Penulis : Kelompok 5-A
Penyunting : Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Waktu Kegiatan: Rabu, 29 Juli 2026

Dok. Penulis
Mengapa kegiatan ini penting?
Kegiatan kunjungan ke Pemerintah Kota Cimahi menjadi agenda yang memiliki nilai dan manfaat bagi mahasiswa Sains Informasi Geografi (SaIG) angkatan 2024. Memasuki semester kelima, mahasiswa akan dihadapkan pada berbagai kegiatan akademik yang semakin berorientasi dengan dunia profesional, salah satunya program magang yang mengharuskan kami untuk berinteraksi secara langsung dengan berbagai instansi pemerintahan maupun lembaga lainnya.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan memahami bagaimana alur kerja, mekanisme koordinasi, serta proses pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan yang diberlakukan hingga dapat berjalan dengan efektif. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai implementasi ilmu yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam praktik kerja di lapangan.
Selain memperluas wawasan mengenai sistem kerja instansi pemerintahan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenali berbagai peluang penerapan keilmuan Sains Informasi Geografi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi instansi. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami posisi, peran, serta kontribusi yang dapat diberikan oleh lulusan SaIG dalam menjawab berbagai kebutuhan pengelolaan data spasial, perencanaan wilayah, hingga pengambilan keputusan berbasis informasi geospasial.
Apa kegiatan yang dilakukan?
Kegiatan kunjungan diawali dengan sambutan dari pihak DPUPR Kota Cimahi dan dosen pendamping sebagai pembuka sekaligus pengantar pelaksanaan praktikum. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun, mulai dari sesi pematerian, diskusi interaktif, hingga tanya jawab bersama narasumber. Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung melalui berbagai pertanyaan dan diskusi mengenai penerapan informasi geospasial di lingkungan pemerintahan. Sesi pematerian menjadi agenda utama dalam kunjungan ini karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh gambaran langsung mengenai praktik pengelolaan informasi geospasial di Pemerintah Kota Cimahi. Narasumber dari DPUPR dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi menyampaikan sejumlah materi yang menggambarkan bagaimana aspek kelembagaan, tata kelola data, dan pemanfaatan teknologi geospasial saling terintegrasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan.

Dok. Penulis
Apa saja materi yang dipelajari?
Pemaparan materi pertama mengenai Simpul Jaringan yang dibawakan oleh Kepala Bidang dari Dinas PU Kota Cimahi. Dari sesi pematerian ini, kami mengetahui bahwa pengelolaan data spasial di pemerintah daerah melibatkan banyak pihak dan tentunya memerlukan koordinasi yang baik antar perangkat daerah. Setiap OPD memiliki peran sebagai produsen data di setiap daerahnya, sementara pengelolaan dan integrasi data dilakukan secara terstruktur agar informasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan bersama. Kami juga memahami bahwa keberhasilan sistem geospasial tidak hanya ditentukan oleh perangkat lunak atau server tapi juga oleh regulasi, sumber daya manusia dan mekanisme kerjasama antarinstansi di kota cimahi.
Selanjutnya kami mempelajari Satu Data Indonesia yang disampaikan oleh Kepala Bidang Diskominfo Kota Cimahi. Diskominfo sendiri banyak mengolah data statistik, tabular sehingga akan dijadikan sebuah atribut dalam informasi geospasial. Satu Data Indonesia merupakan sebuah kebijakan nasional yang bertujuan menciptakan data pemerintah yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pematerian ini kami memahami bahwasannya penerapan standar data, metadata, kode referensi agar data dari berbagai instansi dapat saling terhubung dan digunakan.
Bagian paling menarik dan sangat relevan dengan kami adalah pengenalan mengenai C-MAP, sebuah platform berbasis WebGIS GeoNode yang dikembangkan oleh DPUPR yang mengintegrasikan data geospasial dari berbagai perangkat daerah se Kota Cimahi. Data divisualisasikan dalam satu portal dan digunakan untuk mendukung analisis kebijakan Pemerintah Kota Cimahi . Platform ini memiliki dua fitur utama, yaitu Pusat Berbagi Data Spasial Terstandardisasi (katalog data, metadata, pencarian, layanan OGC, dan pengaturan hak akses) serta Dashboard Analisis Spasial (visualisasi data, grafik, analisis persebaran, dan ekspor peta maupun data).
Pengembangannya dilakukan melalui lima tahap: Perencanaan, Pengembangan, Uji & Validasi, Implementasi & Pelatihan, serta Replikasi & Scale-Up, termasuk rencana integrasi dengan Geoportal BIG dan aplikasi Sitangkal. Salah satu implementasi penting C-MAP adalah mendukung penanganan keluarga berisiko stunting dengan mengintegrasikan data stunting, kawasan kumuh, kemiskinan ekstrem, dan keluarga berisiko stunting ke dalam satu peta sehingga berhasil mengidentifikasi tujuh wilayah prioritas penanganan.
Pengelolaan C-MAP diatur melalui Keputusan Wali Kota Cimahi Nomor 600/Kep.2121-DPUPR/2024 dengan melibatkan DPUPR, Bapelitbangda, Diskominfo, serta tim verifikasi, data manager, dan admin. Pemanfaatannya terus meningkat, dari 50 peta tematik dan 5 OPD pada 2023 menjadi 145 peta tematik dan 15 OPD pada 2025, serta memperoleh penghargaan Bhumandala Award 2024 sebagai Juara 1 Tata Kelola Data Geospasial Tingkat Kabupaten/Kota dan Juara 3 Kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial Terbaik.
Namun CMAP pada saat ini masih berada pada tahap Uji & Validasi sehingga masih banyak yang masih perlu diverifikasi terkait data dan juga hasil pengolahan di dalamnya, meskipun sudah bisa diakses melalui https://geoportal.cimahikota.go.id namun data data didalamnya belum sepenuhnya bisa diambil atau secara resmi disebarluaskan karena memang masih ditahap uji validasi dan juga pengembangan lainnya.

Dok. Penulis
Penutup & harapan
Kegiatan kunjungan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami, karena dengan adanya kegiatan ini dapat memperkaya wawasan kami sebagai mahasiswa. Selama kegiatan berlangsung, kami tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai tata kelola informasi geospasial dari sisi kelembagaan, standar data, dan pemanfaatan teknologi, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana seluruh aspek tersebut saling terhubung dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata bahwa ilmu yang dipelajari di perkuliahan memiliki peran penting dalam menjawab berbagai kebutuhan di dunia kerja.
Melalui kunjungan ini pula, kami semakin memahami bahwa menjadi menjadi praktisi geospasial tidak hanya dituntut untuk menguasai kemampuan teknis, tetapi hal seperti kolaborasi, koordinasi, dan adaptasi juga diperlukan dalam dunia kerja..
Harapan kami dengan kegiatan kunjungan ini dapat terus menjadi bagian dari proses pembelajaran di Program Studi Sains Informasi Geografi. Dengan semakin banyak kesempatan untuk belajar langsung dari instansi pemerintah maupun mitra lainnya, mahasiswa dapat memperluas wawasan, membangun jejaring profesional, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang kompeten dan siap memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan informasi geospasial di Indonesia. Pengalaman seperti inilah yang menjadi penghubung antara teori yang dipelajari di kelas dengan praktik yang dihadapi di lapangan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan.
Dokumentasi

Dok. Penulis

Dok. Penulis

Dok. Penulis
