Penulis: Fosa Tannisa Zakhwa (2405415) & Ilham Nuramadan (2401181)
Editor: Nendeh Rizka Nurfadilah (2508823)
Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk mengingatkan seluruh lapisan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan hak anak, termasuk hak untuk bermain, berekspresi,dan mengembangkan kreativitas. Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, bentuk peringatan terhadap Hari Anak Nasional tidak lagi terbatas pada kegiatan yang melibatkan anak-anak secara langsung, tetapi juga dapat diwujudkan melalui berbagai media kreatif yang mampu menyebarkan nilai-nilai positif kepada masyarakat luas. Konten digital menjadi salah satu sarana yang efektif untuk mengangkat kembali pengalaman masa kecil, memperkenalkan nilai kebersamaan, serta mengajak generasi muda mengenang pentingnya dunia anak.
Geografi Berseni (GBS) merupakan salah satu program kerja Departemen Minat dan Bakat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi yang menggabungkan kreativitas, seni, dan media digital sebagai ruang ekspresi mahasiswa. Setiap bulan, GBS mengangkat tema yang disesuaikan dengan hari besar atau peringatan nasional sehingga kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya menjadi wadah pengembangan minat dan bakat, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan relevan dengan isu yang sedang diperingati. Pada bulan Juli 2026, GBS mengusung tema Hari Anak Nasional sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dalam menyemarakkan peringatan tersebut melalui berbagai aktivitas kreatif yang kemudian dikemas menjadi konten digital.
Perkembangan media sosial telah mengubah cara generasi muda mengekspresikan diri sekaligus menyampaikan pesan kepada masyarakat. Platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube tidak lagi hanya dimanfaatkan sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi sarana kampanye sosial, edukasi, dan penyebaran nilai-nilai positif. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi digital memiliki peluang besar untuk memanfaatkan platform tersebut dalam menciptakan konten yang kreatif, menarik, sekaligus bermakna. Oleh karena itu, kegiatan yang menghasilkan luaran berupa konten digital memiliki potensi untuk menjangkau audiens yang lebih luas dibandingkan kegiatan yang hanya berlangsung secara luring.
Selain menjadi wadah berkarya, Geografi Berseni juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi visual dan kerja kolaboratif. Setiap konsep yang diangkat dalam kegiatan tidak hanya mempertimbangkan aspek hiburan, tetapi juga pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Dengan demikian, setiap konten yang diproduksi memiliki nilai edukatif yang mampu mengajak audiens untuk memahami makna di balik tema yang diusung pada setiap pelaksanaan GBS.
Tema Hari Anak Nasional dipilih karena memiliki kedekatan dengan pengalaman setiap individu. Masa kanak-kanak merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, kreativitas, dan kemampuan bersosialisasi. Berbagai permainan tradisional, lagu anak-anak, maupun aktivitas seni yang pernah dilakukan pada masa kecil menjadi bagian dari memori kolektif yang mampu menghadirkan rasa kebersamaan. Melalui tema tersebut, peserta diajak untuk kembali mengenang pengalaman masa kecil sebagai bentuk refleksi bahwa nilai-nilai positif yang diperoleh pada masa tersebut tetap relevan dalam kehidupan hingga dewasa.

Geografi Berseni edisi Juli diselenggarakan pada tanggal 16 Juli 2026 dengan melibatkan mahasiswa Pendidikan Geografi sebagai peserta utama. Meskipun peserta kegiatan merupakan mahasiswa, seluruh rangkaian aktivitas dirancang untuk merepresentasikan semangat masa kanak-kanak, seperti kebersamaan, kreativitas, kegembiraan, dan imajinasi. Pendekatan tersebut dipilih agar pesan mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai positif masa kecil dapat tersampaikan kepada masyarakat melalui media sosial.
Persiapan kegiatan dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan dengan melibatkan panitia dan anggota Departemen Minat dan Bakat. Tahapan yang dilakukan meliputi penyusunan konsep kegiatan, penentuan jenis konten yang akan diproduksi, pemilihan lagu yang sesuai dengan tema, pembagian peran setiap peserta, serta penyusunan alur pengambilan dokumentasi. Perencanaan yang matang menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan efektif dan menghasilkan luaran yang sesuai dengan target publikasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembuatan konten Muvgeo, yaitu video kolaboratif yang menampilkan ekspresi kebersamaan seluruh peserta dengan menggunakan lagu Laskar Pelangi sebagai latar musik. Lagu tersebut dipilih karena memiliki makna tentang mimpi, harapan, semangat belajar, dan persahabatan yang sangat erat kaitannya dengan dunia anak. Melalui visual yang ceria dan penuh interaksi, konten ini diharapkan mampu membangkitkan nostalgia sekaligus mengingatkan bahwa setiap individu pernah memiliki masa kecil yang penuh semangat untuk bermimpi.

Kegiatan berikutnya adalah Geografi Menari (Geri) yang menampilkan tarian bersama menggunakan lagu “Setinggi Langit”. Koreografi yang sederhana dan penuh energi menggambarkan semangat anak-anak yang aktif, bebas berekspresi, dan percaya diri. Selain menjadi media hiburan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antaranggota himpunan karena seluruh peserta berpartisipasi dalam proses latihan hingga perekaman video. Hasil dokumentasi kemudian diolah menjadi konten digital yang dipublikasikan melalui media sosial sebagai bentuk kampanye positif dalam memperingati Hari Anak Nasional.
Selain itu, terdapat kegiatan Seruga (Seni Rupa Geografi) yang mengangkat tema permainan masa kecil. Peserta menggambar berbagai permainan tradisional yang pernah dimainkan sewaktu kecil, kemudian hasil gambar dipertukarkan menggunakan sistem switch untuk dilanjutkan atau diberi sentuhan akhir oleh peserta lainnya. Aktivitas ini tidak hanya melatih kreativitas dan kemampuan berkolaborasi, tetapi juga menghadirkan suasana yang menyenangkan karena setiap peserta harus menyesuaikan gambar dengan hasil karya teman sebelumnya. Melalui konsep tersebut, peserta diajak mengenang berbagai permainan tradisional yang menjadi bagian dari pengalaman masa kecil sekaligus menyadari pentingnya menjaga budaya bermain yang mulai tergeser oleh perkembangan teknologi.

Pelaksanaan Geografi Berseni edisi Hari Anak Nasional menunjukkan bahwa peringatan hari besar nasional dapat dikemas dalam bentuk kegiatan yang sederhana namun tetap bermakna. Seluruh rangkaian aktivitas tidak hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta, tetapi juga menghasilkan berbagai konten digital yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui media sosial. Dengan demikian, pesan mengenai pentingnya menghargai masa kanak-kanak tidak berhenti pada kegiatan internal, melainkan dapat disebarluaskan kepada khalayak sebagai bentuk edukasi sekaligus hiburan.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa seni memiliki peran sebagai media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai sosial. Musik, tari, ilustrasi, dan konten visual mampu membangun kedekatan emosional dengan audiens sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih mudah diterima. Penggunaan lagu-lagu yang identik dengan semangat anak-anak serta konsep permainan tradisional menjadi strategi untuk membangkitkan rasa nostalgia sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga karakter positif seperti kerja sama, kreativitas, empati, dan keceriaan.
Di sisi lain, kegiatan Geografi Berseni turut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang produksi konten digital. Mulai dari perencanaan konsep, pengambilan gambar, koordinasi peserta, hingga proses penyuntingan video dilakukan secara kolaboratif. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, dan literasi digital yang sangat dibutuhkan pada era saat ini.
Geografi Berseni edisi Juli 2026 menjadi salah satu bentuk implementasi program kerja yang mampu mengintegrasikan seni, kreativitas, dan media digital dalam memperingati Hari Anak Nasional. Melalui kegiatan MuvGeo, Geography Dance, dan Seruga, mahasiswa tidak hanya berpartisipasi dalam sebuah kegiatan internal, tetapi juga menghasilkan konten yang mengandung pesan positif mengenai pentingnya menjaga semangat masa kanak-kanak, kebersamaan, serta kreativitas.
Kedepannya, Geografi Berseni diharapkan dapat terus menghadirkan tema-tema yang relevan dengan berbagai peringatan nasional maupun isu sosial sehingga setiap kegiatan memiliki nilai edukatif sekaligus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana publikasi, program ini berpotensi menjadi wadah yang tidak hanya mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, tetapi juga memperkuat citra Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi sebagai organisasi yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.