
Malaysia, 24 Juli 2026 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Penguatan Identitas Nasional dan Wawasan Kebangsaan melalui Model Experiential Learning dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB)”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at, 24 Juli 2026, di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) dan dihadiri oleh guru-guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Sekolah Indonesia Johor Bahru, serta tenaga kependidikan SIJB, dan siswa SIJB yang juga menjadi sasaran observasi.
Pelaksanaan PkM dipimpin oleh Prof. Dr. Didin Saripudin, M.Si selaku Ketua Tim, didampingi Prof. Dr. Hj. Kokom Komalasari, M.Pd., Prof. Dr. Hj. Neiny Ratmaningsih, M.Pd., Diana Noor Anggraini, M.Pd., dan Pitria Sopianingsih, M.Pd. sebagai anggota tim. Kegiatan ini pula memperoleh dukungan penuh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, dan tentu saja SIJB itu sendiri sebagai mitra pelaksana. Keduanya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan program ini dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun pendampingan yang berkesinambungan. Kolaborasi antara SIJB dan UPI diharapkan mampu memperkuat kapasitas professional guru serta mendorong peningkatan mutu pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Bapak Sigit S. Widiyanto, dan dilengkapi dengan sambutan yang turut disampaikan oleh Ketua Tim PkM UPI, Prof. Dr. Didin Saripudin, M.Si. Dilanjutkan dengan penyerahan plakat sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada ketua tim PkM UPI Prof. Dr. Didin Saripudin, M.Si.

Sesi materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Didin Saripudin, M.Si. selaku Ketua Tim PkM, yang memaparkan konsep Experiential Learning sebagai model pembelajaran yang berpusat pada pengalaman nyata, di mana refleksi menjadi kunci agar pengalaman tersebut benar-benar menjadi pembelajaran, bukan sekadar kegiatan. Beliau menjelaskan siklus empat tahap Kolb yang berjalan melingkar, yakni pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimentasi aktif, serta bagaimana keempat tahap tersebut dapat digunakan untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan seperti identitas keindonesiaan, penghayatan Pancasila, toleransi dan Bhinneka Tunggal Ika, solidaritas dan gotong royong, cinta tanah air, hingga tanggung jawab kewargaan pada diri siswa diaspora Indonesia di Johor Bahru.
Sebagai contoh penerapan, Prof. Didin memperkenalkan model aktivitas “Jejak Indonesia di Johor”, yakni siswa diajak mewawancarai keluarga diaspora Indonesia di Johor Bahru dan mendokumentasikan kisah mereka sebagai pengalaman konkret, kemudian berbagi temuan di kelas, mengaitkannya dengan konsep identitas nasional dan sila Persatuan Indonesia, hingga menyusun pameran mini atau konten digital “Indonesia di Johor” untuk komunitas sekolah sebagai bentuk eksperimentasi aktif.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Kokom Komalasari, M.Pd., yang membekali guru-guru IPS SIJB dengan materi dan bank soal persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPS jenjang SMP/MTs. Materi ini mencakup empat lingkup besar, yaitu Geografi, Sosiologi, Ekonomi, dan Sejarah, lengkap dengan peta besar dua belas kompetensi yang diujikan serta observasi lapangan yang terintegrasi pada babak final. Sesi ini juga dilengkapi dengan latihan soal beserta kunci dan pembahasannya, sehingga guru-guru SIJB dapat langsung menerapkannya untuk membina siswa yang berminat mengikuti ajang olimpiade tersebut.
Materi berikutnya diisi oleh Prof. Dr. Hj. Neiny Ratmaningsih, M.Pd. bersama Diana Noor Anggraini, M.Pd., yang memaparkan pentingnya media pembelajaran berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) di tengah transformasi pembelajaran abad ke-21, sekaligus mendemonstrasikan berbagai contoh media pembelajaran IPS yang kontekstual, di antaranya multimedia interaktif, video YouTube, poster digital berbasis Canva, podcast, komik atau webtoon, serta animasi dan Augmented Reality (AR), lengkap dengan contoh luaran nyata seperti proyek Peta Pintar Indonesia berbasis AR.
Sesi ini ditutup dengan praktik langsung (hands-on) pembuatan media AR menggunakan aplikasi Assemblr Edu, di mana guru-guru IPS SIJB diajak membuat kreasi media Augmented Reality mereka sendiri sebagai bekal untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas masing-masing.

Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan program penguatan identitas nasional dan wawasan kebangsaan bagi siswa diaspora Indonesia di Sekolah Indonesia Johor Bahru melalui model Experiential Learning dalam pembelajaran IPS. Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi terbangunnya kemitraan akademik yang formal antara UPI, SIJB, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, guna mendukung penguatan identitas nasional generasi muda Indonesia di Malaysia secara terstruktur, bermakna, dan berkelanjutan.