Penulis: Maitsa Aulia Hidayat (SaIG, 2204571)
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Perjalanan Menyelesaikan Skripsi: Dari Proposal hingga Sidang
Menyelesaikan skripsi menjadi salah satu tahapan yang paling berkesan dalam perjalanan saya sebagai mahasiswa Sains Informasi Geografi. Proses yang saya jalani tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Ada beberapa tahapan yang harus tertunda, berbagai tantangan yang harus dihadapi, serta proses penelitian yang membutuhkan banyak kesabaran. Namun, dari perjalanan tersebut saya mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga tentang bagaimana bertahan dan menyelesaikan sesuatu yang telah dimulai.
Perjalanan skripsi saya mulai pada sekitar bulan Juni 2025. Pada saat itu, saya mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti seminar proposal. Salah satu hal yang mendorong saya untuk mulai menyusun proposal adalah melihat teman-teman yang sudah lebih dahulu memulai proses skripsi. Hal tersebut menjadi motivasi bagi saya untuk tidak terlalu lama menunda dan mulai mempersiapkan diri menuju tahap akhir perkuliahan.
Saya mulai mencari referensi, menentukan arah penelitian, menyusun proposal, dan melakukan bimbingan. Namun, proses tersebut baru berjalan sekitar tiga kali bimbingan ketika saya harus berangkat ke Jakarta untuk mengikuti program magang selama kurang lebih empat bulan. Kondisi tersebut membuat proses seminar proposal saya harus tertunda. Di satu sisi, saya harus fokus menjalani kegiatan magang dan beradaptasi dengan lingkungan baru, tetapi di sisi lain saya tetap berusaha agar proses penyusunan proposal tidak benar-benar berhenti.
Selama berada di Jakarta, saya tetap mencicil pekerjaan yang berkaitan dengan skripsi di sela-sela kesibukan magang. Saya juga tetap melakukan bimbingan secara daring bersama Pak Fadil. Meskipun tidak dapat melakukan bimbingan secara langsung dan waktu yang tersedia cukup terbatas, proses tersebut membantu saya untuk tetap menjaga progres penelitian. Pengalaman tersebut juga mengajarkan saya untuk dapat membagi waktu dan menjalankan beberapa tanggung jawab secara bersamaan.
Setelah menyelesaikan magang, saya kembali ke rumah pada akhir Desember 2025. Saya kemudian mulai kembali melakukan bimbingan secara lebih intensif dan melanjutkan proses penyusunan proposal yang sebelumnya sempat tertunda. Pada saat itu, saya mulai menyadari bahwa waktu untuk menyelesaikan studi dalam empat tahun semakin terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan bagi saya untuk memberanikan diri mengikuti seminar proposal. Meskipun masih memiliki banyak kekhawatiran, saya menyadari bahwa saya harus mulai mengambil langkah dan tidak terus menunggu sampai merasa benar-benar siap.

Dok. Penulis
Seminar proposal menjadi salah satu tahapan yang cukup menegangkan. Berbagai persiapan dilakukan untuk memastikan saya memahami penelitian yang akan disampaikan dan mampu mempertanggungjawabkan gagasan penelitian di hadapan dosen penguji. Dengan segala rasa takut dan ketegangan yang ada, seminar proposal akhirnya dapat saya lalui. Setelah seminar proposal selesai, saya mulai memasuki tahap penelitian secara lebih intensif. Pada fase inilah saya mulai benar-benar merasakan proses skripsi yang sesungguhnya.
Menghadapi Proses Penelitian
Kurang lebih empat bulan berikutnya saya menjalani proses penelitian, mulai dari pengolahan data, analisis, penyusunan hasil, pembahasan, hingga berbagai revisi. Penelitian yang sebelumnya hanya dituangkan dalam proposal mulai diterapkan secara nyata. Dari proses tersebut saya menyadari bahwa penelitian tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana awal.
Salah satu bagian yang cukup menantang adalah proses analisis statistik, khususnya regresi linear. Analisis tersebut harus dilakukan dan diperiksa kembali beberapa kali. Beberapa hasil yang diperoleh belum sesuai dengan kebutuhan penelitian sehingga saya harus kembali melakukan pengolahan dan analisis.
Proses tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menguji kesabaran. Saya harus berkali-kali memeriksa data, memahami kembali metode yang digunakan, memperbaiki analisis, dan melakukan konsultasi. Ada kalanya proses tersebut terasa melelahkan, tetapi dari situlah saya belajar bahwa penelitian membutuhkan ketelitian dan kesediaan untuk melakukan evaluasi secara berulang. Setelah melalui beberapa kali proses pengolahan dan analisis, akhirnya saya memperoleh hasil yang paling sesuai untuk penelitian ini. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan pembahasan hingga akhirnya penelitian dapat diselesaikan.
Bagi saya, proses tersebut menjadi salah satu pembelajaran paling penting selama mengerjakan skripsi. Saya belajar bahwa hasil penelitian tidak selalu dapat diperoleh dalam satu kali percobaan. Terkadang diperlukan beberapa kali evaluasi dan perbaikan sebelum mendapatkan hasil yang paling tepat. Selain proses analisis, berbagai revisi dari dosen pembimbing juga menjadi bagian penting dalam perjalanan ini. Setiap revisi membantu saya untuk memperbaiki penelitian sekaligus memahami bagaimana sebuah penelitian dapat disusun secara lebih sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Dukungan yang Mengiringi Perjalanan
Perjalanan menyelesaikan skripsi tentunya tidak dapat saya lakukan seorang diri. Ada banyak pihak yang memberikan dukungan selama proses tersebut, baik dalam bentuk doa, motivasi, maupun bantuan secara langsung. Dukungan terbesar tentu saya dapatkan dari kedua orang tua. Terima kasih atas doa, kesabaran, kepercayaan, dan dukungan yang selalu diberikan selama proses penyelesaian studi. Ketika menghadapi berbagai kesulitan dalam proses skripsi, dukungan dari orang tua menjadi salah satu sumber semangat terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan proses hingga selesai.
Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada teman-teman SaIG 22 yang telah menjadi bagian dari perjalanan perkuliahan saya. Kami memulai perkuliahan bersama dan melalui berbagai proses hingga akhirnya sampai pada tahap penyelesaian studi. Melihat teman-teman yang telah lebih dahulu menyelesaikan prosesnya juga menjadi salah satu motivasi bagi saya untuk terus berusaha. Berbagai diskusi, saling memberikan informasi, berbagi pengalaman, hingga saling menyemangati selama proses skripsi menjadi bagian yang sangat berarti. Saya bersyukur dapat menjalani masa perkuliahan bersama orang-orang yang tidak hanya menjadi teman dalam kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan kehidupan sebagai mahasiswa.
Terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapa Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. yang selama proses penyelesaian studi selalu memberikan semangat dan dukungan. Dorongan tersebut menjadi salah satu hal yang membantu saya untuk tetap termotivasi dalam menyelesaikan setiap tahapan yang harus dilalui. Ucapan terima kasih yang tidak kalah penting saya sampaikan kepada dosen pembimbing saya, Pak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. dan Bu Dr. Tania Septi Anggraini, S.T., M.T., Ph.D. Terima kasih atas waktu, kesabaran, arahan, dan berbagai masukan yang diberikan selama proses penyusunan skripsi. Bimbingan dari Bapak dan Ibu sangat membantu saya dalam menghadapi berbagai kendala selama penelitian, mulai dari penyusunan hingga tahap akhir. Setiap koreksi dan revisi yang diberikan menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan penelitian. Selain membantu menyelesaikan skripsi, proses bimbingan juga memberikan banyak pembelajaran bagi saya untuk menjadi lebih teliti, bertanggung jawab, dan terbuka terhadap masukan. Saya juga berterima kasih kepada Pak Achmad Fadhilah S. Pd., M. Sc. yang telah membantu proses bimbingan selama saya menjalani magang di Jakarta. Bimbingan secara daring tersebut menjadi salah satu hal yang membantu saya untuk tetap melanjutkan proses penyusunan proposal meskipun berada jauh dari kampus.
Sampai pada Tahap Akhir
Setelah melalui proses penelitian, pengolahan data, analisis, bimbingan, dan berbagai revisi, akhirnya saya sampai pada tahap sidang skripsi. Sidang dilaksanakan pada 23 Juli 2026. Hari tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan akademik saya. Berbagai proses yang telah saya lalui sejak mulai menyusun proposal pada Juni 2025 akhirnya membawa saya sampai pada tahap ini. Menjelang sidang, tentu terdapat rasa tegang dan berbagai persiapan yang dilakukan. Saya kembali mempelajari penelitian secara keseluruhan agar dapat mempertanggungjawabkan penelitian yang telah dikerjakan. Sidang akhirnya dapat dilaksanakan dan menjadi penutup dari rangkaian proses penelitian yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Dok. Penulis
Namun, setelah sidang masih terdapat beberapa revisi yang harus diselesaikan. Saya sempat mengalami kondisi kesehatan yang kurang baik selama tiga hari sehingga proses pengerjaan revisi harus tertunda. Setelah kondisi membaik, saya kembali melanjutkan revisi dan berusaha menyelesaikannya dalam waktu yang tersedia. Saya kemudian mengejar proses tanda tangan revisi dari para penguji hingga seluruh tahapan dapat diselesaikan.
Ketika melihat kembali perjalanan dari Juni 2025 hingga Juli 2026, saya menyadari bahwa proses ini memberikan banyak pembelajaran. Saya belajar bahwa menyelesaikan skripsi bukan hanya tentang kemampuan akademik, tetapi juga tentang kesabaran, ketelitian, kemampuan mengatur waktu, dan keberanian untuk terus melangkah ketika menghadapi kesulitan.Saya juga belajar bahwa setiap mahasiswa memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang dapat menyelesaikan proses lebih cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih lama, dan ada pula yang harus menghadapi berbagai kondisi lain di luar perkuliahan. Pengalaman magang di Jakarta, proses bimbingan secara daring, hingga berbagai pengulangan analisis menjadi bagian dari perjalanan saya yang pada akhirnya justru memberikan pengalaman tersendiri.
Pada akhirnya, skripsi bagi saya bukan hanya sebuah tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana. Skripsi menjadi sebuah proses yang mengajarkan saya untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah dimulai dan terus berusaha sampai selesai.
Perjalanan ini akhirnya sampai pada satu titik yang selama ini saya perjuangkan. Dari mulai menyusun proposal, meninggalkan sementara proses skripsi karena magang, kembali mengejar seminar proposal, menjalani penelitian selama kurang lebih empat bulan, menghadapi berbagai revisi dan pengulangan analisis, hingga akhirnya melaksanakan sidang pada 23 Juli 2026. Semua proses tersebut mungkin tidak selalu mudah, tetapi setiap tahap memberikan pengalaman yang berharga.

Dok. Penulis
