Tanggal Kegiatan: Selasa, 11 Agustus 2026 - Minggu, 23 Agustus 2026
Penulis: Muhammad Azri (SaIG, 2508445)
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Perkembangan teknologi selalu menunjukan peningkatan dalam kebaruan bidangnya, seiring berjalannya waktu, kebutuhan modern menjadi tuntutan bagi manusia untuk memainkan perannya dalam posisi yang krusial, yaitu memfasilitasi serta mendukung seluruh kebutuhan secara efisien melalui pemanfaatan teknologi modern, namun terdapat permasalahan dalam pemanfaatan teknologi tersebut, bagaimana jika pengguna dari teknologi tersebut tidak sepenuhnya memahami dalam proses yang dilalui teknologi tersebut sebelum memberikan hasil? Kekhawatiran ini menciptakan potensi manusia yang terlalu bergantung tanpa adanya adaptasi lebih lanjut. Sama halnya dengan teknologi keruangan atau spasial, beragam teknologi telah tercipta dalam guna untuk mempermudah serta memfasilitasi dalam proses pengolahan data spasial sebelum menjadi informasi spasial, namun apabila tidak adanya adaptasi lebih lanjut dalam penerapannya, penyelesaian akan menjadi masalah atau bahkan menjadi jalan buntu.
Salah satu teknologi yang telah terlahir dari dinamika perkembangan teknologi adalah teknologi spasial, remote sensing. Remote sensing atau penginderaan jauh adalah ilmu, seni, dan teknik untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, wilayah, atau fenomena di permukaan bumi tanpa melakukan kontak fisik atau bersentuhan langsung dengan objek tersebut. Teknologi ini sudah menciptakan serta menerapkan beragam algoritma serta telah menghasilkan beragam hasil pula dari pengolahan tersebut, salah satunya peta Land Use Land Cover dari algoritma machine learning dari terbimbing (supervised) dan tidak terbimbing (unsupervised), pada KRK RASTER di bulan ke-3 ini, RASTER mengusung tema EARTH PATTERN yang berfokus pada penggunaan algoritma machine learning dari Random Forest (supervised) dan k-means (unsupervised), kedua algoritma tersebut merupakan algoritma yang memiliki posisi yang popular di kalangan algoritma lainnya, namun, untuk memaksimalkan potensinya, perlu adanya pemaham lebih mendalam terkait proses di balik kerja mesin tersebut.
Pada pekan pertama KRK 3 ini tepatnya pada Selasa, 11 Agustus 2026, Komunitas RASTER memulai pekan pertama dengan membahas k-means, komponen demi komponen pembangun diulas satu persatu, seperti pembahasan pusat klaster (centroid), perhitungan jarak menggunakan euclidean distance, hingga iterasi terhadap nilai error komputer terhadap centroid, seluruh pematerian tersebut dijelaskan satu persatu dan diiringi diskusi sepanjang pematerian antara pemateri dengan kontributor dan invader, seluruh pematerian tersebut dibungkus lalu dieksekusi kembali pada sesi hands-on untuk mengetahui alur kerja serta proses pasti dibalik kerjanya mesin k-means, pada proses ini, kontributor dan invader diperlihatkan Kembali bagaimana proses mesin melakukan centroid serta menerapkan kalkulasi euclidean distance pada masing-masing centroid yang telah tercipta dan mengimplementasikan seluruh proses kerja tersebut kepada sebuah citra Sentinel 2 dengan ROI Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Dok. Penulis
Pekan pertama telah berlalu, pada pekan ke-2 tepatnya pada Selasa, 18 Agustus 2026 dilakukan Kembali KRK RASTER dengan topik yang hampir sama, namun berfokus pada algoritma mesin random forest, fokus pembahasan ditujukan pada proses-proses yang terjadi dibelakang layar mesin yang tercipta sebelum proses descission trees, beberapa hal yang menjadi komponen-komponen pembangunnnya seperti proses matriks, bootstrap sampling, feature randomness, ou-of-bag error, dan terakhir voting, seluruh alur dijelaskan serta menyambungkan korelasinya dengan proses lainnya serta kendala-kendala yang perlu diperhatikan dalam penggunaan algoritma tersebut seperti overfitting, OOB error, serta batasan batasan lainnya. Pada akhir sesi, dilakukan proses hands-on untuk mendapatkan Gambaran pasti apa yang terjadi di belakang layar random forest. pada sesi ini, kontributor dan invader dapat menganalisis apakah kondisi mesin sudah ideal sebelum proses pembelajaran lebih lanjut, jika sudah terasa ideal, kontributor dan invader menerapkan algoritma pada citra yang Sentinel 2 dengan ROI yang digunakan pada pekan pertama.

Dok. Penulis
Hingga tiba pada pekan ke-3 dari KRK RASTER yang dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026, pada pekan ke-3 ini, kegiatan yang dilakukan adalah ground checking pada ROI yang digunakan, proses yang dilakukan oleh komunitas RASTER dimulai dari penentuan sebaran titik ground checking, sebaran tersebut perlu mempertimbangkan proporsional sebarannya, lokasinya, user class, serta koordinatnya, seluruh komponen tersebut disusun sebelum hari pelaksanaan. Hingga tiba pada hari pelaksanaan, dimana seluruh pengurus komunitas RASTER berkumpul untuk dibagikan kelompoknya serta pembagian sebaran titiknya, setelah mendapatkan posisi serta pembagiannya masing-masing kelompok, perjalanan menuju wilayah ground check pun dimulai, beberapa kendala terjadi seperti kondisi jalan yang dibersamai dengan suasana tambang karst, kondisi jalan yang cukup menantang, hilang sinyal, serta lokasi yang cenderung terpencil. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya ekstra untuk mendapatkan validasi lapangan, hingga pada akhirnya seluruh pengurus komunitas RASTER berkumpul pada satu titik yaitu Stone Garden Citatah sebelum melakukan mengakhiri kegiatan dan melakukan rangkaian terakhir kegiatan, yaitu perjalanan pulang.

Dok. Penulis
Dari seluruh rangkaian kegiatan KRK RASTER bulan ke-3 bertema EARTH PATTERN, dapat disimpulkan bahwa pemahaman mendalam mengenai alur kerja di balik layar suatu algoritma merupakan kunci utama dalam menjawab tantangan pemanfaatan teknologi spasial modern. Melalui eksplorasi komprehensif dari algoritma unsupervised (k-means) pada pekan pertama hingga algoritma supervised (Random Forest) pada pekan kedua, para kontributor dan invader tidak sekadar menjadi pengguna pasif yang menerima hasil olahan citra secara mentah. Sebaliknya, pemajanan terhadap kalkulasi matematis, pembongkaran komponen internal mesin, serta simulasi hands-on pada citra Sentinel-2 memberikan pemahaman yang kuat mengenai bagaimana mesin berpikir dan mengklasifikasikan data.
Pembuktian dari pemahaman komputasional tersebut bermuara pada pekan ketiga melalui kegiatan ground checking langsung di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan di lapangam dari medan tambang karst yang ekstrem, kendala aksesibilitas, hingga keterbatasan sinyal, upaya ekstra dari seluruh pengurus Komunitas RASTER menunjukkan komitmen penuh untuk memvalidasi performa mesin secara obyektif di dunia nyata.
Pada akhirnya, integrasi antara pemahaman teoritis di balik layar, praktik hands-on, dan validasi faktual di lapangan membuktikan bahwa teknologi penginderaan jauh harus disikapi dengan adaptasi yang matang. Tanpa adanya pemahaman proses dan verifikasi lapangan, pengolahan data spasial berpotensi menemui jalan buntu atau menghasilkan informasi yang tidak akurat. Kegiatan KRK RASTER ke-3 ini berhasil menjembatani logika mesin dengan realitas lanskap permukaan bumi, memastikan bahwa informasi spasial yang dihasilkan tidak hanya efisien, tetapi juga valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dok. Penulis

Dok. Penulis

Dok. Penulis

Dok. Penulis
“Selayaknya bumi yang telah melalui beragam dinamika dan beradaptasi atasnya, sejatinya manusia yang merupakan bagian dari bumi itu perlu mengikutinya.”
