas yang bernaung di bawah BSOK yakni IMAGIS, RASTER, SCALE, dan WGS 84 melaksanakan konsultasi sekaligus birokrasi proposal Kegiatan Rutin Komunitas (KRK) kepada Kaprodi SaIG, Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si., di ruang beliau, lantai 4 Gedung Nu'man Somantri FPIPS UPI.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Fadil selaku Ketua BSOK, Farel sebagai Sekretaris Jenderal BSOK, Rika sebagai Sekretaris BSOK, Andes selaku Ketua IMAGIS, Adam selaku Ketua RASTER, Sri Dewi selaku Ketua SCALE, serta saya sendiri selaku Ketua WGS 84.

Bagi saya pribadi dan barangkali bagi sebagian besar yang hadir ini merupakan pengalaman pertama dalam menjalani proses birokrasi secara langsung di hadapan Kaprodi. Ada rasa gugup yang cukup nyata di awal, terutama ketika giliran masing-masing komunitas tiba untuk memaparkan program kerjanya. Namun kehadiran rekan-rekan yang saling mendukung membuat suasana berangsur lebih tenang. Pak Lili pun menyambut kami dengan hangat dan penuh ketenangan, bahkan menyediakan camilan selama sesi berlangsung sesuatu yang tidak kami duga sebelumnya.

Dok. Penulis

Proses konsultasi berjalan secara bergilir. Setiap komunitas memaparkan program KRK-nya satu per satu, sementara Pak Lili membaca proposal yang kami bawa. Dari sana, beliau menyampaikan apresiasi sekaligus koreksi dan saran yang konstruktif untuk masing-masing komunitas.

Untuk IMAGIS, Pak Lili menegaskan pentingnya menghasilkan produk nyata dari setiap pelaksanaan KRK. Hasil karya mahasiswa perlu dipublikasikan secara rutin dan dituangkan dalam laman portofolio di website dengan halaman tersendiri namun tetap berada dalam satu platform yang sama, melalui koordinasi dengan Komunitas MAPS. Selain itu, beliau mendorong seluruh komunitas untuk menghadirkan praktisi dari dunia industri serta alumni sebagai narasumber dalam sesi berbagi pengalaman karir.

RASTER mendapat masukan dalam semangat yang serupa, namun disesuaikan dengan fokus bidangnya. Pak Lili mendorong komunitas ini untuk aktif menjalin relasi dengan industri yang bergerak di ranah Google Earth Engine dan machine learning. Jejaring alumni dan perusahaan disebut sebagai sesuatu yang perlu dibangun secara proaktif, bukan ditunggu. Secara teknis, beliau juga mengingatkan agar MoU tidak terlewatkan, serta meminta perubahan format tanda tangan panitia inti yang berlaku pula untuk seluruh komunitas menjadi Ketua Komunitas, Kaprodi, dan Dekan FPIPS.

Untuk SCALE, Pak Lili menyarankan agar produk yang dihasilkan dapat digabungkan lintas komunitas dalam satu wadah bersama. Dalam hal mengundang narasumber eksternal khususnya pihak dari Badan Informasi Geospasial (BIG) yang bergerak di bidang ATLAS beliau menyarankan agar undangan dikirimkan atas nama mahasiswa, bukan atas nama program studi, mengingat adanya implikasi administratif yang berbeda apabila mengatasnamakan prodi. Majalah yang dihasilkan SCALE pun diminta untuk dikirimkan kepada pihak kemahasiswaan SaIG guna dipublikasikan lebih lanjut.

Sementara itu, untuk WGS 84, Pak Lili memberikan catatan khusus terkait kegiatan WGS Goes To Company (WTC): apabila ke depannya terdapat instansi baru yang dilibatkan, maka perlu disusun MoU baru yang menyesuaikan dengan pihak tersebut. Program sharing session bersama alumni turut menjadi bagian dari rekomendasi beliau untuk komunitas kami sebuah pengingat bahwa relasi dengan para pendahulu merupakan aset yang tidak kalah penting dari program teknis itu sendiri.

Dok. Penulis

Pada akhir sesi, proposal dari seluruh komunitas berhasil ditandatangani, meskipun sejumlah bagian masih memerlukan revisi sesuai catatan yang telah diberikan. Bagi saya, pengalaman ini meninggalkan kesan yang melampaui urusan administratif semata. Ada pelajaran yang lebih substantif: bahwa menyampaikan gagasan secara langsung kepada pimpinan akademik menuntut pemahaman yang mendalam terhadap apa yang diusulkan bukan sekadar kelengkapan dokumen. Dari sesi konsultasi hari itu, saya merasa BSOK beserta keempat komunitasnya keluar dengan arah yang lebih jelas dan sejumlah tindak lanjut yang konkret untuk segera dikerjakan.

Dok. Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *