Bandung IPAI FPIPS UPI - Alhamdulillah, sebuah terobosan pedagogis berbasis teknologi digital kembali dilahirkan oleh civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tim peneliti yang terdiri dari Dhitkya Pradana, Mokh Iman Firmansyah, dan Risris Hari Nugraha secara resmi mempublikasikan hasil penelitian ilmiah mereka dalam Jurnal Mu'allim Volume 8 Nomor 2 Edisi Juli 2026. Artikel ilmiah bertajuk "Pengembangan Kartu Truth or Dare Berbasis Augmented Reality pada Pendidikan Agama Islam" ini memaparkan pengembangan media pembelajaran interaktif bermuatan gamifikasi untuk materi akhlak PAI kelas X SMA di SMAN 15 Bandung. Inovasi ini dirancang khusus guna merespons karakteristik kognitif Generasi Z sebagai digital natives yang terbiasa memproses informasi secara visual, interaktif, serta membutuhkan umpan balik secara instan. Langkah riset strategis ini sekaligus mempertegas komitmen Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI sebagai pelopor dan pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan sains serta media pembelajaran keagamaan kontemporer.
Pengembangan media kartu Truth or Dare (TOD) ini menerapkan model Research and Development (R&D) ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Cetak biru media terdiri dari 35 set kartu yang mencakup Kartu Truth (pertanyaan kognitif berjenjang Bloom C1-C5), Kartu Dare (tantangan demonstrasi perilaku akhlak Islami), dan Kartu Punishment. Uniknya, mekanik permainan ini secara terintegrasi mempraktikkan nilai-nilai keagamaan: elemen Truth melatih nilai shidiq (kejujuran), sedangkan elemen Dare menguji nilai syaja'ah (keberanian) dan mujahadah an-nafs (pengendalian diri). Setiap kartu dilengkapi marker Augmented Reality (AR) yang apabila dipindai menggunakan smartphone akan memunculkan animasi 3D, ayat Al-Qur'an, Hadits, serta ilustrasi penerapan nilai akhlak secara visual dan audio. Melalui uji eksperimen kelompok (n=60), kelompok eksperimen terbukti mengalami peningkatan hasil belajar kognitif yang signifikan (Wilcoxon Signed-Rank test, p=0,000) dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,523 (kategori sedang), secara deskriptif jauh melampaui kelompok kontrol (N-Gain 0,155).
Riset ini memiliki landasan teoretis yang sangat kokoh dalam ranah teknologi pendidikan dan psikologi belajar modern. Mengacu pada Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML), pemanfaatan media AR terbukti secara empiris mengoptimalkan pemrosesan informasi melalui dual-channel (visual dan verbal) sehingga meningkatkan retensi pemahaman konsep-konsep abstrak. Selain itu, merujuk pada literatur ilmiah bereputasi internasional terindeks Scopus terkait Self-Determination Theory (SDT), penerapan gamifikasi seperti sistem poin dan papan peringkat (leaderboard) efektif memenuhi kebutuhan dasar psikologis siswa (autonomy, competence, relatedness), yang secara signifikan mendongkrak motivasi intrinsik dan pemahaman kognitif siswa. Pendekatan interaktif ini selaras dengan prinsip tarbiyah dan ta'lim dalam tradisi Islam yang menekankan transfer ilmu yang memanjakan daya nalar (khatibu an-nasa 'ala qadri uqulihim) tanpa mengesampingkan pembentukan akhlak mulia.
Inovasi media pembelajaran berbasis AR dan gamifikasi yang dikembangkan oleh tim peneliti UPI ini merupakan wujud konkrit kontribusi akademis terhadap ketercapaian agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara eksplisit, riset ini mendukung pemenuhan SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam menjamin akses pembelajaran yang inklusif, relevan, serta memanfaatkan teknologi modern secara bijak di era digital. Pemanfaatan media ini terbukti efektif sebagai instrumen remedial dan pengayaan yang mampu merangkul siswa dengan pengetahuan awal (prior knowledge) rendah agar dapat mencapai capaian pembelajaran secara optimal.
Publikasi hasil penelitian ini pada hakikatnya menjadi ruang refleksi spiritual dan intelektual bagi para pendidik Muslim untuk menyadari bahwa media pembelajaran bukan sekadar alat kemasan visual, melainkan sarana mendidik hati dan perilaku. Kesadaran bahwa generasi digital membutuhkan pendekatan yang inovatif mengisyaratkan bahwa nilai-nilai kebaikan Islam harus dihadirkan secara ramah, menyenangkan, dan adaptif tanpa mengikis kemurnian ajaran agama. Semoga karya inovatif ini mendatangkan keberkahan, memicu semangat para guru dan mahasiswa untuk terus berkarya, serta meneguhkan posisi Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI dalam memimpin peradaban demi syiar Islam rahmatan lil 'alamin. Untuk pembaruan informasi riset dan karya keilmuan lainnya, silakan mengunjungi situs resmi di ipai.upi.edu atau memantau akun Instagram @ipai_official.
