Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
RAPAT KOORDINASI DOSEN SAIG BAHAS PEMBAGIAN MATA KULIAH, KESEHATAN MENTAL MAHASISWA DAN AKREDITASI

Penulis: Andy Wibawa Nurrohman, M.Sc.

Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)

Program Studi Sains Informasi Geografi (SaIG) menggelar rapat koordinasi dosen pada hari ini, Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Kampung Daun Culture Gallery & Cafe yang terletak di Jalan Sersan Bajuri Km 4,7, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Rapat yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi SaIG, Dr. Lili Somantri., M.Si., dan dihadiri oleh seluruh jajaran dosen program studi, diantaranya Dr. Alnidi Safarach Bratanegara, S.Kep., M.Si, Dr. Muhamad Ihsan, S.T., M.T, Silmi Afina Aliyan, S.T., M.T., Dr. Andika Permadi Putra, S.T., M.T., Dr. Tania Septi Anggraini, S.T., M.T, Andy Wibawa Nurrohman, S.Pd., M.Sc., Achmad Fadhilah, S.Pd., M.Sc., Tiara Handayani, S.Si., M.Sc., serta Siti Zahrotunisa, S.Si., M.Sc.

Dok. Penulis

Terdapat empat agenda utama yang menjadi pembahasan krusial dalam rapat koordinasi tersebut. Agenda pertama menyangkut pembagian mata kuliah yang akan diampu pada semester ganjil mendatang. Para dosen secara bersama-sama mendiskusikan pemerataan beban mengajar serta penyesuaian mata kuliah dengan bidang keahlian masing-masing, guna memastikan proses perkuliahan berjalan efektif dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Agenda kedua menjadi sorotan utama, yaitu pembahasan mendalam mengenai hasil survei kesehatan mental mahasiswa SaIG yang baru saja dirilis. 

Berdasarkan data dari 232 responden yang mencakup tiga angkatan tahun 2023, 2024, dan 2025, terungkap bahwa lebih dari separuh mahasiswa, tepatnya 56 persen, berada dalam kondisi mental yang bermasalah dengan skor di bawah atau sama dengan tiga. Bahkan, 18,5 persen di antaranya berada pada kondisi buruk hingga sangat buruk dengan skor satu hingga dua. Fakta yang paling mengkhawatirkan adalah angkatan 2024 tercatat sebagai kelompok yang paling terdampak, dengan 69,6 persen mahasiswanya mengalami kondisi mental tidak optimal. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa tekanan dosen menjadi prediktor statistik terkuat yang berkorelasi negatif terhadap kondisi mental, dengan nilai korelasi minus 0,31 yang signifikan secara statistik, yang berarti semakin tinggi tekanan yang dirasakan mahasiswa dari dosen, semakin buruk kondisi kesehatan mental mereka. Di luar ranah akademik, beban ekonomi menjadi keluhan dominan, di mana 67,7 persen mahasiswa merasakan tekanan ekonomi pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Para dosen pun sepakat bahwa temuan ini bukanlah sekadar angka, melainkan sinyal darurat yang membutuhkan intervensi nyata, mulai dari perbaikan komunikasi dosen-mahasiswa, pengelolaan tugas yang lebih terstruktur, hingga peningkatan akses layanan konseling di lingkungan kampus.

Dok. Penulis

Agenda ketiga berkaitan dengan program magang yang akan mulai diberlakukan khusus bagi mahasiswa angkatan 2023. Berbagai aspek teknis seperti penjajakan mitra industri, penyesuaian jadwal magang dengan kalender akademik, serta mekanisme bimbingan dibahas secara rinci agar program ini dapat meningkatkan kompetensi lulusan tanpa menambah beban psikologis mahasiswa. Agenda keempat menyangkut terobosan inovatif dalam pelaksanaan tugas akhir, yaitu uji coba pembagian porsi bimbingan skripsi melalui jalur publikasi artikel ilmiah. Dalam skema baru ini, dosen pembimbing tidak hanya mengarahkan penulisan skripsi konvensional, tetapi juga membimbing mahasiswa untuk menghasilkan naskah yang layak terbit di jurnal ilmiah. Hal ini menuntut perubahan pola pendampingan dan pembagian porsi bimbingan yang lebih terstruktur antar dosen, sekaligus menjadi langkah prodi untuk mendorong produktivitas riset mahasiswa.

Agenda terakhir menyangkut persiapan akreditasi program studi. Saat ini, proses akreditasi SaIG masih berada dalam tahap review yang dilakukan oleh Ketua Satuan Penjaminan Mutu (SPM) UPI. Untuk itu, dalam rapat ini seluruh tim akreditasi diberikan instruksi tegas untuk mengecek kembali setiap bukti akreditasi secara menyeluruh pada minggu ini. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh dokumen pendukung telah lengkap dan sesuai dengan standar yang ditetapkan, mengingat akreditasi merupakan tolok ukur penting bagi kualitas dan keberlanjutan program studi. Dengan terselenggaranya rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh agenda strategis dapat segera ditindaklanjuti secara terstruktur, serta kolaborasi yang erat antara dosen, program studi, dan universitas dapat terus diperkuat demi menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga sehat dan suportif secara mental bagi seluruh mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *