Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Tim PKM Desa Binaan UPI 2026 Perkuat Desa Tanjungwangi sebagai Desa Eduwisata Berbasis Sungai dan Perikanan

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Binaan Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2026 dilaksanakan di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah diinisiasi pada tahun 2025, dengan orientasi penguatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa dalam mengembangkan potensi lokal, khususnya Sungai Cileuleuy Udik dan potensi perikanan, menjadi basis pengembangan eduwisata yang produktif, edukatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Desa Tanjungwangi memiliki potensi sumber daya alam dan sosial yang cukup besar, namun pemanfaatannya sebagai sumber pembelajaran, kegiatan wisata, dan penguatan ekonomi masyarakat masih memerlukan pengelolaan yang lebih terintegrasi. Karena itu, program PKM diarahkan untuk menjembatani potensi lokal dengan peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan, inovasi produk wisata, serta konservasi lingkungan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan sungai dan perikanan tidak hanya sebagai sumber daya ekonomi, tetapi juga sebagai ruang edukasi lingkungan dan pembelajaran masyarakat.

Kegiatan diarahkan pada penguatan model pemberdayaan masyarakat berbasis Community-Based Tourism melalui pengembangan Desa Eduwisata Sungai dan Perikanan, termasuk pengembangan wisata rafting keluarga, penguatan tata kelola BUMDes, penyusunan dan implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP), penerapan Sapta Pesona, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan paket wisata edukasi, serta penguatan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan destinasi. Program tidak lagi berorientasi semata-mata pada pembangunan sarana fisik, tetapi pada pembentukan sistem pengelolaan wisata yang partisipatif, profesional, aman, dan berkelanjutan.

Program dilaksanakan oleh Tim PKM Desa Binaan UPI yang terdiri atas Dr. Asep Mahpudz, M.Si. sebagai ketua, bersama Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si., Dr. Acep Supriadi, M.Pd., M.AP., dan Dr. Syaifullah, M.Si. Tim bekerja secara kolaboratif bersama Pemerintah Desa Tanjungwangi, BUMDes Betah Mandiri, Karang Taruna, PKK Desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta masyarakat Desa Tanjungwangi. Keterlibatan mitra ditempatkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, sampai evaluasi agar keberlanjutan program dapat dibangun melalui kepemilikan dan tanggung jawab bersama.

Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berbasis potensi lokal. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, FGD, observasi lapangan, uji coba operasional, pendampingan, pelatihan, penyusunan SOP secara partisipatif, simulasi pelayanan dan keselamatan, implementasi Sapta Pesona, monitoring, refleksi, dan evaluasi. Dalam proses tersebut, masyarakat tidak ditempatkan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai pelaku utama pengelolaan dan pengembangan Desa Eduwisata.

Pelaksanaan program berlangsung sejak April sampai Agustus 2026. Tahap awal dilaksanakan melalui FGD pada 16 April 2026, yang menghasilkan kesepakatan mengenai rencana kerja, pembagian peran, penyempurnaan jalur wisata, SOP, keselamatan, dan pengembangan paket wisata. Selanjutnya dilakukan uji coba operasional rafting keluarga pada 25–26 April 2026 untuk menguji kelayakan lintasan, kesiapan operator, keselamatan, dan kualitas pelayanan.

Tahap berikutnya ditandai dengan Launching Desa Eduwisata Rafting Keluarga pada 3 Mei 2026, yang menjadi momentum transformasi dari tahap inisiasi menuju implementasi pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat. Rafting keluarga mulai dioperasikan sebagai salah satu unit usaha BUMDes Betah Mandiri.

Pada 20 Juni 2026 dilakukan pendampingan penyusunan SOP wisata dan implementasi Sapta Pesona, yang dilanjutkan dengan pelatihan peningkatan kapasitas SDM pengelola wisata pada 27 Juni 2026. Selanjutnya, pada Agustus-November 2026 program diarahkan pada pemantapan tata kelola, implementasi dan penyempurnaan SOP, penyusunan Buku Panduan Operasional Rafting Keluarga, pengembangan paket wisata edukasi, serta penguatan promosi dan keberlanjutan program. Kawasan sungai menjadi ruang utama untuk pengembangan wisata keluarga sekaligus media pembelajaran lingkungan dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem sungai.

Hasil pelaksanaan sampai Agustus 2026 menunjukkan adanya penguatan kelembagaan BUMDes sebagai pengelola kegiatan wisata, meningkatnya keterlibatan masyarakat, tersedianya dasar SOP operasional dan keselamatan, meningkatnya kapasitas pengelola, serta berkembangnya peluang diversifikasi usaha melalui rafting, jasa pemandu, konsumsi lokal, UMKM, dan pengembangan paket wisata edukasi. Secara sosial dan lingkungan, program juga memperkuat komitmen masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan kawasan sungai. Dengan demikian, pelaksanaan PKM Desa Binaan UPI Tahun 2026 telah bergerak dari tahap inisiasi menuju penguatan model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek kelembagaan, ekonomi, pendidikan, sosial, dan lingkungan. Program ini selanjutnya diarahkan untuk menjadikan Desa Tanjungwangi sebagai desa eduwisata berbasis potensi lokal sekaligus laboratorium pembelajaran dan praktik baik pemberdayaan masyarakat, yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memiliki peluang untuk dikembangkan dan direplikasi pada konteks desa lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *