Bandung IPAI FPIPS UPI - Alhamdulillah, sebuah kajian ilmiah yang kritis dan mendalam kembali dipersembahkan oleh akademisi Prodi IPAI Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI). Tim peneliti yang terdiri dari Putri Syifa Maudi, Udin Supriadi, dan Cucu Surahman mempublikasikan riset terbaru mereka pada Al-Munawwarah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 18 Nomor 2 Tahun 2026 bertajuk "Konstruksi Fikih Wanita dalam Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Kurikulum Merdeka: Studi Analisis Konten". Penelitian berbasis analisis konten kualitatif ini mengkaji tiga buku ajar utama PAI-BP SMA/SMK (Kelas X, XI, dan XII) terbitan resmi Kemendikbudristek dan Kemenag RI untuk memetakan konstruksi materi fikih wanita serta menguji kesesuaiannya dengan prinsip kesetaraan gender dan maqāṣid al-syarī'ah. Langkah riset strategis ini mempertegas peran aktif FPIPS UPI sebagai pelopor dan pusat keunggulan (center of excellence) dalam mendorong pembaharuan sains pendidikan Islam yang inklusif dan berkeadilan.
Dalam laporan penelitian tersebut, dibedah bahwa konstruksi materi fikih wanita pada buku ajar PAI SMA Kurikulum Merdeka masih terjebak dalam bias gender sistemik yang terbagi ke dalam tiga tipologi lintas jenjang. Pada Kelas X, materi didominasi oleh wacana regulasi moral dan kontrol tubuh perempuan melalui pembahasan larangan zina dan kewajiban menutup aurat yang menempatkan perempuan sebagai objek pengaturan seksual. Pada Kelas XI, konstruksi beralih pada domestifikasi peran perkawinan melalui penekanan kewajiban istri dalam ranah rumah tangga dan keterbatasan otoritas hukum perempuan. Sementara pada Kelas XII, pembahasan berfokus pada diferensiasi porsi waris dengan penjelasan yang menyederhanakan pembagian harta semata-mata berdasarkan asumsi peran gender tradisional. Peneliti juga menemukan fenomena latent absence berupa peniadaan pembahasan hak khulu' (gugat cerai oleh istri), hak kepemimpinan ibadah/publik, serta ketiadaan representasi ulama perempuan dalam sejarah perkembangan hukum Islam.
Riset ini memiliki basis teoretis yang sangat kokoh dengan mengintegrasikan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann, teori relasi kuasa Foucault, serta kerangka maqāṣid al-syarī'ah. Berdasarkan penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi nasional terindeks Sinta, buku ajar PAI beroperasi sebagai media objektivasi yang sangat kuat dalam membentuk nalar keagamaan dan persepsi sosial peserta didik. Lebih lanjut, literatur internasional dalam jurnal bereputasi terindeks Scopus menegaskan bahwa penyajian materi keagamaan yang androsentris berisiko menginternalisasi nilai-nilai patriarki sebagai hidden curriculum pada masa kritis pembentukan identitas remaja. Oleh karena itu, rekonstruksi materi fikih wanita yang berlandaskan prinsip mubādalah (kesalingan) dan pemuliaan martabat manusia (hifz al-nafs dan hifz al-'aql) sangat mendesak untuk dihadirkan dalam kurikulum nasional.
Hasil riset yang dihasilkan oleh akademisi FPIPS UPI ini memberikan kontribusi konkrit terhadap perwujudan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara eksplisit, penelitian ini menyokong ketercapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui dorongan reformasi kurikulum dan penyusunan bahan ajar PAI yang adil gender, inklusif, serta bebas dari segala bentuk diskriminasi. Integrasi nilai-nilai keadilan sosial dalam buku ajar keagamaan menjadi sarana vital untuk melahirkan generasi muda yang berpemikiran kritis, inklusif, dan mencerminkan Profil Pelajar Pancasila.
Publikasi riset ini pada hakikatnya menjadi ruang refleksi spiritual dan intelektual bagi para penyusun kurikulum dan pendidik Muslim untuk menyadari bahwa ajaran Islam hadir untuk membebaskan dan memuliakan seluruh umat manusia tanpa memandang jenis kelamin. Kesadaran bahwa Al-Qur'an menempatkan ketakwaan sebagai satu-satunya ukuran kemuliaan mengisyaratkan bahwa pemahaman fikih wanita dalam buku ajar harus dibebaskan dari bias budaya agar mampu menampilkan wajah Islam yang adil dan rahmatan lil 'alamin. Semoga kajian ini memberikan keberkahan, memicu pembenahan bahan ajar PAI secara nasional, serta meneguhkan posisi Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI dalam memimpin pembaharuan pendidikan Islam kontemporer. Untuk pembaruan informasi riset dan karya keilmuan lainnya, silakan mengunjungi situs resmi di ipai.upi.edu atau memantau akun Instagram @ipai_official.
