Penulis: Muhammad Riyan Akbar (SaIG, 2201981)
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Perjalanan akademik di Program Studi Sains Informasi Geografi (SaIG) Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2022 menjadi fondasi awal pemahaman saya mengenai pentingnya analisis spasial bagi kemaslahatan masyarakat. Memasuki semester 5, momen krusial pengerjaan skripsi dimulai saat saya mengontrak mata kuliah Metodologi Penelitian yang dibimbing langsung oleh Ketua Program Studi SaIG, Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. Perkuliahan tersebut membuka pola pikir saya bahwa keilmuan geografi bukan sekadar membuat peta yang visualnya menarik, melainkan bagaimana menyajikan informasi spasial sebagai landasan pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada kehidupan nyata. Melalui bimbingan intensif beliau, saya mulai memahami secara menyeluruh bagaimana struktur penulisan karya ilmiah yang baku, cara merumuskan masalah geospasial yang tajam, hingga menyusun metodologi penelitian yang memiliki keterukuran akademis tinggi.
Langkah ilmiah saya semakin diperkuat saat melaksanakan kegiatan magang kerja di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi. Di sana, saya dipercaya untuk masuk ke dalam tim kerja gempa bumi, sebuah kesempatan berharga yang membawa saya berinteraksi langsung dengan para ahli geologi dan kebencanaan. Pengalaman menghadapi dinamika data kegempaan di lapangan dan memahami implikasi risikonya terhadap pemukiman warga menjadi alasan utama yang mendorong saya memilih tema kebencanaan, khususnya bencana gempa bumi, sebagai fokus penelitian skripsi saya. Pengalaman magang ini membuka mata saya betapa pentingnya mitigasi non-struktural berbasis Sistem Informasi Geografis dalam mengurangi potensi risiko korban jiwa.

Dok. Penulis
Sebagai wujud penerapan ilmu tersebut, saya merancang penelitian skripsi bertajuk "Pemetaan Jalur Evakuasi dan Shelter Area Gempa Bumi Sebagai Upaya Mitigasi Bencana di Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang Menggunakan Network Analyst". Pemilihan lokasi di Kecamatan Cimalaka dilatarbelakangi oleh peristiwa gempa bumi dangkal pada akhir tahun 2023 yang mengungkap keberadaan struktur sesar aktif baru, yaitu Sesar Cipeles. Wilayah ini memiliki tingkat kerentanan tinggi yang membutuhkan perencanaan jalur penyelamatan diri yang terukur dan efisien. Dengan menggabungkan pemahaman teori dari perkuliahan dan pengalaman praktis dari PVMBG, saya mantap melangkah untuk meneliti skripsi ini sebagai persembahan karya ilmiah bagi masyarakat Sumedang.
Tekad ini makin mantap karena saya menyadari bahwa mitigasi bencana membutuhkan aksi nyata yang berbasis data saintifik yang presisi. Kecamatan Cimalaka yang berada di kaki Gunung Tampomas memiliki karakteristik pemukiman padat dan jaringan jalan yang beragam, sehingga analisis ketersediaan rute evakuasi menjadi sangat mendesak. Harapan saya, hasil riset ini tidak berhenti sebagai tumpukan kertas di perpustakaan, melainkan dapat diadaptasi oleh pemerintah daerah dan pihak BPBD setempat. Dengan fondasi motivasi yang kuat ini, saya memulai langkah panjang penyusunan skripsi dengan penuh rasa tanggung jawab.
Awal semester 8 pada bulan Februari 2026 menjadi titik mula bagi saya untuk mencurahkan seluruh fokus dan energi dalam pengerjaan skripsi ini. Namun, melangkah di fase awal pengerjaan skripsi ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Tantangan rumit langsung menghadang ketika saya harus mengumpulkan data spasial mendasar yang valid dan akurat, terutama data lintasan sesar aktif Sesar Cipeles yang tergolong temuan baru. Selain itu, pengumpulan data pendukung seperti Peak Ground Acceleration (PGA), kemiringan lereng, jenis batuan, jenis tanah, hingga jaringan jalan mendetail juga membutuhkan waktu dan upaya yang ekstra keras.
Mencari dan menyelaraskan berbagai instrumen data spasial dari instansi resmi membutuhkan ketelitian ekstra agar pemodelan bahaya yang dihasilkan tidak bias. Tidak berhenti pada rumitnya pengumpulan data, proses penyusunan proposal skripsi juga menjadi ujian kesabaran dan mental bagi saya. Dosen pembimbing terus memberikan arahan serta revisi yang mendalam karena draft awal proposal saya dinilai masih memiliki banyak kekurangan. Penajaman latar belakang, kerapihan metodologi, hingga penyelarasan argumentasi ilmiah menjadi fokus utama perbaikan yang harus saya selesaikan.

Dok. Penulis
Setiap coretan dan kritikan dari dosen pembimbing saya jadikan bahan evaluasi diri untuk terus memperbaiki kualitas penulisan. Proses bongkar-pasang alur pikir dan perbaikan penyusunan kerangka kerja ini mengajarkan saya arti pentingnya ketekunan, ketelitian, dan ketahanan mental seorang peneliti. Saya menyadari bahwa setiap revisi yang diberikan bukan untuk mempersulit, melainkan untuk menjaga bobot keilmuan dan akurasi riset yang sedang saya jalankan. Rasa lelah dan jenuh akibat bongkar-pasang draft berkali-kali terbayar dengan makin matangnya konsep penelitian yang saya tawarkan.
Setelah melewati proses panjang perbaikan yang melelahkan dan penyempurnaan draft yang tiada henti, buah manis dari perjuangan tersebut akhirnya tiba. Proposal skripsi saya dinyatakan siap dan disetujui oleh dosen pembimbing untuk diujikan di hadapan dewan penguji. Pada tanggal 23 April 2026, saya berhasil melaksanakan Seminar Proposal Skripsi dengan lancar. Momen tersebut menjadi batu pijakan yang sangat krusial, karena masukan konstruktif yang didapatkan dari seminar proposal menjadi acuan utama bagi saya untuk melangkah ke tahap pengolahan data mendalam serta validasi lapangan pada bab-bab berikutnya.

Dok. Penulis
Memasuki tahap pengolahan Bab 4, ritme kerja saya meningkat drastis dan menuntut konsentrasi yang sangat tinggi. Saya mulai mengolah lima parameter bahaya gempa bumi menggunakan metode Weighted Overlay untuk menghasilkan Peta Tingkat Bahaya Gempa Bumi di Kecamatan Cimalaka. Proses ini dilanjutkan dengan analisis jaringan (Network Analyst) memanfaatkan fitur Closest Facility dan Service Area untuk mengidentifikasi rute evakuasi terpendek dan tercepat dari kawasan permukiman menuju shelter area. Pengolahan peta ini memiliki tingkat kerumitan yang tinggi dan membutuhkan presisi sistematis pada setiap layer data spasialnya.
Proses komputasi dan analisis spasial ini tidak bisa ditinggal atau dilepas begitu saja; pengolahan data harus dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengenal hari libur demi menjaga konsistensi dan akurasi hasil pemodelan. Berjam-jam di depan layar monitor menjadi rutinitas harian demi memastikan setiap simpul jaringan jalan terhubung dengan benar menuju tempat evakuasi yang aman. Kerumitan permodelan matematika dan spasial di ArcGIS sering kali menguji kesabaran saat terjadi kegagalan sistem (error). Namun, berkat ketekunan dan trial error berulang, pemodelan rute evakuasi tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan sempurna.
Tantangan tidak hanya berada di depan layar komputer, melainkan juga di medan penelitian sesungguhnya. Untuk memastikan akurasi peta bahaya dan keterlaksanaan jalur evakuasi hasil pemodelan, saya harus melakukan kegiatan validasi lapangan (ground check) langsung ke Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Penyusuran kondisi jaringan jalan, pengecekan ketersediaan dan kelayakan fasilitas shelter, serta pengukuran kondisi fisik di lapangan memerlukan tenaga yang ekstra keras. Menyusuri lorong-lorong desa di bawah terik matahari dan hujan menjadi ujian fisik tersendiri selama proses survei.
Walaupun rasa lelah yang amat sangat kerap melingkupi fisik saya, komitmen untuk menghasilkan karya yang akurat secara ilmiah mengalahkan segala keterbatasan tersebut. Dedikasi tanpa henti selama pengolahan data dan ujian fisik di lapangan akhirnya terbayar tuntas. Pemodelan spasial berhasil membuktikan bahwa dari total jaringan jalan sepanjang 98,9 km, dioperasikan rute evakuasi optimal bagi 14 desa menuju 12 shelter dengan rata-rata jarak tempuh 1,49 km atau sekitar 22 menit berjalan kaki. Hasil uji akurasi confusion matrix dan indeks Kappa juga menunjukkan kesesuaian yang sangat tinggi antara hasil model dan fakta lapangan, yang membuktikan bahwa kerja keras tanpa kenal lelah selalu membuahkan hasil yang memuaskan.
Setelah berhasil merampungkan seluruh analisis data pada Bab 4, saya bergerak cepat menyelesaikan penyusunan draft skripsi hingga Bab 5. Dengan tenggat waktu yang kian mendesak untuk mengejar target lulus tepat waktu, saya merapikan seluruh argumentasi ilmiah, kesimpulan, dan saran mitigasi praktis bagi Pemkab Sumedang. Setiap malam diisi dengan membaca ulang dan memoles tata bahasa agar naskah akhir benar-benar siap diujikan. Persiapan presentasi sidang pun dirancang seoptimal mungkin agar hasil pemodelan evakuasi dapat dipaparkan dengan lugas dan meyakinkan.
Perjuangan ini akhirnya mencapai puncaknya pada tanggal 20 Agustus 2026, di mana saya melangkah mantap memasuki ruang sidang skripsi. Di hadapan para dosen penguji, saya memaparkan setiap temuan riset dan mempertahankan argumentasi ilmiah dengan penuh percaya diri. Saya berhasil mempertahankan skripsi ini di akhir masa pendaftaran wisuda, sehingga dinyatakan lulus sebagai Sarjana Geografi (S.Geo) dan berhak mengikuti prosesi wisuda pada periode Oktober 2026.
Keberhasilan menyelesaikan perjalanan skripsi ini tentu tidak lepas dari bantuan, bimbingan, doa, dan dukungan dari berbagai pihak yang hadir dalam perjalanan hidup saya. Secara khusus, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Drs. Asep Mulyadi, M.Pd. (Dosen Pembimbing 1) atas segala waktu, kesabaran, masukan akademis, serta kehangatan bimbingan yang berharga. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Silmi Afina Aliyan, S.T., M.T. (Dosen Pembimbing 2) atas ketelitian dan saran teknis geospasial yang sangat membantu memperkuat kualitas penelitian ini. Tidak lupa kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. (Ketua Program Studi SaIG) atas fondasi ilmu metodologi penelitian dan motivasi yang senantiasa menuntun saya.
Apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam juga saya haturkan kepada teman-teman seangkatan SaIG 2022 Azka, Fauzan, Harits, Irfan, Rafi, dan seluruh rekan lainnya atas kebersamaan dan saling dukung selama masa perkuliahan. Secara khusus, rasa terima kasih mendalam saya sampaikan kepada Fajar, yang telah berjuang menemani dan membantu saya secara langsung saat pelaksanaan survei validasi lapangan ke Sumedang. Bantuan fisik dan morilmu di lapangan sangat berarti dalam penyelesaian skripsi ini. Perjalanan skripsi ini bukan sekadar proses pemenuhan syarat gelar sarjana, melainkan sebuah laboratorium kehidupan yang mengajarkan arti ketahanan, kerja keras, dan pentingnya ilmu pengetahuan bagi keselamatan sesama.
Dari semua yang saya sampaikan saya memiliki pesan ataupun nasihat untuk adik-adik saya prodi SaIG yaitu ketika kita sudah sampai di semester 5 keatas mulailah bertemu dengan dosen pembimbing akademik untuk mulai bertanya dan merancang topik skripsi kita mulai dari tema hingga judul kemudian dilanjut yang lainnya. Saya berpesan agar adik-adik sekalian bisa mulai mengerjakannya sebelum semester 8 agar semua mempunyai kesempatan untuk lulus tepat waktu dan tidak memberatkan prodi hanya karena kelalaian kita.
