Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
FLOOD WAR: MEMBACA GENANGAN AIR DENGAN CITRA RADAR

Penulis: Muhamad Aziz Saputra (SaIG, 2407125)

Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Dok: Penulis

Sabtu (26/09/2026) - Di balik awan yang menutupi pandangan, selalu ada informasi yang menunggu untuk ditemukan. Citra radar mengajarkan bahwa permukaan bumi tidak hanya dapat dipahami melalui apa yang tampak oleh mata, tetapi juga melalui pantulan gelombang yang menyingkap karakteristiknya dalam diam.

Telah sukses dilaksanakannya kegiatan rutin komunitas (KRK) RASTER pada bulan September ini dengan tema FLOOD WAR yang terbagi menjadi dua pekan. Melalui kegiatan ini, kami belajar membaca bumi dari perspektif yang berbeda. Menelusuri jejak gelombang radar untuk memahami karakteristik dan perubahan yang terjadi di permukaannya. Setiap piksel bukan sekadar angka, melainkan bagian dari cerita tentang bagaimana bumi merespons gelombang elektromagnetik.

Mempelajari citra radar bukan hanya tentang memahami teknologi penginderaan jauh, tetapi juga tentang belajar melihat sesuatu yang tersembunyi di balik keterbatasan pandangan. Ketika awan menghalangi mata, radar tetap mengirimkan cerita. Ketika malam datang, pengamatan tidak pernah berhenti. Dari sana, kami memahami bahwa bumi selalu memiliki cara untuk berbicara. Tugas kita adalah terus memahami bahasanya, agar kita bisa terus merawatnya.

Dok: Penulis

Pada pekan pertama yang dilaksanakan di hari kamis tanggal 17 september 2026, KRK FLOOD WAR membawakan judul “Prinsip Radar serta Analisis Genangan Banjir dengan Metode Thresholding dan Change Detection.” Kami menghadirkan seorang dosen dari prodi Sains Informasi Geografi, yaitu Bapak Achmad Fadhilah, S.Pd., M.Sc. Tujuan kami mengundang beliau adalah untuk memperkuat pemahaman mengenai konsep radar itu sendiri. 

Penginderaan jauh sistem radar merupakan salah satu teknologi penginderaan jauh yang sangat kompleks, sehingga kita membutuhkan pemahaman lebih untuk menganalisisnya dengan benar. Selain pembahasan mengenai konsep radar, di pekan ini kami juga melakukan pemodelan banjir dengan metode thresholding untuk membatasi pantulan gelombang yang merepresentasikan objek genangan air. Lalu metode change detection untuk melihat objek air yang dapat dinyatakan sebagai banjir dengan membandingkannya dengan perekaman sebelum banjir.

Dok: Penulis

Pekan kedua memegang peran sebagai penutup KRK bulan September sekaligus seluruh rangkaian KRK RASTER periode ini. Pekan ini dilakukan pada hari Rabu, 23 September 2026, dengan judul “Pemetaan Lahan Sawah Menggunakan Citra Radar Sentinel-1A dengan Algoritma Support Vector Machine.” Bersama pemateri dari internal komunitas RASTER, yaitu Jelita dan Wildan, pekan ini mengkombinasikan thresholding pada citra radar dengan algoritma klasifikasi SVM untuk memetakan lahan sawah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh kontributor KRK, invader dari BSOK, DPO, serta para pengurus komunitas RASTER yang semakin memeriahkan acara KRK terakhir ini.

Sebagai penutup, rangkaian KRK RASTER bulan September (FLOOD WAR) menjadi sebuah perjalanan untuk memahami bumi melalui sesuatu yang tidak selalu dapat dilihat secara langsung. Dari mengenali prinsip gelombang radar, membaca perubahan genangan, hingga mengidentifikasi lahan sawah melalui citra Sentinel-1A, setiap kegiatan membawa kami semakin dekat pada cara baru dalam memahami dinamika permukaan bumi. Pada akhirnya, radar bukan sekadar teknologi untuk menghasilkan citra, tetapi sebuah cara untuk melihat lebih jauh menembus batas awan, waktu, dan keterbatasan pengamatan manusia. Semoga apa yang telah dipelajari dalam rangkaian ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi bekal untuk terus membaca, memahami, dan menjaga bumi melalui ilmu geospasial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *