Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Perkuat Kompetensi Guru IPS, UPI Hadirkan Culturally Responsive Teaching Berbasis Panca Waluya di Subang

Subang, 20 Agustus 2026 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Model Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam Pembelajaran IPS Berlandaskan Nilai-Nilai Panca Waluya bagi Guru-Guru di Kabupaten Subang”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, di SMPN 1 Subang dan dihadiri oleh guru-guru Ilmu Pengetahuan Sosial dari berbagai sekolah di Kabupaten Subang.

Pelaksanaan PKM dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Neiny Ratmaningsih, M.Pd. selaku Ketua Tim, didampingi Prof. Dr. H. Aim Abdulkarim, M.Pd. dan Dr. H. Ade Budhi Salira, M.Si. sebagai anggota tim, bersama seluruh tim pengabdian yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini juga memperoleh dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ilmu Pengetahuan Sosial Kabupaten Subang sebagai mitra pelaksana. Kedua pihak memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan program ini dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun pendampingan yang berkesinambungan bagi para guru. Kolaborasi antara Disdikbud, MGMP, dan UPI diharapkan mampu memperkuat kapasitas profesional guru serta mendorong peningkatan mutu pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Kabupaten Subang.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (Kasubag Umpeg), Bapak Fariz Choeroni, M.Pd. Sambutan turut disampaikan oleh Ketua MGMP Ibu Eka Tresnawati, S.S. dan Kepala SMPN 1 Subang Ibu Cucu Laelasari, M.Pd., dilanjutkan dengan penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi kepada Ketua Tim PKM UPI, Prof. Dr. Hj. Neiny Ratmaningsih, M.Pd.

Sesi materi dibuka oleh Prof. Dr. Hj. Neiny Ratmaningsih, M.Pd. yang memaparkan strategi pembelajaran IPS responsif budaya melalui Model Culturally Responsive Teaching (CRT). Pendekatan ini mengajak guru mengaitkan latar belakang budaya, karakteristik, dan pengalaman peserta didik ke dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat membangun identitas budaya yang kuat sekaligus mengembangkan kompetensi akademik. Beliau memaparkan lima elemen esensial CRT, yaitu pengembangan pengetahuan tentang keberagaman budaya, perancangan kurikulum yang relevan secara budaya, pembangunan komunitas belajar yang peduli budaya, komunikasi lintas budaya, serta kongruensi budaya dalam praktik mengajar di kelas. Selain itu, beliau juga membekali guru dengan langkah-langkah menyusun RPP berbasis budaya lokal, mulai dari mengidentifikasi kearifan lokal yang relevan dengan materi IPS, menyelaraskannya dengan tujuan pembelajaran, merancang aktivitas dan asesmen yang responsif budaya, hingga melakukan refleksi melalui lesson study.

Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. H. Aim Abdulkarim, M.Pd. dengan tema Penguatan Kesadaran Sosiopolitik dan Civic Engagement dalam Pembelajaran IPS melalui Internalisasi Nilai Panca waluya Jawa Barat. Beliau menjelaskan bahwa modal sosial guru dibentuk oleh tiga unsur utama, yaitu kepercayaan, norma timbal balik, dan jaringan sosial, serta mengingatkan bahwa guru IPS yang bekerja terisolasi tanpa jejaring profesional akan kesulitan menyebarluaskan inovasi pembelajaran seperti CRT. Ia kemudian mengaitkannya dengan Panca waluya, yaitu Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (pintar), dan Singer (cekatan), yang menurutnya menjadi konten budaya konkret untuk mengisi kerangka CRT yang telah dipaparkan sebelumnya, sekaligus memperkuat modal sosial guru dan siswa. Melalui tahapan kenalkan, kaitkan, diskusikan, praktikkan, dan refleksikan, guru diajak mengintegrasikan nilai Panca waluya ke dalam pembelajaran IPS serta memfasilitasi diskusi kritis siswa terhadap isu sosial di lingkungan sekitar.

Sesi materi ditutup oleh Dr. H. Ade Budhi Salira, M.Si. yang merangkum keterkaitan antara kerangka CRT dan nilai Panca waluya sebagai satu kesatuan dalam pembelajaran IPS yang kuat secara akademik sekaligus berakar pada budaya lokal. Beliau menekankan pentingnya peran guru sebagai fasilitator pembelajaran responsif budaya, teladan dalam menghayati nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, serta penggerak penerapan CRT di sekolah masing-masing. Sebagai tindak lanjut, guru juga didorong membentuk Professional Learning Community (PLC) sebagai wadah berbagi praktik baik dan menjalankan lesson study secara berkelanjutan, didukung oleh institusionalisasi RPP berbasis CRT ke dalam kurikulum sekolah serta pendampingan rutin dari pihak sekolah dan dinas pendidikan.

Ketua MGMP Ilmu Pengetahuan Sosial Kabupaten Subang, Ibu Eka Tresnawati, S.S., menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam upaya meningkatkan kompetensi guru IPS. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah yang strategis untuk memperkuat kapasitas profesional guru sekaligus mendorong penerapan pembelajaran IPS yang responsif terhadap kearifan lokal Subang. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas guru, diharapkan kualitas pembelajaran IPS di Kabupaten Subang dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan program penguatan kompetensi guru IPS di Kabupaten Subang melalui pelatihan Model Culturally Responsive Teaching yang berlandaskan nilai-nilai Panca Waluya. Inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran IPS yang semakin adaptif, kontekstual, dan berbasis kearifan lokal. Ke depan, program ini diharapkan mampu membangun ekosistem kolaborasi yang berkesinambungan antara sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menumbuhkan identitas budaya dan kompetensi akademik generasi muda Kabupaten Subang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *